Mulut yang bau juga nafas bau bisa bikin jengkel dalam bersosialisasi bahkan bisa dijauhi oleh kelompok bicara,yang mengakibatkan jadi tidak enak atau tidak nyaman, sehingga ini bisa menghambat pergaulan dan berhubungan dengan orang lain.
Sebenarnya mulut atau nafas yang bau bisa diatasi apabila kita mengetahui penyebabnya, lantas apa penyebab terjadinya bau mulut ?
Ada banyak faktor penyebab terjadinya bau mulut, namun yang paling utama adalah kurangnya menjaga kebersihan gigi dan mulut termasuk lidah.
Mengapa kurangnya kebersihan bisa menyebabkan bau mulut ? karena terjadi proses pengasaman sisa makan yang tersangkut atau terjepit disela-sela pada gigi, disamping itu dengan gigi yang berlobang dan banyaknya bakteri yang hidup pada mulut terdapat lapisan putih pada lidah dan gusi.
Infeksi pada gigi dan gusi yang menimbulkan nanah juga merupakan penyebab mulut bau.
LANTAS BAGAIMANA SOLUSINYA ?
berikut tip tindakan yang harus dilakukan :
1. Jika anda menyikat gigi, bersihkan sisa makanan yang berada pada sela-sela gigi dan gusi kemudian kumur-kumur sampai bersih, jangan lupa menyikat bagian permukaan lidah tapi untuk menyikat lidag harus menggunkan sikat gigi yang berbulu lembut, agar tidak mengakibatkan luka.
2.Kumur-kumur dengan larutan Antiseptik khusus mulut, ini akan mengurangi bau mulut tapi tidak menghilangkan penyebabnya.
3.Banyak minum air putih ,ini untuk mencegah menumpuknya bakteri dalam air ludah yang terdapat dalam rongga mulut dan tenggorokan.
4.Jaga kebersihan gigi dan periksa secara rutin.
5.Banyak minum cairan,makan makanan berserat,olahraga yang teratur untuk mencegah konstipasi.( konstipasi akan dijelaskan di bawah )
6.Pergi ke dokter gigi, maka akan dilakukan perawatan dengan pemberisihan sela-sela gigi,penumpukan tartar akibat bakteri yang mati menempel pada pinggir gusi, juga dokter akan merawat gigi yang rusak.
Apabila semua sudah dilakukan akan tetapi tetap bau mulut,kemungkinan ada penyebab lain yaitu terdapatnya penyakit Sinusitis,Saluran pencernaan, penyakit paru-paru, maka langkah selanjutnya hubungi dokter spesialis sebelum terjadi hal-hal yang lebih fatal.
Berikut penjelasan tentang konstipasi :
Konstipasi (bahasa Inggris: constipation) adalah kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan buang air besar (BAB) atau tinja yang keras dan kering, sehingga proses buang air besar menjadi tidak lancar atau tidak teratur.
Konstipasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk:
1. *Kurangnya serat*: Kurangnya konsumsi serat dalam makanan dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan kering.
2. *Kurangnya cairan*: Kurangnya konsumsi cairan dapat menyebabkan tinja menjadi keras dan kering.
3. *Kurangnya aktivitas fisik*: Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan peristaltik usus menjadi lambat, sehingga tinja menjadi keras dan kering.
4. *Penggunaan obat-obatan*: Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat anti-depresi, obat anti-histamin, dan obat anti-kolinergik, dapat menyebabkan konstipasi.
5. *Penyakit*: Penyakit tertentu, seperti hipotiroidisme, diabetes, dan penyakit Parkinson, dapat menyebabkan konstipasi.
6. *Faktor genetik*: Faktor genetik dapat mempengaruhi kemampuan usus untuk bergerak dan mengeluarkan tinja.
Gejala konstipasi dapat meliputi:
1. *Buang air besar tidak lancar*: Buang air besar menjadi tidak lancar atau tidak teratur.
2. *Tinja keras dan kering*: Tinja menjadi keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan.
3. *Perut bengkak*: Perut menjadi bengkak dan tidak nyaman.
4. *Nyeri perut*: Nyeri perut yang tajam atau tumpul.
5. *Mual dan muntah*: Mual dan muntah dapat terjadi jika konstipasi tidak diobati.
Pengobatan konstipasi dapat meliputi:
1. *Perubahan gaya hidup*: Perubahan gaya hidup, seperti meningkatkan konsumsi serat, meningkatkan konsumsi cairan, dan meningkatkan aktivitas fisik.
2. *Obat-obatan*: Penggunaan obat-obatan, seperti laksatif, untuk membantu mengeluarkan tinja.
3. *Terapi*: Terapi, seperti terapi perilaku, untuk membantu mengatasi konstipasi.
Perlu diingat bahwa konstipasi dapat menjadi kondisi yang serius jika tidak diobati, sehingga penting untuk berkonsultasi dengan dokter jika gejala konstipasi berlanjut.
Telusuri berbagai informasi penting dengan membuka berikut :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter