Sunday, 30 September 2018

BENCANA PALU, DONGGALA, LOMBOK SEBUAH FENOMENA SOLIDERITAS KEMANUSIAAN, INDONESIA BERDUKA, INDONESIA DARURAT BENCANA

MENGAPA BENCANA MENIMPA INDONESIA DENGAN BERTUBI-TUBI ?

Negeri ini sangatlah elok, sangat beragam budaya, bergam bahasa daerah walaupun disatukan sebuah bahasa yaitu bahasa Indonesia, namun setiap suku tetap bisa mempertahankan kebudayaan masing-masing daerahnya dari turun temurun nenek moyangnya.
Negeri ini juga banyak ragam kepercayaan dan agama, ada Islam, kristen, Katolik, Hindu, Budha, kong hu cu, ada yanga nimesme , dinamisme, alliran kepercayaan, namun orang memandang bahwa Indonesia mayoritas beragam Islam bahkan orang luar negeri berani menyebut sebuah negara dengan penduduk Muslim terbesar di Dunia, tapi sejatinya kalau di tengok mendalam tidaklah demikian, mungkin disebut Mayoritas beragama Islam berdasarkan statistik di pencatatan sipil berdasarkan data kartu tanda penduduk, ini disebabkan ada beberapa warga yang memiliki kepercayan seperti aliran kepercayaan atau tidak punya pegangan agama tertentu oleh pemerintah setempat dilaporkan agamanya Islam.
Sungguh sangat menyedihkan akhir-akhir ini banyak sekali bencana alam menimpa sebagian warga Indonesia belum hilang dari ingatan gempa lombok yang masih menggoraskan luka bagi penduduk setempat, baru-baru ini terjadi gempa dengan sekala 7.3 skala richter di palu, Donggala yang mengakibatkan Tsunami, dan menelan banyak korban jiwa tentunya menjadikan sebuah tanda tanya , mengapa tak pernah berhenti bencana menimpa, dimualai dari meletusnya gunung galunggung, Bencana Tsunami Aceh, Gempa Bumi Yogyakarta yang menelan ribuan korban di kabupaten Bantul , meletusnya gunung merapi Yogyakarta yang bahakan sampai merenggut tokoh adat fenomenal mbah Marijan, ini semua salah siapa ? apakah ini sebuah hukuman atau sekedar peringatan dari Tuhan ?
Coba kita renungkan, apabila orang Islam yang pahan Al Qur'an disebutkan apabila sebuah wilayah telah banyak maksiat maka tak henti-henti Alloh akan menurunkan ( mencicipkan ) siksa, apaila di tengok dari kalimat itu apakah banyak warga negara ini berlaku maksiat ? naytanya sudah banyak yang tahu agama tapi tidak mempraktekan, bahkan tidak sedikit yang melanggar larang-larangan Alloh, tidak ta'at perintah Alloh, nyata nya kemaksiatan merajalela di negeri ini, dari perjudian, minum2 an keras ( oplosan ), peredaran narkoba, perselingkuhan, perzinahan,yang semua itu merupakan lrangan dalam Agama manapun,  bahkan mereka seolah-olah bangga dengan apa yang telah dilakukan, namun bagi yang kurang percaya dengan Tuhan itu karena fenomena alam yang disebabkan oleh kerusakan struktur bumi dan pergeseran lempengan , kalau orang yang beriman, kejadian tersebut waluapun terjadi pergeseran lempengan sebagaimana mencocoki teori, itu ada memang  merupakan sebuah cara untuk memberi peringatan kepada umat manusia, agar yang berakal bisa berfikir dan merenung untuk meningkatkan ketaqwaan kepada hambaNya yang beriman.
Maaf ini bukan menyudutkan akan tetapi mari kita semua instropeksi diri, apakah kita semua sudah lupa dengan fitrah kita di dunia bahwa kewajiban kita adalah untuk beribadah.
Kami juga turut berduka dan belasungkawa juga sangat prihatin atas bencana yang menimpa negeri ini, saya doakan yang meninggal diterima sesuai amalnya dan yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Dari proses akibat bencana tersebut, banyak masyarakat bergerak hatinya untuk saling mebantu dari daerah yang tidak terkena Bencana, dengan segala macam cara mereka mengumbulkan donasi dari warga, ada yang meminta sumbangan di jalan-jalan terutama di perempatan yang terdapat Lampu merah, dari sebuah sekolah, Yayasan, Mahasiswa dll, seperti yang kami jumpai dalam perjalanan dari Solo ke Yogya kemarin, banyak sekali para pencari Donasi, tak ketinggalan pula Bank-Bank,Stasiun Televisi semua membuka rekening untuk penyaluran dana sumbangan bencana tersebut, tak ketinggalan pula para Musisi dll.
Ini sebuah lambang kepedulian, sebuah rasa kemanusiaan dan persudaraan yang tinggi di Masyarakat sebagai makhluk sosial,namun ada hal yang perlu di waspadai, jangan sampai maraknya permintaan sumbangan ada oknum yang menyalahgunakan, misalnya kelompok orang-orang yang tidak bertanggung jawab meminta sumbangan namun hasilnya justru tidak disalurkan alias hanya untuk kepentungan pribadi, saran kami, seyogyanya para relawan yang berada di jalan-jalan itu didaftar oleh Dinas Sosial, dan dimintai laporan keuanganya agar transparan juga hasil penyaluranya.

No comments:

MENYEMBUHKAN DARI SERANGAN COVID BERDASARKAN PENGALAMAN DR RUMAH SAKIT

  Nasihat di rumah sakit isolasi (bisa diterapkan di rumah) -obat yang diambil di rumah sakit isolasi  1. Vitamin C-1000  2. Vitamin E (E)  ...