Friday, 13 March 2015

PEMBUATAN RUANG LABORATORIUM BERSTANDAR INTERNASIONAL



PEMBUATAN RUANG LABORATORIUM

Sebuah perusahaan bonafide dan berteknologi tinggi yang bersangakutan dengan produk makanan dan minuman, obat-obatan, kimia,Pettrokimia, mikrobiologi,rumah sakit dll tentunya tidak akan lepas dari keberadaan laboratorium yang memenuhi persyaratan dan standar laboratorium.
Demikian juga untuk Universitas-Universitas bonafide yang memliki fakultas exact seperti MIPA, Teknik Kimia, Teknik Industri atau sekolah-sekolah menengah kejuruan seperti sekolah anlis kesehatan, sekolah analis kimia, Sekolah Menengah Teknologi Industri tidak akan lepas dari keberadaan laboratorium yang memadai.
Dalam membuat ruang Laboratorium tidak semert-merta membuatnya, tentunya harus memenuhi kriteria-kriteria sebuah Laboratorium yang prasrana dan sarana sangatlah penting.
Berikut hal- hal penting yang harus dipenuhi dalam pembuatan ruang Laboratotium :
1. Pencahayaan ruangan
   Tentunya ruang Laboratorium harus cukup cahaya karena akan sangat berpengaruh dalam kenerja analis dalam kegiatan analisa, seperti saat mengamati perubahan warna dalam titrasi dll.
   Adapun cahaya ruang bisa diperoleh dari cahaya matahari maupun dengan pencahayaan lampu, hal yang perlu diperhatikan bahwa pencahayaan dari sinar matahari jangkauanya hanya sekitar 7 m, maka perlu sebaiknya ruang Laboratorium memakai jendela kaca paling tidak 1/3 dari luas lantai raungan, akan tetapi perlu diperhatikan pula tentunya di Laboratorium ada bahan-bahan kimia yang tidak boleh terkena sinar matahari langsung, adapun apabila ruangan tertutup dan tidak menggunakan cahaya matahari, menggunakan lampu standar pencahayaan berkisar antara 540 -1075 lux atau lument.

2. Sirkulasi udara
   Pertukaran udara dalam ruang Laboratorium merupakan hal yang sangat penting karena adanya bahan-bahan kimia yang menimbulkan gas beracun, yang bersifat karsinogen, maka harus dibuang keluar dan ada pergantian udara yang segar, dengan adanya ventilasi yang bagus, berupa ventilasi alami maupun buatan berupa AC, dan AC juga berfungsi untuk mengkondisikan suhu ruang dan untuk mendapatkan suhu optimal dalam laboratorium diperhitungkan untuk 20 m2 memerlukan 1 PK, selain dari pada itu ruang laboratorium di pasang arm hood ( Extraction Vent ) , almari asam ( fume hood)untuk bekerja dengan bahan-bahan bersifat asam atau mereaksikan bahan-bahan yang Menimbulkan Gas asam tentunya pembuangan gas-gas bersifat asam ke udara lingkungan harus di netralkan terlebih dahulu menggunakan Scrubber, sedangkan untuk yang bekerja dengan bahan infeksius harus menggunakan Bio safety Cabinet, dan bekerja dalam kondisi steril harus menggunakan Laminar Air Flow

3. Kelembaban dan Suhu ruang
   Karena dalam Laboratorium terdapat instrument/ peralatan yang sangat peka terhadap suhu,maka suhu ruang harus terkontrol demikian juga kelembaban apabila terlalu lembab akan menjadikan komponen elektronic bisa mengalami bad contact,  Laboratorium harus memiliki ruang khusus yang memiliki suhu 1-4ÂșC guna menyimpan sampel dalam waktu tertentu untuk menghindari degradasi dan kontaminasi.


4. Sumber Energi
   Laboratorium harus mendapatkan sumber energi yang memadai, harus diperhitungkan kebutuahn energi listrik untuk alat-alat yangdigunakan,penerangan dll, instalasi jaringan harus sesuia standar keslamatan dan dilengkapi UPS untuk menjaga kesetabilan arus sehingga keawetan alat terjaga juga ada Isolated Ground Circuit.Hal yang tidak kalah penting bahwa Laboratorium harus memiliki sumber energi cadangan yaitu berupa Generator atau Genset.

5. Meja Kerja
   Meja kerja dalam labortorium harus memenuhi standar yaitu terbuat bahan yang kuat,permukaan rata dan halus,tahan bahan kimia juga suhu tinggi biasanya ini menggunakan lapisan Phenolic Resin,kedap air, dan mudah dibersihkan.
   Tentunya meja kerja memiliki standar ketinggian disesuaikan dengan postur tubuh paraa analis, biasanya untuk di Indonesia ketinggian berkisar 70-80 Cm dan lebar 80-90 Cm, sedang panjangnya disesuakan dengan luas ruangan.
   Harus diperhatikan jarak meja kerja antara dinding, antara meja agar analis dengan leluasa untuk bergerak, apabila meja berbatasan dengan dinding dan ada analis yang lewat dibelakang analis lain yang sedang bekerja, jarak meja dengan dinding paling tidak 1.2 m, sedangakan jarak antar meja apabila dimungkinkan ada analis yang bisa lewat antara analis yang yang sedang bekerja didua sisi bersebalahan maka jarak antar meja paling tidak 1.35 m.  

