Sunday, 8 September 2019

TIMNAS U-23 MENJUARAI PIALA TROFEO HB X

PERFORMA TIMNAS U-23 MENGHADAPI SEA GAMES

  Perhelatan ajang SAE GAMES 2019 yang akan diadakan di Philiphine sudah semakin dekat, tim besutan bung Indra Sjafri sudah sangat intensif menggelar latihan di Yogyakarta, sejak tanggal 25 Agustus 2019 yang rencananya akan diakhiri pada tanggal 10 September 2019.

  Dalam program latihan kebetulan Raja Kasultanan Yogyakarta Bp.Sri Sultan Hamengku Buwono X menggelar kejuaraan merebutkan tropy yang disebut TROFEO HB X, yang digelar di stadion mandala Krida Yogyakarta, yang diikuti oleh Klub papan atas Bali United, Tim tuan rumah yaitu PSIM yang ingin menunjukan kemampuan untuk agar bisa masuk ke putaran liga 1, kemudian mengundang Timnas Yunior U-23.

  Adapun system pelaksanaan pertandingan 3 tim tersebut saling bertemu, yanga mna diawali oleh pertandingan antara Bali United melawan tuan rumah PSIM, dalam 45 menit kedua kesebalasan membagi angka 0-0 sehingga harus diadakan adu Pinalty, dan PSIM mampu menang dengan skor 4-3, selanjtunya Timnas U-23 menghadapi Bali United , berjalanya pertandingan Timnas U-23 sangat mendominasi, para pemain Bali United dibuat tidak berkutik, kerjasama antar lini besutan Indra Sjafri sudah padu, dan akhiranya pertandingan di menangkan oleh Timnas U-23 dengan skor 1-0,yanh di cetak oleh sani namun ada sebuah catatan dimana Asnawi harus dikartu merahkan karena melanggar pemain Bali United dari belakang, hal ini yang harus dibenahi pengontrolan emosi.

  Melanjutkan putaran selanjutnya dimana Timnas U-23 harus menghadapi tuan rumah PSIM, tentu saja PSIM tidak mau dipermalukan didepan pendukungnya sendiri, maka melakukan tekanan-tekanan denagan cepat ke jantung pertahanan Timnas U-23, namun karena keunggulan teknik dan ketenanagn para punggawa Timnas, permainan PSIM yang dikomandoi legendaris pemain naturalisai Loco Gonzales, mudah diredam dan tidak bisa berkembang, bahkan tidak ada ancaman berarti ke gawang Timnas U-23, sebaliknya koordinasi serangn Timnas U-23 yang di motori Witan Sulaiman, sangat hidup, sering menciptkan peluang-peluang berbahya, dan yang sangat diaprisiasi adalah daya juangnya tidak manja, punya kengototan, terbutkti mampu melesakan 4 goal ke gawang PSIM yang diawali oleh goal Bagas Adi memanfaatkan tendangan bebas dari luar kotak pinalty kemudian di susul oleh 3 goal ( Hetrick ) Oleh Rafli, dan Rafli menunjukan tajinya sebagai striker, pergerakanya sangat sulit diantisipasi para pemain belakang PSIM.
   
Secara keseluruhan permainan Timnas U-23 cukup menjajikan namun ini belum sebuah hasil riel karena lawan yang di hadapi adalah tim domestik, akan terbukti hebat apabila sedah mampu mengalahkan tim-tim mancanegara, dan hal yang harus dibenahi adalah menyiasati untuk serangan-serangan bola silang lambung, juga cara menhalau bola dari serbuan lawan, agar bola haluan tidak jatuh ke kaki lawan.

TIMNAS U-19 KALAH 2-4 LAWAN IRAN


HASIL UJI COBA TIMNAS U-19 MELAWAN IRAN

  Dalam rangka mempersiapkan diri untuk ajang kualifikasi piala Asia 2020 yang akan dilaksanakan tanggal 5- 10  bulan November 2019 nanti, Timnas U-19 melakoni laga Uji Coba dengan kesebelsan IRAN yang nota bene merupakan menyandang gelar 2 kali juara piala Asia, yang dilaksanakan kemarin pada tanggal 7 September 2019 pukul 15.30 yang disiarkan langsung oleh RCTI.

   Menganalisa jalanya pertandingan cukup menarik , dimana adik-adik muda yang kalah postur tubuh dan juga kalah dari segi teknik Individu maupun tim, namun cukup bisa memberikan perlawanan dan mampu menunjukan permainan yang memukau, kadang bisa membuat kerepotan pertahan lawan, bahakan aksi Beckam putra cukup memukau dalam mengobrak-abrik pertahan lawan, kerja sama antar lini cukup terkoordinasi, sayang gawang adik-adik garuda muda terpaksa kejebolan 4 goal dan hanya mampu membalas 2 goal, sehingga kedudukan 2-4 untuk kemenangan Iran.


  Walaupun secara hasil kurang bagus, namun secara permaina adik-adik Garuda muda ini cukup menunjukan penampilan yang lumayan Coach Fachri Husaeni, harus kerja kera untuk meningkatkan performa , harus bisa belajar dari cara bermain para pemain Iran, yang memiliki teknik tinggi dan kerjasama antar lini lebih solid, cara menyergap lawan juga cara antisipasi serangan lawan maupun gojekan skill individu, yang harus ditingkatkan adalah saat bertahan, dimana apabila ada serangan lawan dari sayap dan menusuk ke daerah kotak pinalty, para pemain belakang harus kebih fokus , dan pemain tengah segera turun untuk menutup pergerakan lawan saat terjadi Back Pass lawan dari sisi gawang menuju ruang tembak di kotak pinalty pertahan kit, goal-goal yang terjadi selalu demikin, dan juga para pemain harus ditingkatkan jara melompat setinggi-tingginya untuk menghalau bola-bola atas dan bola silang.


   Memang dalam fase group Timnas Indonesia nantinya tidak berjumpa dengan tim-tim dari jazirah arab, dan dihuni oleh Hongkong, Timor Leste, Korea Utara, namun tidak menutup kemungkinan apabila bisa melampaui fase babak penyisian tetap saja akan bertemu dengan tim-tim yang memilki poatur tubuh tinggi-tinggi dan kekar, maka sangat tepat apabila Timnas kita beruji coba dengan pemain-pemain yang berpostur tubuh lebih tinggi syukur-syukur dari tim Eropa, gar terbiasa mengahdapi tim-tim tangguh sehingga akan meningkatkan kemampuan teknik baik Indivdu maupun tim.


   Tim ini akan bertemu kembali nanti pada tanggal 11 September , hari rabo, di Stadion mandala Krida Yogyakarta.

CARA BLOKIR PENIPUAN SMS BERHADIAH.

 Generasi four point zero ( 4.0 ) memang serba canggih, diiringi adanya aplikasi Android yang memudahkan segala aktifitas bisnis, dunia seol...