Thursday, 14 November 2019

TIMNAS U-22 DITAHAN IMBANG IRAN 1-1

Dalam lag uji coba melawan IRAN kemarin tangga 13 November 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar , Bali Timna sIndonesia U-22 terpaksa ditahan imbang 1-1.

Jalanya pertandingan berjalan sangat ketat dan berimabang, namun Timnas Iran yang memiliki keunggualan postur tubuh juga teknik lebih bagus rupanya ingin menggebrak pada 5 menit awal babak pertama, keluar dari tekanan Evan dimas dan kawan-kawan mencoba membangun serangan dari bawah dan saat ada peluang di menit ke tiga Muhammad Rafli mendapatkan kesempatan untuk mencetak Goal, sayang sudah terjebak Offside terlebih dahulu, baru pada menit ke 9 sbuah skema serangan Timnas Indonesia, sebuah serangan yang diawali oleh penguasan bola Feby Eka Putra, melihat Muhammad Rafli siap untuk melakuakn sprint , dengan ceradas Feby memberikan umpan terobosan , di sisi pertahanan sebelah kanan pasukan Iran, denahn jitu Muhammad Rafli mendorong bola ke depan dan melakukan tembakan keras yang tidak bisa di jangkau penjaga gawang Iran.

Para pemain Iran seperti terhentak, setelah kejebolan 1 gial, sehingga merespon dengan cepat dan menciptakan peluang 1 menit kemudian, bahkan tercatat 3 peluang emas yang diciptkan oleh para pemain Iran , tapi semua berkat penampilan penjaga gawang Awan Setho, sampai menit terakhir selamatlah gawang Indonesia untuk tidak kebobolan sehingga kedudukan 1- 0 untuk keunggulan sementara Timnas Garuda Muda.
Memasuki babak ke 2, pasukan Iran terus menggebrak dan menggempur Timnas kita, beberapa kalai menciptkan peluang-peluang berbahya, dan usaha keras dari para pemain Iran terbayar pada menit ke 67 setelah Ali Rezazaali mampu menceploskan bola ke gawang Awan Setho setelah mendapat umpan tarik dari Ali, sehingga merubah kedudukan menjadi 1-1

PAda pertengahan babak ke 2 sebenarnya Egy maulan Fikri mendapatakn umpan manis dari Osvaldo hay, namun sayang sapuan kaki kirinay meleset, padahal saat itu Eggy berdiri bebas di depan gawanag tanpa ada pengawalan.

pada akhir-akhir babak ke dua setidaknya ada 2 peluang emas yang semstinya bisa di konversikan menjadi Goal, saat Eggy Maulana Fikri berhasil merangsek menusuk sebelah kiri pertahanan Iran, dan memberikan umpan silang ke tiang jauh, Sani Rizki yang menerima bola gagal melesakkan Goal padahal penjaga gawang Iran sudah out of position, kemudian selang beberpa menit kemudian gantian Osvaldo Hay mendapat umpan matang dari Eggy Maulana Fikri, sayangnya eksekusi Osvaldo hay tidak bisa dikonversi menjadi Goal karena kurang tenang.

Sampai akhir babak ke dua kedudukan tetap 1-1, dan pelajaran yang bisa di petik dan harus diperbaiki para pemain Indonesia adalah masih mudah ditipu pergrakan lawan, masih sering terlambat mengantisipasi serangan lawan, saya yaqin Coach Indra Sjafri bisa melakukan perbaikan untuk pertandingan ke 2 yang akan dilaksanakan tanggal 16 November di Stadion Pakansari, Bogor, dan rencana RCTI akan menyiarkan secara langsung pada pikul 16.30 WIB

No comments:

MENYEMBUHKAN DARI SERANGAN COVID BERDASARKAN PENGALAMAN DR RUMAH SAKIT

  Nasihat di rumah sakit isolasi (bisa diterapkan di rumah) -obat yang diambil di rumah sakit isolasi  1. Vitamin C-1000  2. Vitamin E (E)  ...