Monday, 23 April 2018

REVOLUSI MENTAL DAN PENANGKALAN TERORISME

MEMPERBAIKI MENTAL DALAM HIDUP MEREDAM TERORISME

  Ingin kaya raya ? wajar.... hampir setiap individu manusia yang hidup di muka bumi ini menginginkan kekayaan, berupa harta benda yang berlimpah ruah, bahkan mulai sejak ana-anak sampai kakek-kakek maupun nenek-nenek bergelimang harta adalah sebuah obsesi.
  Semua beranggapan kalau banyak harta hidup akan enak, serba kecukupan, apa-apa yang diinginkan serba keturutan, tak pelak lagi dalam masyarakat sekarang kadang dihormati, dimuliakan karena orang tersebut adalah orang berada, orang The have, dan biasanya segala urusan akan selalu diprioritaskan, maka tak jarang orang-orang yang kurang mampu, alias miskin suka tersisihkan dipandang sebelah mata, dengan fenomena ini falsafah jawa " ajining diri ono ing lathi, ajining rogo soko busono' akan tergantikan menjadi "ajining menungso amargo bondho"
   Dengan kondisi seperti itu maka sekarang manusia akan selalu sibuk bekerja keras untuk mencari harta, menumpuk kekayaan, mereka setiap hari tak lepas dari Do'a agar selalu diberi rezeqi, sukses dalam pekerjaanya atau usahanya bisa menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, segala macam cara diusahakan dalam mengisi kehidupan untuk mencari uang ada yang jadi buruh, pegawai negeri, wirausaha, dan lain-lain, hanya saja tidak sedikit mereka dalam mencari uang dengan cara-cara yang tidak benar, dengan cara yang curang, menipu ,jadi penjahat, korupsi, suap menyuap dan lain sebagainya, padahal mereka semua punya agama, dalam agama selalu ditekankan kebaikan, kejujuran namun banyak yang tidak menyadari atau bahkan sengaja melanggar norma-norma agama, semua itu hanya demi uang , padahal uang bukanlah segalanya sayangnya zaman now segalanya pakai uang, sangking sibuknya mencari uang kadang lupa bahwa kita semua ini akan mati, malaikat pencabut nyawa selalu mengintai menunggu perintah untuk mengambil nyawa, kita lupa seolah-olah akan hidup selama-lamanya, kita tidak sadar bahwa harta yang kita cari dengan susah payah itu adalah bukan harta kita, itu merupakan harta warisan yang tidak bisa kita nikmati, akan di nikmati ahli waris, padahal kita mati-matian mencarinya sementara tidak bisa kita bawa mati, tidak semua orang bisa menyadari bahwa sebenarnya ada kehidupan setelah mati yang harus dipertanggung jawabkan dari hasil kehidupan dunia fana, mestinya harta yang kita cari itu untuk bekal kita sendiri yaitu dijadikan amal jariah, dijadikan amal sholeh yang akhirnya bisa dinikmati setelah mati karena ada imbalan pahala dari Alloh SWT, sesuai yang dijanjikanya.
   Rosulloh S.A.W memberikan pelajaran dan contoh dalam mencari dan memanfaatkan harta dengan baik, mengajarkan agar orang berbuat baik, berakhlakul karimah, mulai sejak anak-anak, diajarkan agar taat, menghormat kepada orang tua, tidak boleh berani kepada orang tua ( yang tidak maksiat ) apabila berani terhadap orang tua bahkan ditakut-takuti dengan sebutan anak durhaka, yang diancam masuk neraka kelak, ini sebenarnya sebuah REVOLUSI MENTAL, yang mana apabila bisa diterapkan sehingga bisa berlaku turun temurun maka akhlak manusia akan baik, dunia ini akan aman tentram dan damai.
    Rosululloh S.A.W juga memberi batasan-batasan dalam mencari harta yang halal dan menghindari yang haram, kalau dilanggar maka ada ancaman masuk neraka, kalau semua ini dilakukan dan manusia takut dengan ancaman neraka, maka manusia itu selalu untung dan menguntungkan, tidak ada yang dirugikan, sehingga kehidupan akan berjalan harmonis, sayangnya semua itu tidaklah bisa berjalan sempurna karena tentu saja adanya hawa nafsu yang tidak lepas dari pengaruh Syetan.
Rosululloh diutus ke muka bumi untuk memperbaiki akhlak manusia, banyak memberikan contoh-contoh ketauladanan bagaiman bersikap terhadap sesama manusia, salah satu contoh dahulu pernah ada orang badui yang sangat kampung bahkan tidak tahu tata krama, masuk ke dalam lingkungan masjid yang masih beralasa pasir, tiba-tiba orang tersebut buang air kecil/kencing disalah satu sudut masjid, saat itu para sohabat menghunus pedang ingin membunuh orang tersebut, namun dicegah oleh Rosululloh, dan Rosululloh menasehati Sohabat yang sudah emosi agar mebiarakan arang tersebut samapai selesai buang air kecil, terus Sohabat disusurh mengambila air untuk menyiram tempat yang sudah kena air kencing tersebut dan menyuruh menasehati dan memeberi tahu kepada orang baduy tersebut.
Apabila orang Islam memahami ajaran-ajaran Rosululloh, mestinya tidak ada terorisme dengan cara Bom bunuh diri, karena pernah saat terjadi peperangan dengan orang kafir saat itu ada seorang pejuang agar disebut seorang yang mai sahid, saat terluka yang sangat parah justru menusukan dirinya ke ujung tombak, agar mati dan mendapat julukan mati sahid, seketika itu ada Sohabat yang lain bertanya kepada Rosululloh, ya Rosululloh, apakah si fulan itu mati sahid ? maka dijawab oleh Rosululloh, Tidak, bahkan dia kekal di neraka.
Menengok dari peristiwa itu mestinya para Bomber teroris mau belajar, tidak ada dalilnya mati dengan membom bunuh diri itu mati sahid....bhakan ancamanya masuk neraka.
    Syetan akan selalu menggoda manusia untuk melanggar aturan Alloh dan Rosululloh karena sudah menjadi keputusan Alloh saat diciptakanya Adam, Syetan telah diberi ijin oleh Alloh untuk menggoda manusia karena telah dihukumi masuk neraka di kemudian hari sebab kesombonganya tidak taat kepada Alloh, untuk itu mari kita jangan sampai tergoda Syetan untuk diajak masuk neraka, karena nerAka itu siksanya saNgat pedih dan kekal.
 
   
    

No comments:

DI CHINA MENYEMBUHKAN COVID 19 HANYA DENGAN AIR PANAS

 BERITA INI MENERUSKAN INFORMASI YG TERRSEBAR DI WHATSAPP: Fakta, mengapa akhir2 ini di cina, jumlah orang yang terinfeksi virus Corona/Covi...