April 14, 2025

PREDIKSI FINAL PIALA ASIA U-17

Babak perempat final piala Asia U-17 tahun 2025 di Arab Saudi telah tuntas di gelar, yang menghasilkan 4 negara melaju ke semifinal yaitu Arab Saudi ,Uzbekistan, Korea Utara dan Korea Selatan.
Arab Saudi melaju ke semifinal setelah menghempaskan raksasa sepakbola Asia yaitu Jepang dengan drama adu pinalti, sementara Uzbekistan menaklukan Uni Emirat Arab dengan skor meyakinkan 3-1.
Korea Utara melenggang ke semifinal setelah membabat habis wakil dari Asia Tenggara yaitu Timnas Indonesia dengan skor cukup telak 6-0, sedangkan Korea Selatan mampu mengalahkan Tajikistan dengan dram adu pinalti.
Rupanya pasukan Garuda muda benar-benar tidak berdaya , kalah dari segala aspek, mulai dari postur tubuh, visi bermain, kecepatan, teknik individu, juga kecerdasan cara membaca arah bola, dan insting dalam mencetak gol, sedangkan anak-anak Garuda muda seperti kehilangan tenaga.
Untuk semifinal Uzbekistan akan menghadapi Korea Utara, sedangkan Arab Saudi akan menghadapi Korea Selatan.
Siapa kiranya yang menuju partai puncak di Final ?ini saya mencoba memprediksi,bukan mendahului takdir , insya Alloh apabila dilihat cara bermain saat melumat Indonesia seperti Korea Utara akan mengalahkan Arab Saudi dengan skor cukup meyakinkan setidaknya 3-1, dan pertandingan lain Korea Selatan bisa saja memperdaya Uzbekistan , sehingga tidak menutup kemungkinan yang melaju ke babak final adalah saudara kembar yaitu sesama Korea.
Saran untuk timnas Indonesia, karena sudah ditakdirkan lolos ke putaran piala dunia nanti bulan November, maka perlu diasah lagi,harus berlatih dengan lebih keras lagi, pelajari cara bermain Korea Utara,Korea Selatan,Jepang, Uzbekistan dan yang lain-lainya, sehingga nantinya tidakbmenjadi bulan-bulanan,karena laean-lawan yang akan dihadapi jauh lebih kuat dari tim-tim yang ada di Asia.

INDONESIA TAKLUK 0-6 DARI KOREA UTARA ADA BEBERAPA MEDIA ASING YANG CURIGA USIA PARA OEMAUN KOREA UTARA

Timnas Indonesia U-17 untuk harus kejebolan 2 gol cepat di babak pertama pada menit ke 6 dan menit ke 11 hasil dari servis sepak pojok dan serangan cepat.
Secara fisik dan tknik juga kecepatan anak-anak Garuda muda memang kalah, para pemain Korea Utara yang terlatih di wajib militer memang lebih perkasa, mereka sangat mengendalikan permainan, bahkan sangat leluasa mendikte pertahanan Indonesia terutama akurasi long ball, sepertinya mereka paham betul memiliki keunggulan tinggi badan, saat kehilangan bola langsung bisa melakukan intersep dan pressing kepada para pemain Indonesia, dalam melakukan transisi menyerang dan bertahan sangat cepat menutup ruang, sehingga membuat kesulitan para pemain Garuda muda untuk menembus jantung pertahananya, akan tetapi setidaknya ada 1 peluang dari Indonesia yang nyaris terjadi gol, sayangnya bola masih bisa diamankan oleh penjaga gawang Korea Utara, secara keseluruhan apabila dibandingkan dengan Korea Selatan, Korea Utara lebih unggul.
Babak ke dua Korea Utara langsung memberikan tekanan ke jantung pertahanan Indonesia, hasilnya pada menit 47 langsung menjebol gawang Dafa, sehingga merubah kedudukan 0-3 untuk keunggulan Korea Utara , lagi- lagi gol tercipta bagi Korea Utara dari titik putih , pada menit ke 59 , dan lagi menit ke 61 bertambah gol untuk Korea Utara sehingga skor berubah 0-5 ,Timnas Indonesia semakin terpuruk, dengan gol ke 6 dari Korea Utara sampai babak ke dua berakhir, maka dengan demikian langkah Timnas Indonesia terhenti, dan Korea Utara akan menghadapi pemenang antara Tajikistan melawan Korea Selatan.
Piala Dunia bulan November 2025 , masih ada waktu untuk membenahi Timnas, lakukan latihan lebih intensif  terutama teknik dan kerjasama antar peman, juga kecepatan, dilatih membaca secara cerdas membaca pergerakan lawan,melakuan transisi dari menyerang dan betahan dengan cepat, tentunya ini harus didukung stamina yang prima, jadi fisik dan stamina harus ditingkatkan, 7 bulan waktu tersisa yakin bisa asalkan di optimalkan .
Namun ternyata kemenangan timnas Korea Utara terhadap Timnas Indonesia mendapat sorotan dari berbagai pihat media asing terutama dari Korea Selatan dan Jepang yang mana mereka mencurigai para pemain Korea Utara telah melebihi umur dari 17 tahun, memang apabila diamati dari struktur kulit wajah sepertinya janggal kalau mereka berumur di bawah 17 tahun, lantas apakah AFC atau FIFA akan melakukan investigasi ? atau apakah itu hanya akan menjadi penghangat berita acara piala ASIA 2025 ? patut ditunggu kelanjutanya.
Rahasia Kebugaran Pemain Korea Utara

