Para pecinta sepakbola nasional mulai gemes dan tidak antusias mengikuti perkembangan sepakbola di ajang internasional semenjak pemecatan kepelatihan Shin Tae Yong pada tanggal 6 Januari 2025 silam.
Timnas Indonesia U-22 memulai petualangan di SEA Games 2025 dengan buruk. Skuad Garuda Muda menelan kekalahan 0-1 dari Timnas Filipina U-22 dalam laga Grup C yang digelar di 700th Anniversary Stadium, Chiang Mai, Thailand, Senin (8/12/2025) malam WIB.
Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri pun menyanagkan gol itu. Menurut Indra, para pemain asuhannya mengalami kelengahan di akhir babak pertama.
🗣"Hasil yang kurang baik untuk kami, kami memulai pertandingan di babak pertama memang jujur kami bermain tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tetapi sayang disayangkan di akhir babak pertama ada serangan yang dilakukan Filipina dan itu menyebabkan kami kebobolan, sangat disayangkan sekali, bola swing in, sangat disayangkan pemain tidak mengikuti apa yang kemarin dilakukan di sesi latihan,"
🗣"Kami berusaha mengubah formasi dan melakukan pergantian pemain di babak kedua. Kami menguasai pertandingan dan ada beberapa peluang tetapi kami tidak bisa memanfaatkan peluang itu dengan baik,"
.
— Komentar Indra Sjafri setelah kalah vs Filipina
Sc: KitaGaruda
---
Bukan pesimistis, cuma realistis. Kekalahan dari Filipina bikin Timnas Indonesia U-22 di ujung jurang.
Dan jujur saja: Vietnam & Malaysia nggak perlu saling bunuh di laga terakhir. Seri pun sudah cukup buat mereka jalan bareng ke semifinal.
Sementara sang juara bertahan?
Bisa jadi SEA Games sudah ‘game over’ sebelum peluit terakhir.
🚨FT: Filipina U-22 1-0 Indonesia U-22
Sulit untuk tidak mengakui… permainan Indonesia U-22 benar-benar di bawah standar hari ini. Jauh dari performa tim yang datang sebagai juara bertahan. 😌
Filipina U-22 justru tampil penuh percaya diri dan menjadi tim pertama yang memastikan tempat di semifinal dengan 6 poin sempurna.
Laga terakhir kontra Myanmar U-22 bakal jadi penentu posisi akhir grup.
Pelatih timnas Indonesia U22 Indra Sjafri menyesalkan bola lemparan ke dalam panjang yang berbuah gol ke gawang tim asuhannya, saat timnas Indonesia kalah 0-1 dari Filipina pada pertandingan Grup C SEA Games 2025 di Stadion 700th Anniversary, Chiang Mai, Thailand, Senin.
“Hasil yang kurang baik untuk kita dan ini betul-betul kita tadi memulai pertandingan babak pertama, dan memang jujur kita bermain tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Tetapi sangat disayangkan di akhir babak pertama, ada throw in yang dilakukan oleh Filipina dan itu menyebabkan kita kebobolan,” kata Indra pada jumpa pers usai pertandingan, dikutip dari rekaman audio.
“Sangat disayangkan sekali bola throw in itu, dan berarti para pemain tidak sesuai apa yang kemarin kita latih, untuk pemain-pemain siapa yang menjaga siapa.
“Saya mungkin lebih fokus bagaimana bisa memenangkan pertandingan lawan Myanmar. Karena memang kemenangan itu penting, jadi kita apakah hasil dari Vietnam dengan Malaysia itu nanti, ya kita tidak bisa mengatur itu pasti,” ujar sosok yang membawa timnas Indonesia memenangi medali emas pada SEA Games 2023 itu.
“Yang penting bagaimana kita mempersiapkan tim supaya bisa menang di pertandingan kedua kita lawan Myanmar nanti,” katanya.
“Hal baik yang mungkin harus kita lanjutkan adalah bagaimana para pemain kita ke depan, karena kita butuh kemenangan, tentu kami akan mempersiapkan pemain dengan game plan yang lebih menyerang,” ujar Indra.
“Pihak luar tentu bebas untuk mengomentari. Yang penting saya masih punya tanggung jawab untuk bisa di pertandingan kedua nanti, kita bisa menangkan pertandingan dan hasil tim lain yang bermain juga bisa memberikan hal baik untuk kita,” katanya.
TAK MAU DISALAHKAN? INDRA SJAFRI TUNJUK HIDUNG PEMAIN JADI BIANG KEROK KEKALAHAN MEMALUKAN DARI FILIPINA
Suasana panas tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga di ruang konferensi pers usai Timnas Indonesia U-22 dipermalukan Filipina 0-1. Bukannya pasang badan sebagai penanggung jawab utama strategi, Indra Sjafri justru mengarahkan sorotan tajam kepada para pemainnya sendiri. Sang pelatih menyebut instruksi yang sudah dilatih tidak dijalankan dengan baik, terutama soal fokus dan kedisiplinan.
Indra secara spesifik menyoroti gol tunggal Filipina yang dicetak Otu Banatao. Menurutnya, gol itu lahir murni karena kelengahan pemain dalam mengantisipasi bola silang—sebuah skema yang diklaim sudah diingatkan berkali-kali saat latihan. Pernyataan ini seolah menjadi "cuci tangan" pelatih, menempatkan beban kesalahan sepenuhnya pada eksekusi pemain di lapangan, padahal kebuntuan taktik selama 90 menit juga sangat nyata terlihat.
Kritik terbuka Indra ini menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, ini adalah tantangan bagi pemain untuk bangkit. Namun di sisi lain, menyalahkan pemain di depan media bisa merusak mental tim yang sedang down. Kini, tekanan berbalik ke ruang ganti. Apakah para pemain bisa menjawab keraguan pelatihnya dengan kemenangan besar lawan Myanmar, atau justru semakin terpuruk karena merasa tidak dilindungi?
#PSSI
#Erick Thohir
#IndraSjafri #TimnasIndonesia #EvaluasiTimnas #GarudaMuda #SEAGames2025 #TaktikBuntu #SepakBolaIndonesia
#Timnasindonesia
#Hasil sepak bola timnas Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter