Monday, 29 October 2018

FAKTOR PENYEBAB KALAHNYA TIMNAS U-19 GARUDA MUDA DENGAN JEPANG

TIMNAS MUDA KITA TERPAKSA MENGAKUI KEUNGGULAN JEPANG 0-2

Nyesek, kecewa, gemes... tapi itu sebuah realita, 90 menit waktu yang diperlukan untuk menghantarkan Timnas Garuda Muda menuju pentas piala dunia tahun depan di Belgia, terpupus sudah karena takluk dari negeri Samurai Biru Jepang dengan Skor 0-2, memang betul kata bung Indra safri sebagai coach bahwa dalam sepak bola itu ada menang dan kalah, dan itu hala yang biasa, akan tetapi mengapa kekalahan pada Timnas kita sudah menjadi kebiasaan ?sempat terbesit sebuah harapan dan angan-angan dari hasil penyisihan group yang mamapu menghempaskan UEA walaupun hanya dengan skor tipis 1-0, sehingga harapan seluruh pencinta sepak bola nasional seolah-olah sudah melayang di atas awan tuk menuju pentas piala dunia U-20.
Sayangnya di perempat final sudah harus bertemeu dengan mantan juara Dunia Jepang, sebenarnya mental para punggawa Timnas dah terpupuk, dengan semangat juang tinggi tidak pernah merasa takut terhadap lawan siapaipun lawanya, karena dalam hati mereka sudah ditanamkan mental baja bahwa tidak ada yng perlu di takuti kecuali Tuhan dan Orangtua.
Dalam laga kontra kesebelasan Jepang kemarin sore, sebenarnya teknik para pemain kita tidak kalah jauh, hanya saja kehilangan fokus di menit-menit akhir babak pertama di mana salah satu pemain belakang lawan yang merangsak maju dan memiliki ruang tembak ideal, belum sempat dilakukan blocking namuan sudah melesakan tembakan keras terukur pada pojok kiri atas penjaga gawang kita Riyandi, dan sepertinya itu memang goal berkelas dan sulit untuk diantisipasi.
Memasuki babak ke dua Timnas Garuda Muda mencoba inisiatif mealkuakn serangan cepat, tapi sayang setiap pergerakan bola mampu di baca oleh para pemain lawan sehingga sangat mudah untuk diintersep, dengan tidak adanya Egy Maulana Fikri memang sepertinya daya gedor Tim Garuda muda kurang menggigit, Hanif Sagara yang diaharapkan mampu berbuat banyak ternyata di bawah form, sering melakukan kesalahan kontrol bola, kalah dalam berebut bola dengan para pemain Jepang, memang para pemain Jepang sangat taktis, cerdik dalam bermain disampaing memiliki teknik Individu juga kerjasama tim sangat solid adan rapi ditunjang pergerakan tanpa bola yang sangat cepat, sehingga para pemain kita sering salah antisipasi alur serangan lawan.
Hal yang perlu dibenahi terhadap permainan kita antara lain dalam melindungi bola saat mendribel ( Hanya Saddil yang kelihatan menonjol ) dalam memarking lawan juga sering lolos untuk penyergapan, kemudian skema serangan yang sudah tersusun tiba-tiba kehilangan momentum yang mana seharusnya bis dilakuakn direct shoot, tapi timing suka tidak tepat, disamping itu saat rekan terkepung lawan , tidak ada pemain kita yang mendekat untuk meminta bola, terjadinya Goal ke 2 dipertengahan babak ke dua sebenarnya tidak perlu terjadai apabila para pemain fokus dan cerdas dalam mengantisipasi pergerakan lawan, mungkin karena diguyur hujan deras, sehingga langkah sangta berat dan bola bisa liar walau hanya dengan sentuhan pelan, sebenarnya kami sangat menunggu masuknya Todfere di awal-awal babak ke dua, nyatanya coach Indra Safri sangat terlambat memasukan dia, baru masuk pada menit ke 75, padahal apabila di masukan pada  menit awal babak ke dua pasti akan lain hasilnya, permainan akan lebih hidup, nyatanya setelah masuknya Todfere pada akhir babak ke dua serangan Timnas Garuda Muda makin hidup bahkan sempat beberpa kali mengancam gawang lawan, namun apa hendak di kata, nasi telah menajadi kerak, namun kami sangat bangga atas semangat juang anak-anak muda yang penuh semangat tanpa mengenal lelah, pada menit ke 50 saya sudah ga sabar bahkan gemas dengan caoch Indra Safri.... koq tidak segera masukan Todfere, seandainya saya punya nomor WA nya mesti sudah saya WA, karena permainan Hanif dari babak 1 sudah kelihatan kurang bagus, tim ini harus dibina terus, seharusnya PSSI menekankan kepada semua pelatih klub terutama pelatih asing untuk bisa memberikan materi dan menu latihan yang bisa meningkatkan skil, teknik kecepatan dan stamina yang tinggi terhadap para pemainya, sehingga apabila suatau saat diperluakn untuk Timnas mereka benar-benar mumpuni. 
Menengok gaya permainan Jepang sangatlah pantas apabila mereka adalah kandidat juara, mereka mampu membaca permainan lawan, mampu melakukan serangan yang terkoordinasi dengan rapi dan cepat, dan melakukan tusukan-tusukan tajam ke jantung pertahanan kita. 
Kita tinggal menunggu perhelatan piala AFF yang akan di gelar mualia tanggal 8 November mendatang, semoga timnas Senior bisa menjadi pelipur lara, untuk meraih gelar, tentunya coach Bima Sakti yang dibantu Kurniawan Dwi Yulianto harus bisa bekerja keras, menerpak strategi yang tepat untuk menaklukan lawan-lawanya.


No comments:

MENYEMBUHKAN DARI SERANGAN COVID BERDASARKAN PENGALAMAN DR RUMAH SAKIT

  Nasihat di rumah sakit isolasi (bisa diterapkan di rumah) -obat yang diambil di rumah sakit isolasi  1. Vitamin C-1000  2. Vitamin E (E)  ...