Timnas U-17 kita dibantai Korea Utara 0-6. Itu bukan kekalahan biasa. Itu lebih mirip tontonan dokumenter "Discovery Channel" di mana satu spesies unggul secara genetis mendominasi spesies lain yang sedang belajar jalan. Kita datang dengan harapan, mereka datang dengan... semacam kekuatan dari dimensi lain.

Media Jepang dan Korea Selatan mulai mencurigai pemalsuan umur. Lebih-lebih warga +62 terus mengorek usia pemain negara komunis itu. Bahkan, berharap FIFA membatalkan kemenanga Korut bila terbukti palsukan umur. Harapannya, bocil Garuda lolos ke semifinal. Duh, ngarapnya kejauhan, wak.

Tapi saya tidak tertarik soal umur. Saya tertarik soal otot. Otot, stamina, dan napas yang seakan-akan ditenagai oleh nuklir mini dalam dada mereka.

Lihat saja mereka berlari. Tidak terengah-engah, tidak tampak letih. Seolah paru-paru mereka dilengkapi turbocharger. Satu pemain bertubuh seperti hasil kolaborasi antara pelatih kebugaran dan pemahat Yunani Kuno. Yang lain tampak seperti bisa mengangkat wasit sambil tersenyum. Ini bukan sepak bola. Ini gladiator gladiator muda yang dikirim dari negeri Kim Jong-un dengan satu misi, membuat kita mempertanyakan eksistensi vitamin yang kita minum setiap pagi.

Kita tak bisa menuduh sembarangan, tapi ayolah. Seorang remaja 17 tahun biasanya punya jerawat, bukan rahang seperti ukiran granit. Mereka bukan hanya menang dalam skor, mereka menang dalam evolusi. Jika rumor yang beredar benar, rahasia mereka bukan doping, bukan teknologi, tapi, ginseng. Ya, ginseng. Tanaman ajaib yang konon bisa menyembuhkan segalanya kecuali patah hati, itu pun mungkin bisa kalau diseduh dengan benar. Dalam genggaman pemain Korut, ginseng berubah jadi serum super soldier.

Kita juga dengar mereka rutin lari malam. Lari. Malam. Bukan ke warung, bukan buat jajan, tapi buat menaklukkan malam itu sendiri. Saat pemain kita sedang scroll TikTok dan sibuk mencari filter wajah glowing, pemain Korut sedang menaklukkan bukit dan dialog batin sambil sprint. Mereka bukan lari untuk sehat. Mereka lari untuk mempersiapkan invasi.

Ada juga laporan bahwa mereka bermeditasi sebelum pertandingan. Bukan meditasi gaya selebgram yang bilang “healing vibes” sambil rebahan di Bali. Ini meditasi sejati, semacam ritual untuk menyatu dengan kekuatan leluhur. Mungkin mereka bicara dengan arwah prajurit zaman dinasti, atau mungkin dengan bayangan kemenangan 6-0 yang akan mereka capai.

