Barusaja Nova Arianto dan timnya menyelesaikan tugas negara dalam dunia olah raga untuk mengikuti putaran piala Dunia, dalam penyusihan group H harus melawan tim kuat Brasil, Zambia dan Honduras, sebagaimana kita ketahui hasilnya cukup membanggakan meskipun kalah dengan Zambia 1-3 dan dengan Brasil 0-4 akan tetapi mampu menaklukan Honduras 2-1 tentu saja dengan hasil tersebut tidak bisa melanjutkan ke fase gugur 32, akan tetapi atas perjuangan Garuda Muda pantas mendapat apresiasi dan acungan jempol karena lolos ke putaran piala dunia murni hasil kualifikasi, dan dari segi permainan tidak kalah dengan timi-tim tangguh tersebut.
Melihat jalanya pertandingan memang ada yang bisa diperbaiki, letak kelemahanya adalah
1.Tidak ada keberanian atau tidak bisa pemain untuk melakukan shooting dari luar kotak pinalti disaat terjadi kebuntuan penyerangan karena rapatnya pertahanan lawan, padahal dengan tendangan keras dari luar kotak pinalti itu bisa memberikan 2 kemungkinan terjadi yaitu bisa tercipta gol, bisa terjadi sepak pojok apabila terjadi defleksi kena lawan ( diluar out dan kena bloking )ini harus dilatih untuk semua pemain melakukan tendangan keras yang terarah tidak melambung di atas mistar gawang.
2. Saat diserang masih sering terpengaruh bola, tidak melihat ruang bebas yang diisi lawan, bisa dibilang penguasaan zone, sehingga lawan sangat leluasa untuk mrlakukan pergerakan.
3.Disaat melakukan penetrasi lawan yang membawa bola dengan dilakukan 2-3 bahkan 4 pemain untuk mengoroyok, namun gagal dan kawan bisa melepaskan umpan kepada rekanya, pemain kita terlambut untuk menutup ruang masih kelihatan berdekatan dan tidak langsung menyebar melakukan marking lawan dan lain dan menutup area, hal ini memang memerlukan berfikir cepat dan stamina, ini akan bisa dilakukan apabila intensitas latihan ditingkatkan.
Apabila 3 kelemahan di atas bisa diperbaiki, timnas akan jadi kekuatan yang tangguh dan diperhitungkan oleh lawan-lawan
Sekarang kita bahas Timnas U-23 dibawah asuhan Indra Sjafri yang habis melakoni pertandingan persahabatan dengan Mali, dimana tim ini adalah yang dipersiapkan untuk mengikuti Sea Games 2025 yang rencananya akan dilaksanakan mulai tanggal 9 Desember 2025 sampai dengan 20 Desember 2025.
Menghadapi Mali pertandingan pertama sangat jelas sekali banyak kekurangan dari tim ini, meskipun kata pelatih Indra Sjafri tim tidak jelek akan tetapi menurut pengamatan kami juga tidak baik, karena kalah dari segala aspek mulai dari postur tubuh, kecepatan ,kelincahan, skill individu , kolektivitas permainan tim, cara pemain mengambil keputusan, dan yang paling pokok untuk timnas kurangnya chemistri antar pemain, disaat diberi pasing pemain kita yang akan menerima bola mudah dibaca sehingga dinterep, ini karena pemain kita lambat tidak bisa berfikir cepat bahwa akan ada presing lawan juga tidak bisa berfikir bola akan digimanakan saat sampai dan mendapat presing,tidak seperti para pemain disaat ada presing dia sangat mudah keluar dari tekanan dan dengan cepat ambil keputusan bola akan diapakan dan dikirim ke siapa.
Tentunya dari kelemahan-kelemahan tersebut di atas pelatih harus punya cara atau solusi untuk memoerbaiki,karena kelemahan itu sudah ada dari zaman dulu kal untuk para pemain Timnas Kita.
#Timnas Indonesia
#pelatih
#Nova Arianto
#Indra Sjafri
#PSSI
#Sepakbola

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter