Dalam group H ini memang menurut rangking FIFA untuk tim seniornya jauh dari Indonesia ,berdasarkan data terakhir per tanggal 17 Oktober 2025, paling tinggi adalah Brasil dengan rangking 7, kemudian Honduras 64, Zambia 87 sedangkan Indonesia 119, jelas jarak yang sangat jauh.
Pada awal babak pertama sebenarnya Garuda muda sempat memberi kejutan mencetak gol pada menit ke 11 oleh Zahaby Gholy setelah umpan tarik kedepan kotak penalti bola yang sempat ditepis penjaga gawang Zambia Cristo Chitambala jatuh ke kaki Gholy yang luput dari pengawalan dan dengan tenang mampu menceploskan bola ke gawang dengan mudah.
Pertandingan berjalan cukup menarik, bahkan pada menit ke 4 Zambia sempat mencetak gol, namun wasit menganulir karena pemain Zambia dalam posisi offside.
Setelah tertinggal 0-1 Zambia meningkatkan serangan, mengandalkan kelebihan postur tubuh, meraka melakukan long pas bola lambung yang akhirnya pada menit ke 35 mampu menyamakan kedudukan setelah bola lambung jatuh dijantung pertahanan anak-anak Garuda muda, bola diumpan tarik ke dalam kotak pinalti lolos dari sergapan para pemain belakang Indonesia, bola meluncur mendatar disodok oleh Nyirongo yang muncul dari belakang lepas dari pengawalan dan penjaga gawang Indonesia sudah mati langkah sehingga dengan mulus bola meluncur ke dalam gawang, kedudukan 1-1 para pemain Zambia terus melakukan tekanan, sebuah tembakan Nyirongo yang menyusur tanah dari luar kotak pinalti pada menit ke 37 mampu menjebol gawang Indonesia yang di jaga oleh Dafa Al Gasemi, kedudukan menjadi 1-2, para pemain Zambia semakin menjadi-jadi dalam melakukan serangan hasilnya pada menit ke 42 Zambia mampu menambah gol oleh Lukonde Mwale dan skor 1-3 sampai babak pertama berakhir.
Pada Babak ke 2 para pemain mendapat suntikan moral untuk memperbaiki kelemahan sehingga mampu menahan tidak terjadi tambahan gol, adapun kelemahan para pemain muda Indonesia adalah masih ada rasa minder dan takut menghadapi lawan yang tangguh, dan yang ke dua disaat melakukan serangan dengan formasi saling berdekatan, begitu bola mampu direbut lawan, para pemain terlambat untuk menutup ruang dan marking lawan, ini sangat terlihat di babak pertama, dimana bola sudah dikuasai lawan para pemain Indonesia masih sedikit bergerombol berdekatan dan lambat bergerak, sehingga pemain lawan menempati ruang-ruang kosong yang ditinggalkan para pemain Indonesia, tentu saja pemain lawan yang menguasai bola dengan mudah mengirim bola ke teman tanpa penjagaan.
Untuk selanjutnya pada tanggal 7 November 2025 Garuda Muda akan menghadapi tim Samba Brasil, jelas ini bukan pekerjaan yang tidak mudah, karena pada pertandingan perdana Brasil mencukur habis Honduras dengan skor cukup telak yaitu 7-0 padahal Honduras bukanlah tim lemah, namun hukum bola bundar masih berlaku, para pemain tidak perlu takut dan nervous, hadapi dengan hati gembira,bermain lepas tanpa beban.
🔥TIDAK PERLU TAKUT! DARI SABANG SAMPAI MERAUKE JUTAAN DOA DAN DUKUNGAN MENGALIR UNTUK KALIAN! 🫵
Setelah menelan kekalahan 1–3 dari Zambia pada laga perdana Grup C, Timnas Indonesia U-17 kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih berat: Brasil U-17, tim yang baru saja membantai Honduras dengan skor telak 7–0. Laga ini akan menjadi ujian besar bagi skuad muda Garuda, sekaligus momen pembuktian bagi pelatih Nova Arianto untuk melakukan evaluasi cepat terhadap performa timnya.
Pada pertandingan pertama, Indonesia turun dengan formasi 4-2-3-1, mengandalkan Mierza Firjatullah di lini depan, serta Zahaby Gholy di sisi kanan yang menjadi tumpuan serangan balik.
Namun, kelemahan di sektor tengah dan pertahanan membuat Zambia leluasa menekan dan menciptakan banyak peluang berbahaya.
Melihat kekuatan Brasil yang memiliki kecepatan dan kreativitas tinggi di lini depan, Nova Arianto diprediksi akan melakukan perubahan formasi dan susunan pemain. Indonesia kemungkinan besar akan tampil lebih hati-hati dengan skema 5-4-1 atau 4-1-4-1, memperkuat lini belakang dan menutup ruang antar lini agar tak mudah ditembus oleh gelombang serangan Selecao muda.
Beberapa rotasi pemain juga berpotensi dilakukan, terutama di sektor pertahanan dan di lini tengah untuk menjaga keseimbangan permainan.
Meski demikian, pemain-pemain cepat seperti Zahaby Gholy dan Mierza Firjatullah diyakini tetap menjadi andalan dalam skema serangan balik cepat.
Pertandingan melawan Brasil bukan hanya soal hasil, tetapi juga tentang taktik, mental, kedisiplinan, fokus, dan memanfaatkan setiap peluang sekecil apa pun.
Laga ini akan menjadi ajang pembelajaran berharga bagi Garuda Muda melawan salah satu kekuatan terbesar dunia di level usia muda.
Apa pun hasilnya, perjuangan Indonesia U-17 di Qatar akan tetap menjadi bagian penting dari proses menuju masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik. 👏
Dengan hasil tersebut di atas maka untuk sementara Brasil memuncaki klasemen disusul Zambia posisi ke 2, Indonesia posisi ke 3 dan Honduras sebagai juru kunci.
Sedangkan di pertandingan group lain :
Group E :
Mesir mengalahkan Haiti 4-1
Venezuela mengalahkan Inggris 3-0
Group F :
Swiss mengalahkan Pantai Gading 4-1
Korea Selatan mengalahkan Mexico 2-1
Grouo G :
Jerman berbagi angka 1-1 dengan Kolombia
Korea Utara mengalahkan El Salvador 5-0
#Hasil piala dunia u-17
#Sepakbola
#Timnas Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter