Wednesday, 31 October 2018

SEBERAPA BESAR PELUANG TIMNAS SENIOR DI AJANG PIALA AFF ?

KESIAPAN TIMNAS DI BAWAH BIMA SAKTI DI AJANG PIALA AFF.

Piala AFF 2 tahunan akan segera di gelar mulai tanggal 8 November mendatang, dan Timnas kita masuk group yang lumayan kekuatan lawan yang merata, terutama Thailand dari negeri gajah putih yang sudah dikenal pela permainan yang hampir mirip dengan permainan jepang, punya kecepatan, punya organisasi penyerangan yang rapi dan terukur,mampu menusuk dengan tajam ke jantung pertahanan lawan, nah bagaiman dengan kesiapan Timnas kita yang dilatih Bima Sakti dan dibantu Kurniawan Dwi Yulianto ?
mari kita tengok saat melakoni beberapa uji coba sebelumnya saat melawan bebrapa timnas dari luar negeri saat melawan Mauritius menang 1-0, kemudian melawan Myanmar menang 3-0 dan hanya bermain imbang dengan Hongkong yang notabene bukan negara Sepak bola, namaunsecara grafik pola permainan ada sedikit peningkatan, hanya saja Bima Sakti harus bisa meningkatkan rasa percaya diri para pemain dan mampu bemain cepat, kelemahan Timnas masih selalu sama, yaitu suka terlambat dalam mengantisipasi pergerakan tanpa bola lawan, sehingga sering kecolongan, juga kecepatan dalam melakukan seangan harus ditingkatkan, cara marking lawan juga perlu dibenahi, kemudian membantu rekan saat dipresing dalam kurungan lawan ini juga harus didandani, kemudian perlu striker yang punya naluri mencetak goal delam kondisi sempit dan cepat dalam mengambil keputusan sehingga bisa memanfaatkan setiap kesempatan sepersekian detik untuk dikonversi menjadi goal, memang semua itu tidak mudah tapi bisa dilakukan asalkan dengan sungguh-sungguh, ada saran sebaiknya Bima sakti memasukan salah satu squad timnas U-19 selain Saddil Ramdani yaitu Witan Sulaiman, anak ini sangat mobile dan memiliki teknik tinggi dalam mengelebahui lawan juga pandai menempatkan posisi untuk mengobrak abrik pertahanan lawan bahkan mampu memiliki naluri mencatak goal yang tinggi, tak bisa dipungkiri penampilanya saat membela Timnas U-19 dalam ajang piala AFC kemarin, hanya dia pemain yang paling menonjol, senagaman pengamatan saya dan itu juga dikaakan oleh Pelatih Jepang, bahwa hanya Witanlah yang ditakuti para pemain jepang, karena menurut pelatih Witan memiliki teknik di atas rata-rata pemain Indonesia.
Sekarang seberapa peluang Indonesia untuk menjuarai Turnamene ini ? kesempatan terbuka lebar, asalkan Bima Saktitidak salah dalam mengatur strategi, kita tunggu tanggal 9 November saat away ke Singapura, nanti Bima Sakti harus mampu menganalisa kelemahan tim dan segera melakukan perbaikan secepatnya, untuk menghadapi lawan-lawan berikutnya.

Apakah kalian Cinta Tmnas Indonesia ? Like dan follow tautan ini

Tuesday, 30 October 2018

TRAGEDI LION AIR JT 610 APAKAH SEBUAH TAKDIR ?, BAGAIMANA SEBAIKNYA ?

DUKA BANGSA INDONESIA

Terjadinya kecelakaan pesawat lion air penerbangan JT 610 yang terjadi Senin pagi tanggal 29 Oktober pukul 6.20 apakah sebuah takdir ?
Mestinya kejadian tersebut menjadikan duka terhadap seluruh keluarga korban maupun kerabatnya, mengapa ini bisa terjadi ?Ada berapa macam jenis kecelakaan pesawat yang terjadi di dunia ini  ?apa saja faktor penyebabnya ?
Dengan adanya dunia penerbangan memang banyak sekali keuntungan bagi manusia, jarak tempuh ke suatu wilayah apabila ditempuh dengan jalur darat akan memakan waktu yag cukup lama dan melelahkan, apalagi antar pulau dan antar negara, dengan naik pesawat seolah-olah dunia ini sangat kecil karena jarak tempuh yang dahulu ditempuh berhari-hari, berminggu-minggu bahakn berbulan-bulan, bisa ditempuh hanya dalam hitungan jam.
Namun kadang kita suka terbuai, dengan kenyaman-kenyamanan tersebut, kadang kita saat naik pesawat terasa aman dan selamat, padahal belum tentu, karena ternyata dalam penerbangan banyak sekali resiko yang menghadang , dengan bisa terjadi kecelakaan diantarany : tergelincir saat akan take off maupun landing dikarenakan turun hujan deras yang mengakibatkan landasan licin, tersambar petir saat di atas , menabrak awan colombius, diterjang badai, itu yang disebabkan oleh alam, kemudian ada terjadinya kecelakaan yang disebabkan secara teknis misalnya kerusakan mesin ( mesin mati tiba-tiba saat di atas ) pecah ban saat di atas, sayap patah, mesin terbakar,hilang kontak,  kemudian ada yang disebabkan oleh Human error, misalnya sang pilot yang teledor, terjadi miss komunikasi dengan petugas bandara, kurang telitinya teknisi dalam mengecek kelaikan pesawat apakah siap untuk terbang atau tidak dll, dari semua permasalahan itu sebenarnya sudah ada SOP nya untuk menangani agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, dan hal yang tidak kalah penting yaitu masalah kedisiplinan para penumpang sendiri, misalnya sudah ada peringatan agar saat akan take off, atau dalam pesawat, atau saat landing sebelum pesawat benar-benar berhenti selalu diingatkan agar tidak menyalakan ( mengaktifkan ) handphone karena bisa mengakibatkan terganggunya navigasi yang bisa menyebabkan pesawat hilang kendali, juga mengaktifkan laptop main game dalam pesawat juga bisa mengganggu system elektronic pesawat, namun kenyataanya masih banyak sekali para penumang yang belum menyadari hal ini padahal mereka rata-rata berpendidikan, ini pernah saya jumpai sendiri saat saya naik pesawat, ada salah satu penumpang sudah diingatkan oleh pramugari agar mematikan handphone akan tetapi masih ndableg asik main handphone, kemudian saat pesawat landing roda baru menyentuh landasan, para penumpang sudah aktif menyalakan handphone, entah apa yang ada dalam benak mereka, bis jadi mereka yaqin sudah benar-benar mendarat, dan aman, padahal disaat peasawat masih bergerak itu bisa terganggu navigasi dan bisa menyebabkan pesawat terbang kembali, hal ini benar-benar belum disadri, apabila sering membaca informasi, sudah banyak kejadian kecelakaan pesawat di luar negeri gara-gara penumpang yang tidak disiplin tentang penggunaan handphone.
Disamping semua yang tertera di atas mestinya produsen pembuata pesawat terbang juga memikirkan hal keselamatan dengan menciptakan teknologi tercanggih untuk menghindati hal-hal yang tidak diinginkan, akan tetapi nyatanya masih saja ada kecelakaan pesawat yang keselamatan penumpangnya tidak terjamin, misal saat pesawat jatuh, baik ke laut maupun di darat bisa dipastikan hampir seluruh penumpang dijamin meninggal, sudah berpa banyak terjadinya kecelakaan pesawat di dunia ini ? setiap terjadimkecelakaan pesawat seslu yang dicari selain koeban adalah Black box, karena dari Black box bisa terekam percakapan sebelum terjadinya kecelakaan, namun sudah berapa black box yng ditemukan dan di anailsa setelah terjadi kecelakaan ? mestinya dari sekian banyak black box yang telah dianalisa mestianya juag sudah banyak faktor-faktor dari penyebab terjadinya kecelakaan, mestinya sebuah pabriakn atau produsen peswat sudah menemukan solusi tepat untuk menciptkana alat safety sehingga tidak akan ada lagi sebuah kecelekaan serupa untuk selanjutnya. namun mengapa masih saja terjadi kecelakaan ?nah hal seperti ini yang perlu dibuat pencegahanya, walaupun peawat jatuh, bagaiman agar para penumpang tetap selamat, mungkin yang pernah berselancar di youtube pernah menemukan video sebuah penemuan seorang teknisi dari rusai yang yang merancang penyelamatan dengan system capsule saat pesawat mengalami masalah di udara, yaitu ruang penumpang bisa terlepas dari badan pesawat, dan bisa turung dengan parasut capsule tersebut dengan seluruh penumpang ada didalamnya, itu sebuah terobosan, sebenarnya saya juga punya gagasan, bagi produsen pesawat merancang pesawat di bagian atas dipasang ruang parasur besar sepanjang badan pesawat, dan bisa membuka otomatis saat pesawat mati mesin atau jatuh, kemudian di bagian badan bawah peaswat dipasang ruang air bag, seperti mobil itu kalau terjadi kecelakaan maka air bag mengemabng sehingga bisa menyelamatkan sopir, tidak jauh berbeda dengan badan peaswat, saat akan terjadi benturan saat jatuh baik di darat maupun di laut ada air bag yang mengembang di bawahnya sehingaa pesawat tidak pecah karena benturan dengan air maupun tanah, dan juga tidak tenggelam saat jatuh di air.
Kembali masalah jatuhanya pesawat Lion Air JT610, mestinya dari gejala sebelumnya yang mana saat penerbangan dari bali ke Jakarta menurut berita di telivisi bahwa ada keluhan pesawat tersebut ada sedikit gangguan, mestinya sang pilot melakuakn koordinasi dengan tim teknis, dan tim teknis harus melakukan pengecekan dengan seksama dan lebih intens dan semestinya setiap pesawat yang akan terbang dilakukan simulasi seluruh instrument elektroniknya apakah bekerja dengan normal atau tidak, dan  juga tim teknis seharusnya tidak merekomendasikan untuk penerbangan berikutnya sebelum benar-benar kondisi laik terbang.
Dengan kejadian-kejadian tersebut apakah kita harus takut naik pesawat ? tidak semua pesawat jatuh dan kematian adlah sebuah takdir, siapapun akan menemui ajalnya masing-masing , hanya saja caranya yang berbeda-beda.
barangkalai gagasan ini bisa nyampai ke Produsen pesawat seperti Boing atau yang lain, saya sangat bersyukur apabila terealisai.

Mohon like dan share , follow artikel saya... semoga bermanfaat.

Monday, 29 October 2018

FAKTOR PENYEBAB KALAHNYA TIMNAS U-19 GARUDA MUDA DENGAN JEPANG

TIMNAS MUDA KITA TERPAKSA MENGAKUI KEUNGGULAN JEPANG 0-2

Nyesek, kecewa, gemes... tapi itu sebuah realita, 90 menit waktu yang diperlukan untuk menghantarkan Timnas Garuda Muda menuju pentas piala dunia tahun depan di Belgia, terpupus sudah karena takluk dari negeri Samurai Biru Jepang dengan Skor 0-2, memang betul kata bung Indra safri sebagai coach bahwa dalam sepak bola itu ada menang dan kalah, dan itu hala yang biasa, akan tetapi mengapa kekalahan pada Timnas kita sudah menjadi kebiasaan ?sempat terbesit sebuah harapan dan angan-angan dari hasil penyisihan group yang mamapu menghempaskan UEA walaupun hanya dengan skor tipis 1-0, sehingga harapan seluruh pencinta sepak bola nasional seolah-olah sudah melayang di atas awan tuk menuju pentas piala dunia U-20.
Sayangnya di perempat final sudah harus bertemeu dengan mantan juara Dunia Jepang, sebenarnya mental para punggawa Timnas dah terpupuk, dengan semangat juang tinggi tidak pernah merasa takut terhadap lawan siapaipun lawanya, karena dalam hati mereka sudah ditanamkan mental baja bahwa tidak ada yng perlu di takuti kecuali Tuhan dan Orangtua.
Dalam laga kontra kesebelasan Jepang kemarin sore, sebenarnya teknik para pemain kita tidak kalah jauh, hanya saja kehilangan fokus di menit-menit akhir babak pertama di mana salah satu pemain belakang lawan yang merangsak maju dan memiliki ruang tembak ideal, belum sempat dilakukan blocking namuan sudah melesakan tembakan keras terukur pada pojok kiri atas penjaga gawang kita Riyandi, dan sepertinya itu memang goal berkelas dan sulit untuk diantisipasi.
Memasuki babak ke dua Timnas Garuda Muda mencoba inisiatif mealkuakn serangan cepat, tapi sayang setiap pergerakan bola mampu di baca oleh para pemain lawan sehingga sangat mudah untuk diintersep, dengan tidak adanya Egy Maulana Fikri memang sepertinya daya gedor Tim Garuda muda kurang menggigit, Hanif Sagara yang diaharapkan mampu berbuat banyak ternyata di bawah form, sering melakukan kesalahan kontrol bola, kalah dalam berebut bola dengan para pemain Jepang, memang para pemain Jepang sangat taktis, cerdik dalam bermain disampaing memiliki teknik Individu juga kerjasama tim sangat solid adan rapi ditunjang pergerakan tanpa bola yang sangat cepat, sehingga para pemain kita sering salah antisipasi alur serangan lawan.
Hal yang perlu dibenahi terhadap permainan kita antara lain dalam melindungi bola saat mendribel ( Hanya Saddil yang kelihatan menonjol ) dalam memarking lawan juga sering lolos untuk penyergapan, kemudian skema serangan yang sudah tersusun tiba-tiba kehilangan momentum yang mana seharusnya bis dilakuakn direct shoot, tapi timing suka tidak tepat, disamping itu saat rekan terkepung lawan , tidak ada pemain kita yang mendekat untuk meminta bola, terjadinya Goal ke 2 dipertengahan babak ke dua sebenarnya tidak perlu terjadai apabila para pemain fokus dan cerdas dalam mengantisipasi pergerakan lawan, mungkin karena diguyur hujan deras, sehingga langkah sangta berat dan bola bisa liar walau hanya dengan sentuhan pelan, sebenarnya kami sangat menunggu masuknya Todfere di awal-awal babak ke dua, nyatanya coach Indra Safri sangat terlambat memasukan dia, baru masuk pada menit ke 75, padahal apabila di masukan pada  menit awal babak ke dua pasti akan lain hasilnya, permainan akan lebih hidup, nyatanya setelah masuknya Todfere pada akhir babak ke dua serangan Timnas Garuda Muda makin hidup bahkan sempat beberpa kali mengancam gawang lawan, namun apa hendak di kata, nasi telah menajadi kerak, namun kami sangat bangga atas semangat juang anak-anak muda yang penuh semangat tanpa mengenal lelah, pada menit ke 50 saya sudah ga sabar bahkan gemas dengan caoch Indra Safri.... koq tidak segera masukan Todfere, seandainya saya punya nomor WA nya mesti sudah saya WA, karena permainan Hanif dari babak 1 sudah kelihatan kurang bagus, tim ini harus dibina terus, seharusnya PSSI menekankan kepada semua pelatih klub terutama pelatih asing untuk bisa memberikan materi dan menu latihan yang bisa meningkatkan skil, teknik kecepatan dan stamina yang tinggi terhadap para pemainya, sehingga apabila suatau saat diperluakn untuk Timnas mereka benar-benar mumpuni. 
Menengok gaya permainan Jepang sangatlah pantas apabila mereka adalah kandidat juara, mereka mampu membaca permainan lawan, mampu melakukan serangan yang terkoordinasi dengan rapi dan cepat, dan melakukan tusukan-tusukan tajam ke jantung pertahanan kita. 
Kita tinggal menunggu perhelatan piala AFF yang akan di gelar mualia tanggal 8 November mendatang, semoga timnas Senior bisa menjadi pelipur lara, untuk meraih gelar, tentunya coach Bima Sakti yang dibantu Kurniawan Dwi Yulianto harus bisa bekerja keras, menerpak strategi yang tepat untuk menaklukan lawan-lawanya.


Friday, 26 October 2018

TIMNAS U-19 LOLOS KE BABAK PEREMPAT FINAL INI FAKTOR

PERJUANGAN TANPA LELAH BERBUAH MANIS.

Menghadapi tim unggulan UEA yang notabene yang pernah menjadi juara Asia, timnas Garuda Muda tidak gentar, hanya satu kata syaratnya harus menang apabila ingin lolos melaju ke babak berikutnya, dikarenakan pertandingan sebelumnya telah menelan kekalhan dramatais dari Timnas U-19 Qatar, dengan Skor 5-6, menengok dari pengalaman saat melawan Qatar, mestinya para pemain bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan mendasar, padahal secara teknis para pemain kita tidaklah kalah dengan para pemain Qatar, hanya sepertinya sedikit nervous lebih -lebih saat terjadinya goal akibat kesalahan fatal central bek Nurhidayat, untung saja saat babak ke 2 saat itu dengan semangat juang tinggi Tim Garuda bangkit dengan masuknya Toddferre benar-benar bisa mengbah permainan sehingga mampu mempertipis kedudukan yang mana bisa melesakan 4 goal sehingga bisa mempertipis kedudukan yang sebelumnya saat ketinggalan 1-6 para pemain Qatar melakukan celebrasi penghinaan di sudut lapangan dengan memasukan tangan ssebelah, sambil melaukan hormat penonton seolah-olah menghina Timans Indonesia sudah buntung, namun justru itu bisa melecut semangat juang anak-anak muda bangsa untuk bisa mnegejar ketinggalan yang sangat fantastis, dan dengan bisa melesakan 5 buah goal ternyata ini membawa keberuntungan tersendiri, bahkan sangking paniknya para pemain Qatar, sampai merambah ke sang pelatih sehingga diluar kesadaranya samapai masuk ke tengah Lapangan saat Lutfy khamal akan mengambil tendangan bebas di menit-menit terakhir, mestinya pelatih ini mendapat warning dari AFC maupun FIFA karena tindakan yang tidak sportif.
Dalam babak penentuan melawan UEA ternyata semangat juang para pemain kita masih membara, terbukti saat dari menit-menit awal para pemain terus bergrak , berlalri tanpa mengenal lelah untuk mengejar bola, yang di motori oleh Witan Sulaiman, Egy dan saddil, para pemain UEA seperti kebingungan dan panik, padahal sebelum pertandingan pelatih UEA sempat memandang enteng tim Garuda Muda, terutama Striker Utamanya sangat over confidence mengatakan akan bisa mencetak Goal sebanyak-banyaknya ke gawang Indonesia, namun justru sebaliknya para pemain UEA dibuat bingung melihat permianan cepat garuda muda, terbukti tealh terjadi kesalahan kontrol bola oleh pemain belakan UEA yang sempat dicuri oleh Witan Sulaiman dan melaukan solo run yang tidak mampu dikejar oleh para pemain belakang dan mampu melesakan goal dengan menaklukan penjaga gawang pada menit ke 23 sehingga merubah kedudukan 1-0 untuk Indonesia, memang permainan Witan Sulaiman saat itu sangat menonjol. mobilitasnya sangat tinggi, mampu mengisi ruang di semua lini, ini tidak nampak saat bermain melawan Qatar, mungkin disebabkan cidera di menit- mneit terakhir saat melawan Taiwan sebelumnya.
PAda menit ke 53 terjadi bencana buat Timnas di mana saat central bek Nurhidayat mencoba menghalau bola atas serangan Striker UEA justru membuahkan kartu kuning ke 2 yang mana sebelumnya di babak 1 sudah mendapatkan kartu kuning, tapi sangat disayangkan keputusn si pengadil Lapangan, mestinya di babak ke 2 sebelumnya Nurhidayat belum melakukan pelanggaran, seharusnya cukup diberikan peringatan namun keputusan wasit lain, dengan demikian Indonesia hanya bermain 10 orang dan dengan selisih jumlah pemain sangta di manfaatkan oleh para pemain UEA untuk membombardir pertahanan lawan, untung saja strategi pergantian pemain yang diambil oleh Coach Indra Safri sangat Tepat, mengisi pemain belakang dengan mengganti Saddil dan memasukan Indra, ini membuat lini pertahanan tenang dan memapu mengitersp semua serangan lawan.
