Kita semua mestinya sangat familier dengan minuman kemasan menggunakan botol plastik, bahkan itu tidak bisa lepas darikehidupan sehari-hari, terutama botl minuman air mineral.
Botol-botol tersebut terbuat dari biji plastik PET resin, yang bentuknya berupa butiran-butiran kecil sebesar kacang kedelai, nah untuk proses pembuatan botol baji plastik tersebut dilelehkan pada suhu lelehnya ( melting point ) kemudaian dimasukan ke dalam cetakan Preform, preform ini seperti tabung reaksi sebesar ibu jari orang dewasa namun agak panjang sedikit, dengan bentuk ulir ( untuk memsang tutup ), kemudian Preform tersebut untuk dicetak menjadi Botol minuman dengan cara dimasukan mesin Molding dan di blow menggunakan udara panas, dan ukuran mauun bentuknya disesuaikan keinganan dalam etakanya.
Dikarenakan ada proses pemanasan, mestinya sesuai dengan sifatnya PET itu akan membebaskan senyawa kimia diantaranya Aldehid yang menimbulkan sedikit bau, dan Aldehid yang terbentuk ini sebenarnya bersifat karsinogen.
Menengok dari proses tersebut di atas maka PET Resin yang masih berupa bentuk biji plastik perlu dilakukan pengontrolan kualitas dengan dilakukan pengujian di Laboratorium.
Berikut adalah item-item yang di uji :
1. Intrinsic Viscosity
2. Gugus Karboksilat
3. Color nilai l.a.b
4. Kandungan DEG ( di Ethylene Glycol )
5. Ash Content
6. Mositure Content
7. Melting point ( titik leleh )
8.Density
9. Kandungan Aldehid.
Untuk point 1-7 perlakuanya sama dengan pengujian Polyester Textile grade dan telah kami jelaskan seblumnya.
Untuk PET Resin Bottle grade ada perlakuan tambahan yaitu uji density dan Aldehid.
Hal yang sangat penting adalah pengujian kandungan Aldehid, karena senyawa ini berbahaya bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogen, dan juga menimbulkan bau tak sedap sehingga akan berpenagruh terhadap cita rasa minuman yang di kemas.
Rumus kimia aldehid adalah R-CHO, di mana R merupakan sisa molekul yang terikat pada atom karbon dari gugus aldehid melalui ikatan tunggal. Aldehid memiliki gugus karbonil, yaitu ikatan rangkap antara karbon dan oksigen, serta atom hidrogen yang terikat langsung pada karbon tersebut.
Proses pengujian kandungan Aldehid menggunakan Instrument Gas Chromatography yang dilengkapi autosampler dengan chamber, menggunakan auto sampler karena bahan yang diuji berbentuk uap gas adapun prinsip kerjanya sebagai berikut :
Sample PET digrinding dalam grinder agar terjadi partikel lembut untuk mempermudah pengeluaran Aldehid dari dalam sampel, hal yang harus diperhatikan adalah karena Aldehid akan menguap pada suhu 15 C, maka saat penghancuran sampel ditambahkan sejumlha Nitrogen cair , kitab ketahui bahwa Nitrogen cair memiliki titik embun pada suhu - 17 C, jadi sangat dingin sehingga mampu menahan Aldehid tidak keluar dari partikel PET yang dihancurkan.
Setelah sampel hancur , ditimbang dalam botol vial khusus, kemudian dipasang pada auto sampler, setelah pemrograman di GC , auto sampler berjalan sambil melakukan pemanasn pada botol vial , untuk mengeluarkan kandungan Aldehid dalam sampel yang berbentuk Gas.baru kemudian botol diinjeksikan , Gas dikirim ke Colom GC, dan proses analisa berjalan.
Sebelumnya instrument GC dilakukan kalibrasi menggunakan larutan standart yang mengandung konsentrasi Aldehid paling tidak 3 titik untuk membentuk kurva kalibrasi sehingga diketahui foktor koreksi regresi liniernya.
Botol-botol tersebut terbuat dari biji plastik PET resin, yang bentuknya berupa butiran-butiran kecil sebesar kacang kedelai, nah untuk proses pembuatan botol baji plastik tersebut dilelehkan pada suhu lelehnya ( melting point ) kemudaian dimasukan ke dalam cetakan Preform, preform ini seperti tabung reaksi sebesar ibu jari orang dewasa namun agak panjang sedikit, dengan bentuk ulir ( untuk memsang tutup ), kemudian Preform tersebut untuk dicetak menjadi Botol minuman dengan cara dimasukan mesin Molding dan di blow menggunakan udara panas, dan ukuran mauun bentuknya disesuaikan keinganan dalam etakanya.
