November 19, 2023

PIALA DUNIA : TIMNAS U-17 DAN SENIOR SAMA-SAMA MENDERITA KEKALAHAN

PIALA DUNIA : TIMNAS U-17 MAUPUN YANG SENIOR SAMA-SAMA MENELAN KEKALAHAN

Laga terakhir penyisihan group A putaran final piala Dunia U-17 sudah diketahui hasilnya dimana pada group A, Timnas Indonesia ditaklukan Maroko dengan skor cukup meyakinkan yaitu 0-3 sementara bermain imbang 1-1 saaat menghadapi Panama, sehingga timnas Indonesia hanya menduduki peringkat ke 3 dengan nilai 2 dan silsih gol -2 karena memasukan 3 dari hasil melawan Ekuador 1, Panama 1 dan dengan Maroko memasukan 1, akan tetapi kemasukan 5, dengan hasil seperti ini maka harapan untuk melaju ke babak 16 besar jelas dalam keadaan sulit, dan harus ditentukan oleh hasil pertandingan di group lain yaitu group E dan F, karena sebelum berakhirnya group tersebut, Timnas Indonesia U-17 berada pada urutan terbawah dari jatah 4 tim posisi ke 3 terbaik, jadi kemungkinan tergusur sangatlah besar, dan ini terbukti setelah tanggal 18/11/2023 pertandingan penyisian group diselesaikan yang akhirnya Timnas Indonesia tergusur oleh kemenangan Meksiko atas Venezuela, karena Meksiko akhirnya menjadiRunner UP, yang sebelumnya hanya mengantongi 1 poin dengan kemenangan tersebut menjadi 4 , dan Venezuela tetap berada pada peringkat 3 terbaik ditemani, Jepang, Iran, dan Uzbekistan.

Berikut adalh 16 negara yang lolos ke babak 16 besar piala dunia U-17 :

1.Jerman

2.Perancis

3.Ekuador

4. Spanyol

5.Uzbekistan

6.Mali

7.Brasil

8.Argentina

9.Sinegal

10.Inggris

11. Amerika Serikat

12.Jepang

13.Meksiko

14.Venezuela

15.Iran

16.Maroko

Dengan tidak lolosnya Timnas Indonesia tentu saja membuat kecewa bagi para penggemar sepak bola Nasional, namun apa daya semua pemain dan pelatih tentunya sudah bekerja keras, akan tetapi memang kualitas permainan baik secara tim maupun Individu kita masih kalah dengan tim-tim yang berhasil melaju ke babak 16 besar, mereka meskipun masih berumur dibawah 17 tahun akan tetapi sudah mampu menampilkan permainan sepakbola yang atraktif, tersekema dengan rapi ditunjang oleh factor stiamina dan postur tubuh yang sangat ideal jelas mereka benar-benar medapat penanganan dalam sistem berlatih.

TONTON VIDEO INI : GAYA BERMAIN MALI MAMPU MENGGILAS ARGENTINA

Meskipun Timnas Indonesia harus berhenti dibabak kualifikasi group, untung saja tidak menjadi bulan-bulanan oleh tim lain sebagaimana diprediksi oleh banyak pihak, namun karena para pemain dalam tim ini adalah merupakan cikal bakal para pemain senior untuk 5 tahun ke depan, mestinya PSSI membuat program yang kompetabel secara berkesinambungan sehingga benar-benar terbentuk tim yang solid dan tidak mengandalkan program Naturalisasi untuk mendapatkan pemain secara instan, sebenarnya untuk Naturalisasi itu diperlukan untuk memajukan sepak bola Nasional, akan tetapi apabila bukan pemain yang benar-benar berkualitas, justru akan menjadi bumereng, dimana prestasi tidak tercapai, dan menenggelamkan bakat-bakat para pemain lokal,untuk itu seyogyanya PSSI memikirkan hal seperti ini.

TONTON VIDEO INI JUGA : TITK LEMAH PARA PEMAIAN INDONESIA

Sekarang kita bahas timnas senior dibawah asuan Shin Tae Yong yang mengawali penyisihan group untuk piala Dunia 2026, melawan kesebelasan  Irak, sebagai tim tamu Timnas Garuda dibuat tak berdaya, kalah telak 1-5, menengok dari segi permainan memang Irak benar-benar di atas Indonesia, gaya bermain sudah sangat kental bercirikas Eropa bukan seperti gaya permainan tim-tim timur tengah lagi, ditunjang juga postur tubuh yang rata-rata lebih tinggi dan berisi, baik teknik endivideu maupun kolektivitas kerja tim membuat para pemain Indonesia selalu dalam tekanan, dan ini membuat para pemain belakang kita seperti panik, sehingga melakukan beberpa kesalahan, terbukti pada gol pertama, halauan bola dari Marck Klok justru jatuh ke kaki lawan dan bisa dikonversi menjadi sebuah gol, untuk kejadian gol ke dua bunuh diri oleh Jordy Ahmad,yang tujuanya ingin membuang bola efek dari umpan lambung, justru masuk ke gawang Nadeo yang sudah mati langkah, gol ke 3 oleh Irak juga akibat keraguan antara Asnawi dengan Marck Klok untuk mengambil bola liar, dan justru bisa dimanfaatkan oleh pemain Irak untuk melakukan tendangan dari luar kotak pinalti, bola yang menyusur tanah disudut tiang jauh tidak dapat dijangkau oleh Nadeo, sebenarnya saat kedudkan 0-2 Indonesia bisa memperkecil kedudukan lewat Shyne Patinama sebenarya ada secercah harapan, sayangnya justru Irak mampu mencetak gol ke 3 , yang menjadikan mental pemain down, pada babak ke 2 Shin Tae Yong melakukan perubahan strategi dengan memasukan Saddil Ramdani, permainan jadi lebih hidup, namun sayangnya babak ke dua justru Irak mampu menambah 2 gol, hal yang menjadikan sorotan adalah dipasangnya Adamalis, dibabak pertama bahakan baru dapat bola 1 kali itu penguasaan hanya 10 detik, setelahnya tu tidak pernah mendapatkan bola sama sekali, sebenarnya menurut pengamatan kamiwatan Sulaiman atau  Eggy Maluana Vikri lebih baik daripada Adamalis, karena ke dua pemain ini justru memiliki visi dalam bermain, sayangnya justru Eggy Maulana Vikri dicoret dari skuad, kemudian pemasangan striker Dendy sulistyawan dengan Dimas Drajat justru tidak efektif karena dua pemain ini memilki karakter sama, dan menempatkan posisi yang sama, tidak bisa membuka ruang.

Kekalahan perdana ini sebenarnya bisa dimaklumi karena para pemain telah melakukan perjalan jauh selama 16 jam itupun perjalanan yang tidak bisa bersamaan dengan waktu juga mepet, sehingga kecapaian, dan menyebabkan tidak fokus saat bermain,mestinya Shin Tay Yong mengevaluasi pemain, dan mempersiapkan untuk pertandingan selanjutnya setidaknya bisa mencapai runner up sehngga bisa melangkah ke putaran ke 3.

 

Tidak ada komentar:

POLYESTER