Dengan masuknya Todferre di babak ke 2  juag memberi warna baru, bahkan dalam melakukan serangan balik dengan kecepatanya mampu membuat kocar-kacir pertahanan lawan, bahkan dengan beraninya melakukan akselerasi di kotak pinalty pertahanan lawan dia sempat didorong dari belakang oleh bek UEA sang kapten, pada menit ke 76, mestinya ini sebuah pelanggaran dan harusnya kita mendapat hadiah tendangan pinalty, namun sayangnya sang pengadil lapangan tidak memberikan, ada beberapa hal yang menjadi catatan bahwa sepertinya sang wasit sedikit berpihak ke UEA, terbukati juga saat masa perpanjangan waktu mestinya hanya 7 menit bahkan samapai 8 menit seolah-olah ingin memberikan kesempatan untuk para pemain UEA melakukan goal balasan.
Ada kejadian lucu saat measuki injury time si mungil Toddfere beracting bak pemain sandiwara berkelas sebagaimana para pemain Timur Tengah yang suka bersandiwara suka menjatuhkan diri apabila sudah unggul untuk mengulur-ngulur waktu, rupanya si ungil juga bisa melaukan sehingga pemain belakang lawan gemas.
Untuk menghadapai Jepang di perempat Final saya sangat setuju dengan prinsip coach Indra Safri, bahwa "TIDAK MENGAGUNGKAN TIM LAWAN "....walaupun secara sejarah Tim Jepang pernah menjadi juara Dunia , bagi Coach itu bukan sebuah tolok ukur dan bukan sesuatu yang menakutkan, mereka juga manusia , kita juga manusia semua memiliki kesempatan sama untuk mengalahkan, kita pupuk semangat juang, kumpulkan semangat keis dan bambu runcing untuk mengalahkan penjajah, kumpulakan kekeuatan untuk menaklukan jepang dengan doa, dukungan dan semangat pemain yang harus selalu berlari untuk mengejar lawan, mengajar bola.



Sunday, 21 October 2018

EGY DKK HANYA KALAH 1 DARI QATAR

PERJUANGAN TIMNAS GARUDA MUDA

Saya harus bilang Woooowww.... bagaimana tidak perjuangan militan para garuda muda sangat militan dan ngotot, yang sudah ketinggalan 5 goal mampu memperkecil ketinggalan bahkan hampir menyamakan kedudukan, apabila bung Indra Safri sempat membaca kupasan di blog saya sebelum bertanding tadi pagi tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa menang, tadi pagi sedah saya bahas bahwa Rafli tidak dalam top performance , mestinya Toddfere di pasang sejak babak awal, terbukti setelah masuknya Toddfere permainan berubah, dia mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan bahkan 4-5 pemain mampu ditaklukan dan mencetak 3 buah goal.
pada babak-babak awala sangat jelas para pemain belakang sangat grogi dalam tekanan, para pemain Qatar terus melakukan presing2 terhadap para pemain belakang kita, sehingga sering terjadi salah antisipasi, juga kami soroti kemampuan penjaga gawang Muhammad Riyandi seperti masih demam panggung , tidak sigap dan sering salah koordinasi, di babak pertama koordinasi serangan tim kita juga sangat kacau, tidak seeprti biasanya , sering salah passing, salah antisipasi, dan yang sangat mendasar saat membawa bola justru menunggu dipresing lawan , saat mengontrol bola juga sangat tidak lengket,yang sering salah adalah pemain suka pasing ke rekan yang justru dalam tekanan lawan, sehingga tidak leluasa mengontrol bola dan mudah direbut.
Untung di babak ke dua ada perubahan setelah toddfere masuk, kita tahu Feby juga bagus namun mestinya Saddil jangan diganti dulu, karena masih segar dan fit.
Malam ini sepertinya bukan harinay Egy dan Witan, mestinay saat witan mendapat umpan terobosan Egy bisa dikonversikan menjadi goal, sayang tendanganya mampu diblog penjaga gawang Qatar.
Menyoroti permainan Qatar saat terkejar goal menjadi 6-3 sebenarnya sudah mulai panik, mulai memainkan sandiwara dengan berlaku lebay, menjatuhkan dirir di lapangan saat permainan sedang berlangsung, mestinya Wasit bisa lebih tegas , untuk mengeluarkan kartu kuning para pemain sandiawara lapangan, dan mestinya pelatih Stress Qatar yang masuk lapangan diganjar kartu merah.
Tinggal sekali timnas akan menghadapi UEA, mestinya bung Indra Safri harus memainkan pemain-pemain yang tepat untuk meredam kecepatan UEA, sebenarnya secara kualitas individu dan Tim UEA masih kalah dengan Qatar, tinggal bagaimana nanti bung Indra Safri menentukan strategi, kalau seri atau kalah dengan UEA jelas pupus harapan...maka kemenangan adalah target mutlak yang harus dipatok.

Saturday, 20 October 2018

EGY , WITAN , SADIL DKK akan diuji sore ini

BAGAIMANA KIPRAH DAN PERJUANGAN GARUDA MUDA SORE INI ?

Sang Coach Indra Safri bilang kemenangan 3-1 atas China sempalan tidak akan berarti apabila kalah dengan Timnas Qatar dan UEA.... itu ada benarnya, maka kita tidak boleh lengah dengan eforia kemenangan atas kemenangan tersebut, para pemain harus fokus untuk meraih kemenangan dan kemenangan agar bisa masuk ke perempat final, dan tentunya suatu harapan apabila bisa menembus semifinal maka akan otomatis lolos ke piala Dunia U-20.
Sore ini Timnas Garuda muda akan bertarung dengan Timnas Qatar dari Timur Tengah yang notabene mereka walaupun kalah dengan UEA 1-2 akan tetapi memiliki skill individu dan kolektivitas permain tim yang mumpuni, belum lagi mereka terdiri dari pemaian yang memeiliki postur tubuh kekar-kekar, apakah kita harus minder ? tidak perlu, Egy Maulana Fikri sudah teruji, Witan juga memiliki insting yang bagus, kocekan pecel lele Sadil pun sangat merepotkan, nah ini tinggal bagaimana nanati yang entrtador meracik dan meramu pemain, juga dalam memotivasi anak-anak asuhnya agar tidak mudah menyerah dan tidak patah semangat, coba berikan kesempatan lebih banyak pada Totfere, dan yang perlu difokuskan adalah lini pertahanan dalam mengcover ruang, untuk pemain tengah harus mampu membloking serangan lawan sebelum menusuk ke daerah pertahanan kita, hindari pelanggaran-pelanggaran yang tidak perlu di daerah berbahaya.
Pastinya kita seluruh rakyat Indonesia yang GIBOL turut berdoa agar perjuangan anak-anak muda berpotensi ini meraih hasil yang optimal, mari seluruh GIBOL datang ke stadion untuk memberikan dukungan penuh, kalau Timnas U-16 bisa menyingkirkan Iran, Insya Alloh Timnas U-19 juga mamapu menyingkirkan negara-negara dari Timteng, pemain tidak boleh terpancing dengan gaya Lebay yang menjadi cirikas manja para pemain Timteng, yang suka pura-pura cedera hanya mengulur-ngulur waktu saat mereka sudah unggul, mestinya para Wasit FIFA harus jeli dengan panggung sandiwara yang mereka mainkan , kalau perlu di kasih kartu kuning, agar jera.

Thursday, 18 October 2018

EGY MAULANA FIKRI, WITAN SULAIMAN, SADDIL RAMDANI ADALAH PEMBEDA DALAM TIMNAS U-19

WUIH... KEREN, CIAMIK HABIS TIMNAS U-19 MENGGULUNG CHINA TAIPEi 3-1

Trend positif hasil maksimal telah ditorehkan Timnas U-19 asuhan Bung Indra Safri dalam laga penyisisan group babak awal yang baru dimulaia kemarin sore ,Kamis 18 Oktober 2018, walaupun dalam tahapan uji coba hasil kurang memuaskan, bahkan pernah digunduli China Tiongkok ( China Asli ) 0-3, namun sepertinya ada perbaikan yang signifikan yang telah dilakukan oleh sang coach, terbukti saat melawan Yordania mampu unggul 3-2, dalam permainan tadi malam anak-anak Garuda Muda menampilkan permainan yang apik, impresif mulia dari babak awal, secara teknik mendasar banyak kemajuan, pemain benar-benar mau fight, dalam melakukan passing juga lebih baik daripada laga-laga sebelumnya, dalam laga babak pertama Timnas Garuda Muda menguasai jalanya pertandingan dengan penguasaan bola 60 % lebih, sayangnya beberpa kali mengancam gawang China Taipei belum tercipta satupun Goal, memasuki babak ke dua rupanya sang entratador telah melakukan perubahan taktik, dengan memposisikan Witan Sulaiman ada pada sayap kiri, memang kehadiran Eggy maulana fikri sangatlah berpengaruh terhadap permainan Tim ( tidak maksud mengecilkan pemian lain ), nyatanya kombinasi serangan yang di motori tiga pemaian antara Egy maulna Fikri, Witan Sulaiman dan Saddil Ramdani sangatlah merepotkan pertahanan China Taipei ( Taiwan ) yang nota bene diisi oleh pemain-pemain naturalisasi dari daratan eropa, sangking bingungnya mereka mengahalau serangan-serangan timans Garuda Muda, sehingga menggunakan pola bertahan "PARKIR BIS" hampir semua pemain China Taipei menumpuk didaerahnya sendiri, karena mereka paham betul resiko apabila berani bermain terbuka maka akan menjadi bumerang karena kecepatan pemain-pemain Muda Indonesia, pada menit ke 52, diawali solo run Witan Sulaiman setelah lolos dari sergapan lawan, mamapu memberikan umpan silang kepada Egy maulana Fikri yang sudah berada di kotak Pinalti, dan keberuntungan bola liar akibat pengahalauan pemain belakan Taiwan pas jatuh di kaki Egy maulana dan dengan kecerdikanya Egy mamapu mengkonfersikan sebuah Goal pembuaka, sayangnya selang 2 menit kemudian Timnas Garuda Muda kebobolan dengan skema serangan balik dari china Taipei dan proses terjadinya goal pun mirip dengan Goal yang dicipta Egy.
Denagan kedudukan imbang 1-1 para pemain muda kita meningkatkan serangan, dan China Taipei pun melakukan perubahan permainan dengan sedikit terbuka sehingga timnas Garuda lebih leluasa melakukan serangan bertubi-tubi, nyatanya banyak sekali peluang yang mestinya bisa tercipta Goal, baik dari kaki Egy maulana Fikri maupun Witan Sulaiman, beberpa kalai sontekanya sangat membahayakan gawang lawan, dana akhirnya Witan Sulaiman mampu menggandakan keunggulan dnegan sundulan kepala setelah mendapatkan bola muntah dari ahalauan penjaga gawang Taiwan, kemudian sebuah asis dari Egy Maulana Fikri yang mengobrak-abrik pertahanan lawan , sempat mengecoh penjaga gawang, namun seeprtinya anatara Egy dan Witan ini merupakan satua perpaduan yang mumpuni, nyatanya dengan tidak melihat, Egy sempat menyodorkan Bola ke Witan Sulaiman yang bisa di konfersikan menjadi sebuah Goal sehingga keduduakan menjadi 3-1 sampai babak akhir, yang mana ini merupakan sebuah modalbesar untuk langkah perjuangan selanjutnya.
Secara keseluruhan permainan Indonesia memang sngat dominan, terutama umpan-umpan silang yang diarahkan ke sayap kanan Saddil Ramdani, ini sangat merepotkan pertahanan Taiwan, memang 3 pilar timnas ini bisa menjadikan momok buat tim-tim lawan, terutama kocekan pecel lelenya Saddil Ramdani, bisa membuat para pemain belakang Taiwan frustrasi.
Strategi pergantian pemain antara Rafli dengan Totfere menurut saya agak terlambat, karena permaianan Rafli di babak pertama sudah seperti di bawah Form,namunsayangnya penggantian dengan totfere sudah emmasuki menit ke 80 sehingga kelincahan Totfere belum nampak seperti sebelum-sebelumnya karena singaktanya waktu untuk adaptasi.
Semoga permainan inimasih bisa ditingkatakan untuk mengahdapi Qatar nanti di tangal 21 Oktober.