6. Keselamatan / safety dan accesories
  Dalam ruang Laboratorium harus terlengkapi alat-alat keselamatan kerja yang memadai seperti Emergency Shower, Jas laboratorium , Kaca mata pengaman, face protector, sarung tangan karet, sarung tangan kulit, Eye washer dll, dan harus ada pula accesories lain guna menyalurkan Gas dan Air dan tidak boleh ketinggalan ruang Laboratorium kimia harus memeilki almari asam ( fume hood ) yang dilengkapi dengan exhaust fan ( Blower ) dengan kekuatatan buang udara yang memadai, perlu diperhatikan juga gas buang harus di netralkan terlebih dahulu.

7. Sumber Air
  Laboratorium tidak bisa lepas dari Air yang bersih dan memadai untuk pencucian glasware, cuci tangan, juga untuk saluran Emergency Shower dan tentunya pada tempat-tempat pencucian, meja-meja dilengkapi dengan Zinc.
Apabila menghendaki penjelasan lebih lanjut silahkan hubungi :
Sunarta
Hp  : 081329036646 WA/HP : 082137320434
Email : sun_elarta@yahoo.com
             membagiilmuolehsunarta@gmail.com
             sunartapriyayikeren@gmail.com
juga bisa di buka link youtube saya klik  https://youtu.be/W9YI_LbyfQ8

Terlampir beberapa contoh desig dan ruang Instalasi Laboratorium
 Contoh design ruang laboratorium

 Contoh meja-meja laboratorium

Contoh Fume Hood
Contoh Fume Hood dengan Scrubber

 Contoh Accesories untuk water tap


Contoh accesories Gas Tap dan Zinc

 Contoh accesorie untuk safety dan accesorie lain

CARA MENGHILANGKAN KETOMBE SECARA TRADISIONAL DAN MEBEDAKAN MADU ASLI DAN PALSU



CARA MENGHILANGKAN KETOMBE SECARA TRADISIONAL
Ketombe yang bersarang di kepala tentunya sangatlah menjengkelkan, karena gatal, juga rambut kelihatan kotor, padahal sudah pakai sampo bermacam-macam, jadi sangat malu apabila sedang kumpul-kumpul dengan teman-teman.
Ada resep tradisional untuk menghilangkanya :
Ambil Kangkung yang masih segar skitar 3 genggam, rajang kecil-kecil kemudian diremdam dalam air bersih satu malam sehingga warna kebiru-biruan,usapkan air rendaman kangkung tersebut pada kepala paling tidak 2-3 kali sehari, biarkan selama kurang lebih 15 menit baru dibersihkan, kalau kepala berketombe kena air kangkung akan pedih tapi akan sembuh beberapa hari.

MEMBEDAKAN MADU ASLI ATAU PALSU
Siapa yang belum kenal madu ? madu sangat bermanfaat baik untuk kesehatan dan menjaga stamina juga membuat awet muda, tapi karena kenakalan pedagang yang tidak bertanggung jawab kita suka dibohongi, untuk itu kami beri tip membedakan madu itu asli atau palsu :
-          Madu asli bila diteteskan pada kertas koran bagian bawah kertas tidak basah dan bila dimasuki telor maka telor tersebut akan matang
-          Madu palsu apabila diteteskan pada koran maka kertas koran bagian bawah akan basah dan apabila dimasuki telor maka telor tidak bisa matang.

Pembuatan Larutan Standar Sodium Thiosulphate 0.1N LArutan Standar Calsium Carbonate, Larutan standar Iodine 0.1 N



PEMBUATAN LARUTAN STANDAR ( I )

1.       Larutan  Sodium Thiosulphate 0.1 N
Timbang 25 gr Sodium Thisulphate Crystal ( Na2S2O3.5H2O )A.R masukan dalam labu takar wolume 1 lt, kemudian larutkan dengan air destilasi sampai tanda batas volume

2.       Larutan standar Calsium Carbonate 1 ml ekuivalen dengan 1 mg CaCO3
Timbang Calsium Carbonate A.R dalam glas beaker, larutkan dengan sedikit HCl, tutp beaker dengan glas arloji, bilas beaker dan glas arloji dengan air destilasi bebas CO2 masukan ke dalam labu takar 1 lt, netralkan dengan larutan NaOH, kemudian encerkan dengan air destilasi bebas CO2 sampai tanda batas volume.

Standarisasinya pakai dengan alrutan KIO3 caranya : Timbang 0.15 gr KIO3 kering dalam botol Iodine larutkan dengan air destilasi dan tambah H2SO4 2N sejumlah 5 ml dan 2 gr KI
Kemudian titrasi dengan larutan standar Na2S2O4 tersebut menggunakan indikator SS

3.       Larutan Iodine 0.1 N
Timbang 12.602 Iodine A.R dalam beaker 100 ml tambahkan Potasium Iodine ( KI ) 20 gr,larutka dengan air destilasi dalam labu takar 1 lt dan encerkan sampai batas tanda volume
Standarisasinya : Titrasi dengan larutan Na2S2O3 dengan menggunakan indikator SS

LOWONGAN UNTUK KOORDINATOR SAFETY DI PT.SCHUETZ, KARAWANG , JAWA BARAT, INDONESIA

  Status is reachable Maryoto, ST., RLA . •...