Fasilitas mereka? Konon, lebih canggih dari laboratorium riset beberapa negara. Lapangan yang bisa mendeteksi detak jantung, bola pintar, dan pelatih yang tidak pernah tersenyum sejak 1993. Anak-anak itu tidak hanya dilatih untuk main bola, tapi untuk bertahan di dunia tanpa rasa lelah. Setiap tackle mereka seperti puisi kekerasan. Setiap sprint seperti soneta kecepatan. Dan kita? Kita jadi penonton yang hanya bisa bilang, "kok bisa?"

Bahkan kalau benar umur mereka lebih dari 17, saya takkan marah. Saya hanya ingin tahu, mereka minum apa? Tidur berapa jam? Apakah mereka pernah merasakan pegal-pegal setelah main futsal seperti kita? Karena dari penampilan mereka, rasa lelah tampaknya adalah mitos kapitalis.

Kalau ini masa depan sepak bola, kita harus segera bertindak. Lupakan akademi. Bangun asrama di atas gunung. Latih anak-anak kita dengan kecepatan angin dan kekuatan hati. Paling penting, buang semua boba, ganti dengan ginseng.

Karena jika tidak, 6-0 akan jadi kenangan manis yang paling ringan.

#camanewak
Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

#timnas indonesia 
#timnas korea utara
#pencurian umur
#sepakbola
#piala asia

April 13, 2025

HASIL PEREMPAT FINAL PIALA ASIA U17 ARAB SAUDI VS JEPANG DAN UZBEKISTAN VS UNI EMIRAT ARAB

Fase gugur piala Asia U17 sudah melakoni babak perempat final dimana tadi malam telah mempertandingkan juara group B Jepang melawan runner up group B yaitu Arab Saudi.


Sedangkan pertandingan lain mempertemukan antara juara grouo A Uzbekistan melawan Runner up Grouo B yaitu Uni Emirat Arab.
Pertemuan antara Jepang sebagi tim unggulan dan favorit juara melawan Arab Saudi yang memilki keuntungan sebagai tuan rumah berjalan sangat seru, bahkan jepang sempat memimpin terlebih dahulu pada menit ke 9 setelah  mendapat hadiah pinalti, akan tetapi Arab Saudi mampu menyamakan kedudukan pada menit ke 17 juga melalui titik pinalti, bahkan Arab Saudi berhasil menutup keinggulan  babak pertama pada menit ke 37 melalui gol jarak pendek dalam kotak pinalti hasil serangan cepat yang dibangun oleh pasukan gurun.
Memasuki babak ke 2 kedua kesebelasan bermain sangat hati-hati karena Arab Saudi berusaha menjaga kemebangan, akan tetapi akhirnya pada menit ke 72 Jepang msmpu menyamakan kedudukan hadil dari serangan yang sangat rapi, dan hasil 2-2 tidak berubah sampai pertandingan berakhir, sehingga langsung diadakan adu pinalti, dan hasilnya Arab Saudi unggul 3-2.
TONTON JUGA VIDEO INI : PEMBAHASAN TIMNAS U -17
Pada pertandingan lain Uzbekistan yang melawan Uni Emirat Arab tanpa kesulitan mengadapi Uni Emirat Arab karena memang memiliki banyak keunggulan baik dari segi fisik,teknik dan juga kolektifitas permainan tim, sehingga bisa menutup pertandingan dengan kemenangan telak 3-1 untuk Uzbekistan melaju ke babak Semi final.
Untuk semifinal Arab Saudi akan bertemu dengan pemenang antara Tajikistan melawan Korea Selatan, sedangkan Uzbekistan akan menghadapi pemenang antara Timnas Indonesia melawan Korea Utara, yang mana pertandingan baru akan dilaksanakan nanti malam, dimana pertandingan pertama antara Timnas Indonesia melawan Korea Utara dilaksanakan pada pukul 21.00 WIB sementara petandingan ke 2 antara Tajikistan melawan Korea Selatan pada pukul 00.15 WIB dinihari.
Patut kita tunggu sambil berdoa semoga Timnas Indonesia mampu mengalahkan Korea Utara.
#Timnas Indinesia
#PSSI
#Nova Arianto

April 12, 2025

CARA PENDIDIKAN AMERIKA VS INDONESIA

MENGAPA NETIZEN INDONESIA SANGAT MUDAH MENGHAKIMI DAN MEMBULI..?

Bahkan hingga para intelektualnyapun suka melakukan penghakiman yg sama

👌👌👌
Penting untuk dibaca sampai akhir dan di sharing

BUDAYA MENG HAKIMI DAN MENGHUKUM PARA PENDIDIK DI INDONESIA

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

...Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas.

Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji.

Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan?

Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”

“Dari Indonesia,” jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga.

Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat.

Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya.

Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menerkam/menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya.

Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement.

Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul.

Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya.

Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel.

Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya.

Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut?

Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin.

Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat.

Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya.

Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan.

Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.
Kutipan John Dewey ini mengubah cara kita memandang pendidikan. Bukan sebagai tahap sementara menuju “dunia nyata”, tapi sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan itu sendiri.

Kalau begitu, kenapa masih banyak yang merasa pendidikan hanya soal sekolah, buku, dan ujian? 

Padahal, kita belajar setiap hari — saat bekerja, berdialog, gagal, bangkit, dan menjalani hidup.

John Dewey mengajak kita untuk melihat bahwa belajar itu "bukan hanya soal ruang kelas", tapi soal "cara kita menjalani hidup dengan sadar dan terus berkembang".

Pernahkah kamu merasa belajar paling banyak justru di luar ruang kelas?

Menurutmu, apa yang harus diubah dari sistem pendidikan agar lebih terhubung dengan kehidupan nyata?

Apa pelajaran hidup paling penting yang tidak pernah diajarkan di sekolah, tapi sangat kamu butuhkan?

Salam Kato 🖐️
Kalimat ini menekankan pentingnya mempertahankan rasa ingin tahu dalam hidup. Bertanya bukan hanya soal mencari jawaban, tetapi tentang membuka diri terhadap kemungkinan, pengetahuan, dan keajaiban yang tersembunyi dalam kehidupan sehari-hari. Dunia ini penuh misteri, dan hanya mereka yang terus bertanya yang akan menemukan makna di balik segala sesuatu.

Keajaiban tidak selalu muncul dalam bentuk yang spektakuler. Sering kali ia hadir dalam hal-hal kecil: dalam percakapan, dalam pertemuan yang tak disengaja, dalam pemahaman baru yang tiba-tiba muncul setelah merenung. Namun, untuk bisa melihat itu semua, kita harus tetap terjaga—pikiran kita harus aktif, hati kita harus terbuka.

Jangan pernah menganggap pertanyaan sebagai tanda kelemahan atau ketidaktahuan. Justru dari pertanyaanlah segala pencapaian besar manusia bermula. Rasa ingin tahu adalah nyala yang menuntun kita untuk terus tumbuh, dan selama kita tidak berhenti bertanya, kita tidak akan pernah benar-benar berhenti belajar.

INFO LOWONGAN TERBARU

View Yohana Yuly Panela Sitorus’  graphic link
22 hours ago • Visible to anyone on or off LinkedIn
Hi good people
PT. Elo Karsa Utama
hashtaghiring Application Specialist

Persyaratan:
1. S1/S2 jurusan Biology/ Biotechnology/Biochemistry/ Kimia
2. Keahlian teknis qPCR, Molekuler Biology, Immunoassay, Protein
3. Memiliki kemampuan yang baik dalam training instrument dan software
4. Memiliki kemampuan presentasi yang baik
5. Memiliki pengalaman dibusiness mikro, makanan atau quality control food paling tidak 1 tahun
6. Memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris
7. Berssedia melakukanperjalanan dina ke seluruh Indonesia
8. Memiliki SIM A & C
9. Lokasi kerja: Jakarta Selatan

Deskripsi Pekerjaan:
1. Intsalasi peralatan yang dilengkapi dengan software
2. Training penggunaan alat dan software
3. Menyusun dan membuat SOP petunjuk penggunaan alat dan kit
4. Melakukan trouble shooting aplikasi di customer

Jika memenuhi kualifikasi, silahkan email dan bagikan postingan ini.
Email: yohanaelokarsa@gmail.com
Subject: Application_Nama

Thank you & Goodluck!^^
 
  Dony Nur Rakhman • 1st HR Generalist & People Development
3 days ago • Visible to anyone on or off LinkedIn
PT. Indo Bharat Rayon is a pioneer of the production of viscose staple fibre (VSF) in Indonesia and world’s second largest manufacturer of VSF at a single location.

Currently we need a Process Foreman (D3) to support our growth..

Please send your latest CV to dony.rakhman@adityabirla.com. Please share this vacancy to your friend, relation who maybe has a suitable qualification.

Thank you..
🙏
 graphical user interface, text 
 
  Desy Rizkyta • 2nd People Culture & Talent Development Enthusiast
1 day ago • Visible to anyone on or off LinkedIn
Hallo LinkedIn!
PT. Ethica Industri Farmasi sedang open untuk posisi Microbiology Analyst (Penempatan Cikarang)

Requirements :
- Min. S1 Kimia, Farmasi, Mikrobiologi, Biologi
- Fresh-Graduate dipersilahkan melamar
- Terbiasa melakukan Uji GPT
- Terbiasa melakukan analisa bioburden, uji sterilitas, uji endotoksin, identifikasi bakteri pathogen dan regenerasi mikroorganisme
- Mempunyai kemampuan analisa dan logika berpikir yang baik
- Bersedia untuk flexible shifting, mampu bekerja di bawah tekanan, dan berorientasi target

Apabila berminat dan sesuai dengan kualifikasi di atas silahkan bisa mengirimkan CV ke email :
desy.hariyati@ethica.co.id
Subjek : (Nama) - Microbiology

Thank you and goodluck!!

hashtagLokerMikrobiologi hashtagMicrobiologyAnalyst hashtagKarirFarmasi hashtagLokerFarmasi hashtagMikrobiologiFarmasi hashtagLowonganKerjaMikrobiologi hashtagFarmasiJobs
hashtagKarirMikrobiologi hashtagFarmasiIndonesia hashtagMikrobiologiAnalyst hashtagMicrobiologyCareer hashtagFarmasiTalent hashtagLokerCikarang hashtagLokerBiologi

PELATIH TIMNAS INDONESIA YANG IDEAL

5 Alasan kenapa Coach Nova Arianto harusnya layak menjadi pelatih Timnas Indonesia U20 oleh PSSI!

1. Chemistry

Mayoritas pemain Timnas Indonesia U17 kemungkinan besar juga akan promosi ke Timnas Indonesia U20, karena tiap pelatih punya filosofi dan pemikiran berbeda dan belum tentu Timnas U20 era Evandra dkk akan tetap perform jika ditangani oleh Indra Sjafri. Apalagi IS pelatih yang punya rekor tidak terlalu bagus di level AFC maka menunjuk coach Nova adalah langkah tepat, baik pemain dan coach Nova Arianto sendiri sudah saling paham dan mengenal satu sama lain sehingga chemistry antara pemain dam pelatih tetap terjaga.

2. Kedisiplinan 

Pada dasarnya baik coach Nova dan STY tidak beda jauh jika bicara kedisiplinan kepada pemainnya, coach Nova Arianto dikenal sebagai pelatih dengan metode pelatihan paling keras untuk seukuran junior U17. Pemain dipaksa berlatih ala militer, dipaksa berlari sejauh mungkin, melakukan pelatihan fisik dan memberikan suara keras untuk menekan mental pemainnya.

Selain latihan dengan intensitas tinggi, pemain juga dilarang terlalu aktif di media sosial apalagi saat jam latihan ditambah jenis makanan yang harus dimakan harus benar-benar layak untuk seorang atlet terutama protein hingga kalsium sehingga makanan yang kurang layak seperti gorengan atau jajanan ciki sebisa mungkin dikurangi. Di luar jam latihan coach Nova selalu memerintahkan anak asuhnya berlatih mandiri dan tidak malas olahraga, ini penting untuk menjaga kebugaran tubuh serta tetap disiplin walaupun pemain sedang berada di klub.

3. Memperkuat mental 

Jika coach Nova Arianto kembali melatih Evandra dkk di U20, maka coach Nova tetap akan meningkatkan mental para pemainnya. Filosofi coach Nova adalah sepak bola itu tidak memandang siapapun lawannya, tetap harus kuat dan percaya diri walaupun lawan tersebut sangat berat seperti Korea Selatan 🇰🇷 kemarin misalnya. Kalaupun kalah harus tetap semangat dan berdiri dengan kepala tegak, dan memberikan nasehat agar tidak meremehkan lawan selemah apapun lawannya walaupun itu hanya sekelas Mariana Utara 🇲🇵.

Selain kedisiplinan, mental juga sangat penting karena level U20 bisa dibilang jauh lebih sulit lagi dari U17 dimana lawan-lawannya terus melakukan evaluasi di level sebelumnya. Tentu keberadaan coach Nova ini dibutuhkan agar Evandra dkk tetap terjaga serta meningkat mental dan kedisiplinannya.

4. Kerja sama tim

Coach Nova dan pemain U17 seperti Evandra Florasta, Alberto Henga, Matthew Baker, dll sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga dan saling melengkapi satu sama lain. Untuk itulah jika Coach Nova kembali menjadi pelatih U20 tentu ikatan tersebut akan semakin terjalin dengan erat, ini juga berdampak positif bagi tim di lapangan karena mayoritas sudah saling mengenal satu sama lain dan tahu strategi apa yang harus dijalankan.

Mungkin di level U20 ada beberapa pemain yang dicoret atau mungkin pemain baru, namun secara keseluruhan komposisi U17 ke U20 hampir tidak jauh berbeda.

5. Taktikal 

Karena coach Nova kembali melatih Evandra dkk di level U20 maka secara taktikal di lapangan tidak ada banyak perbedaan, hanya saja akan ada upgrade level dimana saat tim sedang bertahan maka dibutuhkan fisik yang kuat serta konsentrasi maupun stamina yang besar. Ataupun saat melakukan serangan pemain harus bisa melakukan passing, kontrol bola serta finishing yang bagus.

Untuk itu pekerjaan rumah yang sebelumnya ada di tim U17 akan coach Nova perbaiki lebih bagus lagi di tim U20 yang kebetulan masih didominasi anak didiknya di U17, coach Nova juga akan memberikan upgrade kepada pemain U20 agar lebih baik lagi.

===

Lalu bagaimana dengan tim U17 generasi baru? Tentu saja tetap dipegang coach Nova Arianto, artinya NA akan memegang tim U17 dan tim U20 sekaligus jika PSSI berkenan. Karena coach Nova Arianto sendiri telah membangun fondasi awal untuk pemain junior Indonesia karena ini sangat penting sebelum mereka bisa melangkah ke level U23 dan senior, baru lah setelah pemain sudah matang secara fisik, mental, visi bermain hingga kedisiplinan maka Gerald Vanenburg 🇳🇱 selaku pelatih Timnas Indonesia U23 yang dipilih PSSI tinggal memoles mereka saja.

Artinya harus ada Kualifikasi ketat peningkatan kualitas pemain muda menjadi lebih berkembang bukan malah semakin menurun, jangan sampai kejadian yang dialami era Evan Dimas atau Bagas Bagus cs terulang lagi. Tugas pelatih U17 dan U20 adalah menguatkan fondasi sedangkan tugas pelatih U23 dan senior tinggal menyempurnakan, artinya dibandingkan Indra Sjafri coach Nova Arianto lebih layak menjadi pelatih kepala U17 dan U20.

Tak masalah tidak juara AFF, toh sekelas Australia 🇦🇺 U17 yang kemarin juara saja gagal lolos ke Piala Dunia, karena AFF itu hanya ajang untuk mencari pengalaman dan jati diri tapi pembuktikan sesungguhnya ada level AFC dan FIFA.


April 11, 2025

JADWAL TIMNAS INDONESIA DI PEREMPAT FINAL INDONESIA DITANTANG KOREA UTARA PIALA ASIA U-17

Timnas Indonesia Garuda muda U- 17 memastikan diri memuncaki klasemen group C setelah menghempaskan Afganistan pada laga terakhir tanggal 10 April 2025 pukul 00.15 piala Asia.
Meskipun Afganistan kalah dari Yaman 0-2 dan menjadi bulan-bulanan Korea Selatan dengan skor telaj 0-6, nyatanya saat melawan Indonesia mampu membuat pasukan Nova Arianto kesulitan untuk menaklukanya.
SILAHKAN BUKA DAN BACA ARTIKEL INI : BUKAN PERAN KLUIVERT KEMENANGAN ATAS BAHRAIN
Jalanya pertandingan yang terbuka cukup seru,bahkan pada babak pertama sempat mengancam gawang Indonesia yang dijaga oleh Dafa, setidaknya ada 3 tembakan on target yang membuat pecinta timnas deg-degan, sedangkan Garuda muda hanya memilki 2 tembakan on target ke arah gawang Afganistan.
Meskipun punggawa muda kita mencoba menguasai jalanya pertandingan dengan ball possesion, rupanya Afganistan menerapkan pola bertahan rapat dan melakukan transisi pergerakan cepat untuk menutup pertahanan dan melakukan serangan balik, untuk saja anak-anak garuda muda, yang memang dilakukan rotasi oleh Coach Nova Arianto mampu meredam serangan Afganistan terutama kerja cekatan sang penjaga gawang yang mampu mengantisipasi arah bola sehingga menahan tidak kebobolan.
Pada babak ke 2 , Nova Arianto melakukan pergantian bebrapa pemain, sehingga daya dobrak Timnas Indonesia meningkat , dan memberikan tekanan demi tekanan ke jantung pertahanan Afganistan, memasuki menit ke 90 sepertinya pertandingan akan imbang 0-0 , akan tetapi para pemain Indonesia bisa memanfaatkan tambahan waktu 5 menit, dimana melalui skema serangan cepat Alberto Hengga pada menit ke 90+4 mampu memperdaya penjaga gawang Afganistan dengan melakukan chip bola setelah mendaoat umoan matang dari sayap kiri,sehingga merubah kedudukan menjadi 1-0 untik Garuda muda, tidak hanya sampai disitu berselang 1 menit Indonesia berhasil menggandakan jeunggulan melalui kaki Zahaby Gholy setelah nendapat umoan matang lagi-lagi dari sayap kiri, sehingga kedudukan menjadi 2-0 untuk kemenangan Indonesia , sehingga Indonesia menutup laga sebagai juara group C, untuk langkah selanjutnya akan bertemu runner up group D yaitu Korea Utara, dimana pada laga terakhir bermain imbang dengan zaman 2-2, sehingga korea utara memiliki poin 5 hasil dari menang 1 kali dan imbang 2 kali, sementara itu Korea Selatan yang manjadi runner up group C ajan nenantang juara group D yaitu Tajikistan yang mengandaskan ambisi Iran dengan skor 3-1 padahal secara ranking FIFA jelas sangat jauh dimana Tajikistan peringkat 108 sementara Iran pada posisi 18, untuk perempat final lainya juara group A yaitu Uzbekistan akan melawan runner up group B yaitu Uni Emirat Arab , sementara runner up group A yaitu Arab Saudi akan melawan juara group B yaitu Jepang,adapun babak perempat final akan dilaksankan pada hari Senin tanggal 14 April 2025.
Tentunya Coach Nova Arianto sudah mempersiapkan dalam menghadapi Korea Utara,yang memiliki pola dan gaya permainan tidak jauh berbeda dengan Korea Selatan yang mengandalkan permainan cepat dan powerfull, juga kerja sama tim yang baik.
Tentunya kita semua berdoa agar para pemain Timnas Indonesia bisa fokus, dan meningkatkan kualitas permainan baik secara individu maupun kolektivitas kerjasama tim dan yang perlu dilakukan perbaikan adalah kecepatan dalam mengambil keputusan saat memegang bola, kadang madih ada beberapa pemain kita yang kehilangan momen akibat terlambatnya keputusan yang harus diambil.
Menghadapi Korea Utara tentunya para pemain harus fokus, terlebih para pemain Korea Utara adalah para wajib militer di negaranya, tentu saja fisik dan stamina mereka sangat bagus.
Sebagai pecinta sepak bola nasional pencapaian pasukan Garuda Muda tentu membanggakan dan perlu diapresiasi, meskipun ada segelintir orang justru yang mengaku pengamat sepak bola selalu mengkritik, selalu masih meremehkan pencapaian ini karena menganggap permainan Timnas Muda tidak menarik bagi mereka,tapi kami yaqin coach Nova peduli dengan ocehan mereka, memang tidak perlu ditanggapi dan anggap saja , coach Nova adalah kafilah yang sedang berlalu, biarkan mereka .....

#PSSI
#Sepakbola Indonesia
#Timnas Indonesia
#Nova Arianto
#Pelatih Timnas
#Garuda muda 
#Timnas U17
#Jadwal timnas di perempat final

POLYESTER,KESEHATAN,PENGOBATAN,SEPAKBOLA,CARA DAN TIP

Prediksi Piala Dunia 2026: Inggris vs Prancis - Perebutan Medali Perunggu Dini Hari Nanti*

Laga yang gak ada yang mau, tapi semua mau menang. Perebutan tempat ke-3 Piala Dunia 2026 dini hari nanti mempertemukan 2 raksasa Eropa: Ing...