Dikarenakan ada proses pemanasan, mestinya sesuai dengan sifatnya PET itu akan membebaskan senyawa kimia diantaranya Aldehid yang menimbulkan sedikit bau, dan Aldehid yang terbentuk ini sebenarnya bersifat karsinogen.
Menengok dari proses tersebut di atas maka PET Resin yang masih berupa bentuk biji plastik perlu dilakukan pengontrolan kualitas dengan dilakukan pengujian di Laboratorium.
Berikut adalah item-item yang di uji :
1. Intrinsic Viscosity
2. Gugus Karboksilat
3. Color nilai l.a.b
4. Kandungan DEG ( di Ethylene Glycol )
5. Ash Content
6. Mositure Content
7. Melting point ( titik leleh )
8.Density
9. Kandungan Aldehid.
Untuk point 1-7 perlakuanya sama dengan pengujian Polyester Textile grade dan telah kami jelaskan seblumnya.
Untuk PET Resin Bottle grade ada perlakuan tambahan yaitu uji density dan Aldehid.
Hal yang sangat penting adalah pengujian kandungan Aldehid, karena senyawa ini berbahaya bisa menyebabkan kanker atau bersifat karsinogen, dan juga menimbulkan bau tak sedap sehingga akan berpenagruh terhadap cita rasa minuman yang di kemas.
Rumus kimia aldehid adalah R-CHO, di mana R merupakan sisa molekul yang terikat pada atom karbon dari gugus aldehid melalui ikatan tunggal. Aldehid memiliki gugus karbonil, yaitu ikatan rangkap antara karbon dan oksigen, serta atom hidrogen yang terikat langsung pada karbon tersebut.
Proses pengujian kandungan Aldehid menggunakan Instrument Gas Chromatography yang dilengkapi autosampler dengan chamber, menggunakan auto sampler karena bahan yang diuji berbentuk uap gas adapun prinsip kerjanya sebagai berikut :
Sample PET digrinding dalam grinder agar terjadi partikel lembut untuk mempermudah pengeluaran Aldehid dari dalam sampel, hal yang harus diperhatikan adalah karena Aldehid akan menguap pada suhu 15 C, maka saat penghancuran sampel ditambahkan sejumlha Nitrogen cair , kitab ketahui bahwa Nitrogen cair memiliki titik embun pada suhu - 17 C, jadi sangat dingin sehingga mampu menahan Aldehid tidak keluar dari partikel PET yang dihancurkan.
Setelah sampel hancur , ditimbang dalam botol vial khusus, kemudian dipasang pada auto sampler, setelah pemrograman di GC , auto sampler berjalan sambil melakukan pemanasn pada botol vial , untuk mengeluarkan kandungan Aldehid dalam sampel yang berbentuk Gas.baru kemudian botol diinjeksikan , Gas dikirim ke Colom GC, dan proses analisa berjalan.
Sebelumnya instrument GC dilakukan kalibrasi menggunakan larutan standart yang mengandung konsentrasi Aldehid paling tidak 3 titik untuk membentuk kurva kalibrasi sehingga diketahui foktor koreksi regresi liniernya.
Hasil pembacaan oleh komputer instrumen berdasarkan formula auto ploting maka akan didapatkan nilai kandungan Aldehid nya.
Dengan adanya kandungan Aldehid tersebut ,maka untuk minuman kemasan dalam botol plastik ada instruksi agar tidak disimpan pada tempat yang langsung terkena sinar matahari, karena panas dari matahari akan menyebabkab Aldehid keluar dari jaringan molekul botol sehingga akan berbahaya juga mempengaruhi rasa menjadi tidak sedap.
Semoga anda mendapatkan manfaat, apabila ingin bersodaqoh atau infak/ donasi ( seikhlasnya ) silahkan transfer ke rek BCA : 0152782819
Atas nama Sunarta
yang sudah bersodaqoh / transfer saya doakan sehat selalu banyak rezeqi berlimpah ruah, dimudahkan segala urusanya.
Anda juga bisa baca lebih detail tentang proses industri Pokyester, silahkan buka artikel berikut :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter