Angka protein 8 gram, kalsium 300mg di kemasan susu itu tidak asal tulis. Semua melalui uji laboratorium standar SNI dan BPOM yang disebut Uji Proksimat. Berikut prinsipnya yang paling sering dipakai.
1. Protein - Metode Kjeldahl (Standar SNI)
Ini metode paling klasik dan masih jadi acuan sampai sekarang. Yang diukur sebenarnya bukan proteinnya langsung, tapi kadar Nitrogen di dalamnya.
- Destruksi: Sampel susu dipanaskan dengan asam sulfat pekat (H2SO4) sampai hitam, semua protein pecah jadi Amonium Sulfat.
- Destilasi: Ditambah NaOH, Amonium berubah jadi gas Amoniak (NH3) yang ditangkap.
- Titrasi: Amoniak dititrasi dengan asam, ketahuan berapa Nitrogennya.
- Rumus: Protein = Nitrogen x 6,38 (faktor khusus susu, beda dengan kedelai 6,25).
Kekurangan: Kalau ada yang nakal menambahkan melamin, Nitrogen palsu naik, protein terlihat tinggi padahal bukan.
Pengalaman Praktikum Saya: STMA Yogyakarta 1984
Saya masih teringat jelas, pada tahun 1984 waktu praktikum Kimia Industri di STMA (Sekolah Teknologi Menengah Atas) Yogyakarta - sekolah kejuruan khusus kimia yang sekarang berganti nama menjadi SMTI (Sekolah Menengah Teknologi Industri) Yogyakarta - dibawah bimbingan guru praktikum kami, Bp. Edi, kami melakukan pengujian nilai protein pada sampel susu dengan metode Kjeldahl ini.
Proses destruksi dengan asam sulfat pekat itu yang paling berkesan, larutan susu yang putih berubah jadi hitam pekat dan harus dipanaskan dengan sangat hati-hati di lemari asam. Dari praktikum di STMA itulah saya paham kenapa faktor pengali susu itu 6,38.
- Penulis alumni STMA (sekarang SMTI) Yogyakarta angkatan 1984 -
2. Lemak - Metode Gerber & Rose-Gottlieb
a. Metode Gerber (paling cepat di pabrik): Susu dimasukkan tabung Gerber, ditambah asam sulfat + amil alkohol, diputar di sentrifus. Lemaknya misah naik ke atas, langsung baca skalanya.
b. Metode Rose-Gottlieb / Soxhlet (paling akurat): Lemak dilarutkan pakai pelarut eter, pelarut diuapkan, sisa lemak ditimbang. Ini untuk label nutrisi resmi.
3. Laktosa / Gula Susu - Metode Luff Schoorl
Prinsipnya reaksi kimia warna. Laktosa bisa mereduksi larutan tembaga (Cu2+ jadi Cu+). Banyaknya tembaga yang tereduksi = banyaknya laktosa. Lab modern sekarang pakai HPLC lebih akurat.
4. Kadar Air - Metode Gravimetri Oven
Paling sederhana. Susu ditimbang, masuk oven 105°C selama 3 jam sampai kering total. Selisih berat sebelum dan sesudah = kadar airnya. Kalau tinggi berarti susu encer / dicampur air.
5. Kadar Abu / Mineral & Kalsium - Tanur & AAS
Susu dibakar di tanur 550°C sampai jadi abu putih. Abu itulah total mineralnya. Dari abu ini baru dianalisis kalsiumnya pakai AAS (Atomic Absorption Spectrophotometer) - sampel dibakar jadi atom, disinari cahaya khusus kalsium, berapa cahaya yang diserap = kadar kalsiumnya.
Rangkuman Metode Standar SNI Uji Nutrisi Susu
| Yang Diuji | Metode Standar SNI | Prinsip Simpelnya |
|---|---|---|
| Protein | Kjeldahl | Ukur Nitrogen x 6,38. Destruksi - Destilasi - Titrasi |
| Lemak | Gerber / Rose-Gottlieb | Pisahkan lemak dengan asam & sentrifus, atau larutkan dengan eter |
| Laktosa | Luff Schoorl / HPLC | Reaksi warna dengan tembaga (Cu) |
| Air | Oven 105°C | Timbang - Keringkan 3 jam - Timbang lagi |
| Mineral / Kalsium | Tanur 550°C + AAS | Bakar jadi abu, baca dengan sinar AAS |
Geser tabel ke kanan kalau di HP
🥤 MINUMAN LEZAT KOMBINASI SUSU
Video: Ide Minuman Lezat Kombinasi Susu Segar
Kebutuhan keluarga ,kasur,Fashion Muslimah Terbaik ada disini
Kunjungi Toko Sunarta Berikhtiar
Dukung Kami 🙏
Kami berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman. Jika artikel ini bermanfaat, silakan dukung kami dengan donasi seikhlasnya ke:
BCA: 0152782819
a.n Sunarta










