Pemuda dan Pemudi atau Cowok dan Cewek yang akan melangsungkan pernikahan, untuk menghadapi apa kemungkinan yang akan terjadi setelah melangsungkan pernikahan atau pengantin baru yang sedang merajut mahligai rumah tangga, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi para pengantin lama bisa mengambil manfaat dikala badai rumah tangga menerpa.
Semoga anda mendapatkan manfaat, apabila ingin bersodaqoh atau infak/ donasi silahkan transfer ke rek BCA : 0152782819
seikhlasnya.
Atas nama Sunarta
Buka dan tonton video ini : TERIMA CURHAT CARI SOLUSI
Dalam Islam menikah itu diperintahkan oleh Alloh SWT yang tertuang dalam Al Qur'an surat Ar Rum ayat 20 yang artinya : "Dan dari beberapa ayatKu ( Alloh) bahwa sanya Aku ( Alloh ) telah menjadikan pada kamu sekalian dari golongan kamu sekalian beberapa istri agar supaya tenang kamu sekalian pada istri dan menjadikan Aku ( Alloh ) antara kamu sekalian cinta dan kasih sayang,sesungguhnya dalam demikian itu tanda bagi qoum yang berfikir" sedangkan Rosululloh Muhammad S.A.W juga memperkuatnya dalam sebuah hadist beliau bersabda " bukanlah umatku apabila benci sunahku yaitu menikah"
dan masih banyak dalil baik dari firman Alloh dalam Al Qur'an maupun sabda Rosululloh dalam Al Hadist.
Sebuah fenomena di negara maju seperti Jepang, Korea, dan Singapura generasi mudanya tidak mau menikah dengan dalih tidak mau direpotkan oleh kehadiran sang anak, dan ini dianggap mengganggu kebebasan mereka, sehingga ke tiga negara tersebut mengalami permasalahan pertumbuhan penduduk yang melambat yang menyebabkan kekurangan tenaga kerja di usia produktif.
Kejadian sepertinya mulai diikuti oleh generasi muda Indonesia terutama yang tinggal diperkotaan akibat dari kesibukan bekerja untuk memburu rezeqi,kebanyakan mereka menunda usia nikah demi karier.
Kebanyakan anak muda ragu atau menunda bahkan takut menikah padahal kebutuhan biologis harus disalurkan karena takut apabila punya anak kuatir akan menjadi miskin, padahal realitanya Tuhan menciptakan manusia itu sudah membawa rezeqinya masing-masing , adakalanya punya banyak anak justru malah rezeqinya berlimpah dan adakalanya yang tidak punya anak atau hanya punya anak satu justru rezeqinya pas-pasan bahkan seret.
Bahkan ada dalil dari Rosululloh " apabila ingin kaya maka nikahlah" dan ini terbukti apabila kita belum nikah bisa jadi belum punya apa-apa, tetapi setelah menikah akhirnya bisa membeli perabotan bahkan bisa kebeli rumah dan lain sebagainya.
untuk itu mengapa mesti takut dan harus meninda pernikahan ? padahal disaat melangsungkan pernikahan banyak yang mendoakan kebahagiaan, mendoakan menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.
Apakah yang sekiranya permasalahan yang akan dihadapi dalam membina rumah tangga ?Mungkin dalam awal-awal pernikahan akan terasa manis, semua kelihatan indah dan romantis namun tidak jatang ini hanya skan berjalan dekitar 6 bulan, kemudian setelahnya bisa jadi akan mulai muncul problem-problem kecil, karena sifat asli masing-masing individu mulai nampak, dan apabila tidak teratasi akan semakin membesar.
Ada orang tua yang memberikan wanti-wanti, bahwa problem paling berst dalam menjalin kehidupan berumah tangga itu 3 tshun pertama, apabila mampu melewatinya maka pernikahan akan berjalan baik namun pada usia pernikahan tahun ke 10 biasanya akan muncul lagi permasalahan,apabila mampu mengatasi maka pernikahan akan awet.
Adapun permasalahan pokok dalam berumah tangga itu srbenatnya hanya 2 yaitu :
1.Hubungan suami istri terutama hubungan biologis
2.Ekonomi.
namun 2 masalah tersebut bisa berkembang merembet ke mana-mana.
Mari kita bahas poin 1
HUBUNGAN SUAMI ISTRI:
Tujuan pernikahan yang paling utama adalah agar terjadinya hubungan suami-istri secara halal, karena bagi bangsa yang beradab juga memegang teguh norma agama serta tatatan secara sosial apabila hamil diluar nikah meripakan hal tabu dan dosa.
Awal keributan bisa dimulai dari hal ini, misalnya pada waktunya sang suami menginginkan berhubungan, akan tetapi sang istri menolak dengan alasan cape, sibuk, tidak mood dll, ini bisa membuat suami marah dan emosi sehingga mencari pelampiasan apapun bentuk pelampiasanya,disamping itu maka perlunya ada komunikasi sehingga terjadinya kesinkronanan antara ke dua insan.
Dalam hubungan suami-istri juga dipengaruhi oleh performa kondisi organ vital baik bagi wanita dan laki-laki, untuk wanita harus bisa menjaga agar bisa menjadikan suami lengket , salah satu dengan cara ini ,silahkan di buka : CARA MEMBUAT APEM LEGIT DAN PERET
dan bagi laki-laki harus juga prima dengan cara ini silahkan buka :
Hal yang tak kalah penting adalah menyesuaian sikap karena perbedaan sifat yang disebabkan oleh latar belakang keluarga yang berbeda terutama dalam pendidikan dari keluarga masing-masing, sehingga perbedaan sifat apabila tidak teratasi akan memperuncing permasalahan sehingga bisa membuat keluarga jadi berantakan.
Sekarang kita bahas poin ke 2
MASALAH EKONOMI :
dalam berkeluarga apabila tidak didasari ekonomi yang kuat tidak menutup kemungkinan akan selalu menimbulkan masalah,dan dasar dari ekonomi tidak terlepas dari uang, karena di zaman sekarang apa-apa serba menggunakan uang untuk bertahan hidup, kebutuhan primer saja seperti pangan sandang dan papan pasti melibatkan uang.
terutama untuk kebutuhan makan sehari-hari, karena apabila perut sekalu terisi setidaknya agak tenang, kemudian masalah sandang atau pakaian karena kita setiap hari harus menutup anggota tubuh untuk melindungi badan sehingga bisa mencegah dari sengatan matahari atau kedinginan, sehingga memerlukan pakaian, bahkan penampilan pakaian juga bisa menambah daya tarik pribadi terhadap orang lain, selanjutnya papan yaitu tempat tinggal, ini sangat jelas dibutuhkan karan untuk berteduh dikala hujan atau berlindung dari terik matahari juga untuk beristirahat dikala malam atau berkumpul dengan keluarga, rumah juga kalau bagus bisa sebagai simbul status sosial dalam masyarakat.
Disamping kebutuhan primer tersebut di atas ,karena memang manusia dianugerahi sifat keinginan, tentunya dengan keinginan-keinginan menjadi srbuah kebutuhan sekunder dan tentunya ini juga menggunakan uang.
Jadi ekonomi yang stabil itu merupakan sebuah pondasi vital dalam membangun rumah tangga, zaman sekarang untuk menopang ekonomi tidak melulu dilakukan oleh kaum pria atau suami, bahkan istripun bisa melakukan pekerjaan yang bisa menghasilkan uang bahkan adakalanya penghasilan istri bisa lebih tinggi dari suami atau bahkan ada juga karena PHK sang suami tidak punya penghasilan, hal seperti ini apabila tidak adanya pemahaman dari sang istri akan terjadi masalah bisa cekcok setiap hari dan bahkan bisa berujung retaknya rumah tangga dan ujung-ujungnya terjadi perceraian.
Untuk itu dalam membina rumah tangga harus benar-benar adanya saling pengertian dan kasih sayang.
Disaat suami benar-benar jatuh sehingga sangat kesulitan untuk mendapat penghasilan, kebanyakan wanita zaman sekarang lebih senang duniawi, dengan kondisi seperti itu istri mudah tergoda laki-laki lain yang seperti menjanjikan kehidupan mapan akan tetapi tidak jarang justru kedepanya sang istri justru tertipu dan jauh lebih menderita, karena tidak menghargai dan menghormati suami, tidak menyemangati agar suami bisa bangkit dan kesabaranya.
Apabila ekonomi stabil sehingga bisa disisihkan untuk membeli rumah, membeli kebuthan sekunder dll.
Ada pepatah atau sebuah prinsip orang bijak : APABILA UMUR 40 TAHUN BELUM PENYA RUMAH ,MAKA USIA SETELAHNUA AKAN SULIT UNTUK BISA MEMILIKI RUMAH.
Sebenarnya umur berapa nikah ideal ?kalau perturan pemerintah bisa dikatakan masuk usua jenjang pernikahan adalah umur 20 tahun bagi pria dan 19 tahun bagi wanita, jadi pada usia tersebut apabila memilki anak mulai setelah 1 tahun pernikahan maka disaat anak dewasa dan membutuhkan biaya , masih mampu untuk mencukupi kebutuhan anak karena masih masa usia yang sangat produktif.
Yang jelas setiap keluarga pasti akan ada permasalahan , tidak mungkin semua berjalan mulus, untuk itu dibutuhkan pemikiran yang jernih untuk menyelasiakan permasalahan tanpa harus berantakan.
Perlu diketahui bahwa orang paling dekat dengan kita dalam berumah tangga adalah pasangan kita, tempat berkeluh kesah,menghilangkan kesusahan, mendapatkan ketenangan,dukungan semangat menjalani hidup untuk mencapai kebahagiaan, memang kita punya saudara akan tetapi saudara juga memilki problema sendiri, kita punya orang tua akan tetapi orang tua juga punya masalah sendiri, maka dari dahulu Adam saat diciptakan merasa susah ,tapi Alloh tidak menciptakan Orang tua ,tidak menciptakan saudara akan tetapi menciptakan pasangan sehingga mendapatkan ketenteraman dan ketenangan, maka dari itu janganlah menyakiti pasangan.
#Tip
#keluarga
#ekonomi
#hubungan suami istri
#ekonomi keluarga
#kebutuhan primer
#kebutuhan sekunder

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter