Dalam Islam menikah itu diperintahkan oleh Alloh SWT yang tertuang dalam Al Qur'an surat Ar Rum ayat 20 yang artinya : "Dan dari beberapa ayatKu ( Alloh) bahwa sanya Aku ( Alloh ) telah menjadikan pada kamu sekalian dari golongan kamu sekalian beberapa istri agar supaya tenang kamu sekalian pada istri dan menjadikan Aku ( Alloh ) antara kamu sekalian cinta dan kasih sayang,sesungguhnya dalam demikian itu tanda bagi qoum yang berfikir" sedangkan Rosululloh Muhammad S.A.W juga memperkuatnya dalam sebuah hadist beliau bersabda " bukanlah umatku apabila benci sunahku yaitu menikah"
dan masih banyak dalil baik dari firman Alloh dalam Al Qur'an maupun sabda Rosululloh dalam Al Hadist.
Sebuah fenomena di negara maju seperti Jepang, Korea, dan Singapura generasi mudanya tidak mau menikah dengan dalih tidak mau direpotkan oleh kehadiran sang anak, dan ini dianggap mengganggu kebebasan mereka, sehingga ke tiga negara tersebut mengalami permasalahan pertumbuhan penduduk yang melambat yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja di usia produktif.
Kejadian sepertinya mulai diikuti oleh generasi muda Indonesia terutama yang tinggal diperkotaan akibat dari kesibukan bekerja untuk memburu rezeqi,kebanyakan mereka menunda usia nikah demi karier.
Kebanyakan anak muda ragu atau menunda bahkan takut menikah padahal kebutuhan biologis harus disalurkan karena takut apabila punya anak kuatir akan menjadi miskin, padahal realitanya Tuhan menciptakan manusia itu sudah membawa rezeqinya masing-masing , adakalanya punya banyak anak justru malah rezeqinya berlimpah dan adakalanya yang tidak punya anak atau hanya punya anak satu justru rezeqinya pas-pasan bahkan seret.
Bahkan ada dalil dari Rosululloh " apabila ingin kaya maka nikahlah" dan ini terbukti apabila kita belum nikah bisa jadi belum punya apa-apa, tetapi setelah menikah akhirnya bisa membeli perabotan bahkan bisa kebeli rumah dan lain sebagainya.
untuk itu mengapa mesti takut dan harus meninda pernikahan ? padahal disaat melangsungkan pernikahan banyak yang mendoakan kebahagiaan, mendoakan menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.
Apakah yang sekiranya permasalahan yang akan dihadapi dalam membina rumah tangga ?Mungkin dalam awal-awal pernikahan akan terasa manis, semua kelihatan indah dan romantis namun tidak jatang ini hanya skan berjalan dekitar 6 bulan, kemudian setelahnya bisa jadi akan mulai muncul problem-problem kecil, karena sifat asli masing-masing individu mulai nampak, dan apabila tidak teratasi akan semakin membesar.
Ada orang tua yang memberikan wanti-wanti, bahwa problem paling berst dalam menjalin kehidupan berumah tangga itu 3 tshun pertama, apabila mampu melewatinya maka pernikahan akan berjalan baik namun pada usia pernikahan tahun ke 10 biasanya akan muncul lagi permasalahan,apabila mampu mengatasi maka pernikahan akan awet.
Adapun permasalahan pokok dalam berumah tangga itu srbenatnya hanya 2 yaitu :
1.Hubungan suami istri terutama hubungan biologis
2.Ekonomi.
namun 2 masalah tersebut bisa berkembang merembet ke mana-mana.
Mari kita bahas poin 1 yaitu hubungan Suami-Istri.
Tujuan pernikahan yang paling utama adalah agar terjadinya hubungan suami-istri secara halal, karena bagi bangsa yang beradab juga memegang teguh norma agama serta tatatan secara sosial apabila hamil diluar nikah meripakan hal tabu dan dosa.
Awal keributan bisa dimulai dari hal ini, misalnya pada waktunya sang suami menginginkan berhubungan, akan tetapi sang istri menolak dengan alasan cape, sibuk, tidak mood dll, ini bisa membuat suami marah dan emosi sehingga mencari pelampiasan apapun bentuk pelampiasanya.
Note: Artikel belum selesai masih berlanjut, besok buka n baca lagi ya...
#Tip
#keluarga
#ekonomi
#hubungan suami istri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter