Sunday, 10 May 2020

UANG PESANGON KALIAN BISA UNTUK BIKIN PABRIK

Bagaikan makan buah simalakama bagi pengusaha, pada kondisi saat ini dimana pandemi COVID 19 belum juga berakhir sementara, biaya produksi terus bergulir disisi lain harus mengikuti kebijakan pemerintah karena PSBB.

Tidak hanya pabrik-pabrik yang mengalami permasalahan ini, toko-toko, pedagang-pedagang juga menghadapi dilema, sementara mereka juga harus mencari nafkah untuk bertahan hidup.

Tak pelak lagi kondisi yang seperti ini membuat Management perusahaan-perusahaan berfikir keras agar perusahaan tidak bangkrut total, maka harus dengan terpaksa melakukan efisiensi diantara harus melakukan pengurangan karyawan atau PHK.

Dengan terjadinya PHK, tentunya menjadikan beban baru bagi karyawan yang kena dampaknya, tidak hanya bagi karyawan itu sendiri namun bagi yang sudah berkeluarga tentunya seluruh anggaota keluarga ikut merasakan, karena yang hari-hari biasa kehidupan stabil, kebutuhan sehari-hari tercukupi karena mendapat gaji secara rutin, dengan adanya kena PHK mungkin bulan pertama masih nyaman , karena sisa uang pesangon masih bisa untuk mencukupi kebutuhan, namun bulan ke bulan kalau tidak ada masukan baru akan merasakanya, tapi berprinsiplah bahwa kena PHK bukanlah kiamat, hidup harus tetap jalan sebelum ajal menjemput, jadi kita masih punya kesempatan untuk berusaha bertahan hidup.

Sebagaimana dilansir oleh KOMPAS.COM berdasarkan data dari Kemenaker per tanggal 20 April 2020, sudah sekitar 2.084.593 karyawan telah dirumahkan alias di PHK, tentunya bukanlah jumlah yang sedikit, dan ini merupakan tanggung jawab pemerintah untuk mencarikan jalan keluarnya.

Dari sekian banyak karyawan yang di PHK tentunya ada dana yang sangat besar untuk pemberian pesangon, bahkan bisa sampai trilyunan, bukan hanya milyaran, namun dana sebesar itu bagaimana penglelolaan oleh eks karywan yang ter PHK ? apakah hanya akan habis begitu saja ? syukur kalau ada yang bisa menyalurkanya untuk membuka usaha mandiri, kalau tidak ?

Nah ini saya ada pandangan , misalnya sebagian kecil uang pesangon disisihkan untuk bikin pabrik bagaiman ? apa bisa ? bisa saja , begini pandangan saya :
misal dari 2 juta eks karyawan itu menginvestasikan Rp.100.000 setiap orang maka akan ada dana terkumpul sekitar 200 Miliar, ini sudah cukup untuk membuat sebuah pabrik, teknisnya, pekerjanya diambil dari sebagian karyawan yang memiliki kemampuan dalam bidang-masing-masing, jenis usahanya adalah berdasarkan pendapat-pendapat para eks karyawan yang memiliki keahlihan-keahlian di bidangnya, di ambil kesimpulan produk apa yang sangat berpotensi paling menguntungkan, hasil dibagi sama rata seluruh penginves , setelah di potong biaya produksi dan gaji karyawan, karywan dapat gaji dan dapat pembagian hasil, namun dengan catatan :
SEMUA PENGELOLA HARUS JUJUR, TIDAK BOLEH ADA KORUPSI, TIDAK BOLEH ADA PENGGELAPAN, TIDAK BOLEH ADA PEMALSUAN DOKUMEN DLL.


 Jadi eks karyawan siap utnuk memiliki Pabrik dan jadi komisaris .

Insya Alloh para Eks karyawan akan sejahtera.


No comments:

MENYEMBUHKAN DARI SERANGAN COVID BERDASARKAN PENGALAMAN DR RUMAH SAKIT

  Nasihat di rumah sakit isolasi (bisa diterapkan di rumah) -obat yang diambil di rumah sakit isolasi  1. Vitamin C-1000  2. Vitamin E (E)  ...