Monday, 11 October 2021

TIMNAS LOLOS PUTARAN KETIGA PIALA ASIA 2022 SETELAH MENGHEMPASKAN TAIWAN ATAU CHINA TAIPEI

TIMNAS LOLOS PUTARAN  KETIGA PIALA ASIA 2022 SETELAH MENGHEMPASKAN TAIWAN ATAU CHINA TAIPEI

Prediksi mantan pelatih Malaysia Rajagopal sebelum terlaksananya pertiandingan melawan Taiwan, bahwa Timnas Indonesia tidak mungkin bias lolos ke putaran final, akan kalah dengan Taiwan, ternyata salah, justru Taiwanlah yang tidak berdaya menghadapi Timnas Indonesia dengan bukti kebobolan 5 gol.

Sebagaimana saya bahas di artikel sebelumnya bahwa kedatangan Witan Sulaiman akan menambah daya gedor, timnas, meski hanya sebagai pemain penggganti pemain yang bernaung di klub Polandia Lechia Gdansk ini  akhirnya mampu menambah pundi-pundi koleksi  gol Timnas pada masa injury time babak ke dua.

Jalanya pertandingan babak pertama pada menit pertama mencoba mengambil inisatif penyerangan untuk mengejar deficit jumlah gol, karena Taiwan seabgai tuan rumah, jadi harus menang karena apabila seri maka Indonesia tetap akan lolos, namunsernagnya mampu diredam Evan Dimas dan kawan-kawan terutama ketenangan Rachmat Irianto dalam meredam serangan juga tidak kalah solidnya Ryuji Utomo yang padu dengan Victor Igbonefo dan bek kiri kita Pratama Arhan meski berpostur tubuh kecil namun sangat sulit ditembus penyerang Taiwan, demikian juga Asnawi Mangkualam yang sebelmunya sempat mengalami cider kepala, penampilanya sangat solid.

Evan Dimas yang merangkap sebagi kapten berperan sangta baik, terutama kolaborasinya dengan Egy Maulana Vikri, dan Rachmat Irianto,juga tidak ketinggalan Ricky Kambuaya yang sangat kuat dan tangguh dalam meredam serangan lawan juga membantu serangan.

Tidak sia-sia perjuangan Egy Maulana Vikri yang harus meninggalkan Klubnya demi Indonesia, pada menit ke 27 mencetak gol indah dari sisi kiri kotak pinalti melakukan tendangan crossing melengkung, dan memantul sehingga mengecoh penjaga gawang Taiwan, dan merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Timnas Indonesia.

Dengan kejadian gol tersebut Taiwan mencoba bangkit, dan melakukan sernagn secara sporadic namun semua bisa diredam meski sempat ada 2 kali peluang yang bisa membahayakan  gawang Indonesia , namun sampai akhir babak pertama kedudukan tetap tidak berubah dan agregat menjadi 3-1.

Memasuki babak ke dua Taiwan menggebrak bahkan pada menit awal-awal sempat membuat ketar ketir para pencinta bola Indonesia, namun lagi-lagi seranganya mampu dipatahkan, bahkan dari sebuah skema serangan Evan Dimas menusuk dari sayap kanan, melakukan umpan mendatar ke dalam kotak pinalti, bola sempat disentuh bek Taiwan namun jatuh ke kaki Ricky Kambuaya pada menit 55, dan dengan tenang mengotrol kemudian melakukan tendangan kaki kiri sangat kuat sehingga memperdaya penjaga gawang Taiwan, dan merubah kedudukan menjadi 2-0 dengan agregat 4-1, tentunya ini semakin berat bagi Taiwan, karena harus mengejar 4 gol untuk bisa lolos.

Pada babak ke dua pelatih Shin Tae yong , memasukan Witan Sulaiman, dan ternyata tidak sia-sia, partner Egy Maulana Vikri ini menambah daya gedor serangan Indonesia, sehhingga membuat permainan Taiwan semakin tidak berkembang, namun pada menit ke 75 setelah Evan Dimas ditarik keluar dan digantikan Syahrian Abimanyu, Taiwan bisa sedikit bangkit, bahkan sempat mengancam gawang Indonesia, namun gagal, bahkan pada menit ke 90, Witan Sulaiman mampu menambah gol setelah menerima umpan terobosan dari sayap kiri , dan dengan cerdik Witan masuk kek kotak pinalti dari sayap kanan, yang tidak mampu diantisipasi pemain belakang Taiwab, dengan dingin Witan mencetak gol memplesing bola memakai kaki kirinya, berubahlah kedudukan menjadi 3-0 sampai peluit terkhir dibunyikan sehingga Indonesia menang agregat 5-1 atas Taiwan dan berhak maju ke babak selanjutnya.

Sebagai catatan untuk putaran berikutnya, Shin Tae Yong harus mampu meningkatkan kecepatan cara bermain dengan kerjasama yang lebih akurat.

 

INFORMASI LOWONGAN SUPERVISOR QC

oh Afifurrohman • 2nd Quality Control Analyst di PT Mane Indonesia

Urgently needed!!

Dibutuhkan 4 orang sebagai SPV QC dan 2 orang sebagai admin SAP. Untuk ditempatkan di PT. Ciomas Adisatwa (Japfa) unit Parung-Bogor. Dengan kualifikasi sebagai berikut :

1. Pengalaman kerja minimal 1 tahun di bagian QC Meat Processing
2. Lulusan Teknologi Pangan/pertanian/peternakan/ Kedokteran Hewan/Matematika
3. Mampu bekerja team, disiplin, rajin, teliti, cekatan.
4. Menguasai Ms. Office
5. Mampu bekerja dibawah tekanan
6. Semua posisi di shift.

Jika berminat, kirimkan surat lamaran, cv, foto ke email indra.putra@japfa.com.

 

STRATEGI TIMNAS MENGHADAPI TAIWAN DI LEG 2 : Witan Sulaiman menambah kekuatan tim

STRATEGI TIMNAS MENGHADAPI TAIWAN DI LEG 2 : Witan Sulaiman menambah kekuatan tim

Kita ketahui pada Leg 1 yang dilaksanakan tanggal 7 minggu lalu , Timnas kita mampu  menundukan Tiwan denganSkor 2-1, dalam laga tersebut meskipun Tiwan secara peringkat FIFA unggul atas Timnas Indonesia dimana Taiwan berada pada posisi 151 sedangkan Indoesia berada pada  posisi 175, namun secara permainan Timnas Indonesia lebih unggul erbukti mampu menguasai jalanya pertandingan dengan perbandingan 65 : 35.

Meski menguasai jalanya pertandingan, sangat disayangkan di menit terakhir sempat kehilangan Fokus sehingga kebobolan satu gol, tentunya ini sangat disayangkan,.

Untuk leg ke 2 yang rencananya disiarkan langsung Indosiar mala mini tanggal 11 Oktober 2021, pukul 20.00 WIB meski saat pertandingan leg 1 ada 3 pemain yang cedera, namun pelatih Shin Tae Yong , memastikan mereka tidak mesalah, dan bias tampil untuk mala mini, tentunya ini membuat tenang, lebih-lebih telah bergabungnya gelandang energik bertalenta , Witan Sualiman, tentunya akan menambah daya gedir bagi Timnas , seperti kita ketahui bahwa Witan merupakan partner Egy Maulana Vikri yang selalu menampilkan kerjasama yang apik apabila mereka diduetkan, namun semua keputusan siapa yang akan menjadi starting eleven merupakan wewenang sang pelatih.

Apabila permainan malam nanti bias ditingkatkan lagi, mestinya Timnas Indonesia akan merah kemenangan, tidak boleh lengah dan tidak boleh kendor dalam menggempur perthanan Taiwan, suatu hal ang perlu menjadikan sang pelatih adalah permainan kita masing tergolong lamban, tidak seperti Vietnam, maupun Thailand,.

Untuk bersaiang di tingkat Asia, mestinya Shin Tae Yong harus bias membenahi kecepatan dan keakuratan passing antar pemain.

Satu hal lagi yang perlu dibenahi  para pemain kita yaitu saat melakukan halauan bola dari lawan belum bisa jatuh akurat ke teman, kalau kita perhatikan para pemain Vietnam, Malaysia, Thailand, mereka saat bermain dalam tempo cepat, begitu ada serangan lawan mampu menetrasi dan halauan bola bisa tepat jatuh ke kaki teman.

 

LOWONGAN HES (Health, Environment, Safety) K3 MANAGER di HUTAHAEAN GROUP

Status is reachable Untung ...