JANGAN LUPA, LIKE, SUBSCRIBE ATAU FOLLOW, DAN SHARE

Tuesday, 16 October 2018

PERFORMA TIMNAS U-19 DALAM MENGHADAPI PIALA AFC DAN TIMNAS SENIOR UNTUK AFF

BEBERAPA KELEMAHAN TIMNAS U-19 DAN SENIOR

Kejuaraan sepak bola piala asia ( AFC ) untuk U-19 sudah snagta dekat, untuk saja Indonesia sebagai tuan rumah yang mana dukungan dari pengila bola Indonesia juga akan berperan terhadapa sepak bola kita, hanya saja kalau kita tengok dari hasil uji coba yang dialkuakn sepertinya belum bisa memberikan hasil maksimal, nyatanya dalam acara PSSI anniversary Timnas U-19 belum pernah menang, bahkan digunduli china dengan skor telak 0-3, kita coab analisa kelemahan saat menghadapi chian, sangat jelas mencolok postur tubuh timans kita yang kalah tinggi, juga skil, teknik Individu pamain chian memang lebih unggul, masih banyak kelemahan di timnas Indonesia, terutama kerjasama tim dan cara mencover pergerakan lawan, juga dalam pasing-pasing masih sering salah, hal yang sangat mencolok pemain kita apabila pasing bola kepada teman bergerak lambat, pemain penerima bola suka menunggu dan bahkan suka bergerak mundur dengan tujuan biar bola melambat sehingga mudah untuk mengontrol, sehingga lawan mudah sekali menyerobot dan mengantisipasi pergerakan bola, selain daripada itu masih sangat lemah disis pertahana sebelah kanan yang sangat mudah diekploitasi lawan, karena bek kanan sering terlalu ke dalam dan kedodoran saat diserang, juag untuk pemain tengah yang harus membantu pertahanan masih sering terlambat untuk menutup area pertahanan, maka sering sekali kecolongan, saat menghadapai Yordania, meski menang 3-2 namun bagi kami masih banyak faktor keberuntunganya, masih saja pasing-pasing sangat lambat, meski sempat unggul 3-0 dari fakotr foal keberuntungan karan tendangan spekulasi dan goal bunuh diri lawan, yangmana goal tercipta buka dari skema serangan yangterpola dan terstruktur dengan baik, Mestinya caoch Indra Safri bisa menentukan formasi yang tepat dalam menentukan pemain utama dan melakukan penggantian pemain jangan yang terlalu timpang, padahal pertandingan resmi sudah akan bergulir sangat dekat yaitu tanggal 18 Oktober dan lawan-lawan yang akan dihadapi tidak lah enteng, kita hanya mampu berdoa, semoga timnas U-a9 bisa berjaya, taka ada salahnya memanggil beberpa pemain timnas U-16 yang berpotensi seperti bagus Kahfi, karena naluri mencetak goalnya tinggi.
 Sekarang kita sorori Timans Senior yang diasuh oleh Bima Sakti sebagai pengganti Luis Milla, rupanya Bima sakti bisa belajar dari kegagalan saat menangai Timnas U-19 beberapa waktu lalu, dan dengan masuknya asisten pelatih Kurniawan Dwi Yulianto membawa efek positif dari permainan Timas Senior yang mampu mengalahkan Myianmar 3-0 dalam laga uji coba beberapa waktu lalu, namun kelemahan juga masih sma dengan tomnas U-19, dalam menerima pasing dari rekan, masih membawa karakter pergerkan mundur untuk menerima passing hal seperti ini mudah dibaca lawan, mudah disergap lawan, juag dalam mengantisipasi serangan lawan, sangat jelas saat melawan Hongkong yanga baru saja selesi denagn skor ibang 1-1, sebenarnya ada kesalahan dalam melakukan pergantian pemain, sepertinya Adu lestaluhu belum siap, nyatanya justru menjadi titik lemah dalam menggalang pertahanan, sering salah pasing dan mudah dikelabuhi lawan, mestinya untuk penyerang yang diganti adalah Stepano Lilipali, dia menyia-nyaiakan beberpa kali kesempatan, juga permainanya sering terlambat untuk melepas bola, demaikian juga Beto sering terlambaut dalam antisipasi umpan teman juga dala melepas bola, masih sangat mudah dibaca pemain bertahan lawan, kelemahan juga pemain belakang masih salah antisipasi tusukan-tusukan serangan lawan, ini perlu diperbaiki.

Monday, 1 October 2018

INDONESIA DIREBUT AUSTRALIA

PERLAWANAN SENGIT AKHIRNYA PUPUS HARAPAN

Dag...Dig..Dug.... jantung terasa ingin copot, empot-empotan disaat menit-menit awal gawang Timnas Garuda muda digempur habis-habisan oleh pasukan aa-guru dari benua Australia, untung saja penjaga gawang Erlando sangat cekatan dan mampu membendung serangan-serangan lawan, pada saat pertandingan sepak bola piala AFC U-16 dalam merebutkan posisi untuk melaju ke semifinal.
Sebenarnya Australia merupakan benua tersendiri, namun dalam cabang olah raga sepak bola telah mengajukan ke badan sepak bola dunia yaitu FIFA agar bisa bergabung dengan benua ASIA dan ini disetujui, soalnya Benua Australia hanya memiliki satu negara yaitu negara Australia.
Secara perngkat FIFA jelas Australia berada jauh di atas Indonesia , yaitu peringkat 43 Dunia sedangkan Indonesia berada diurutan 162, namun apa yang dipertunjukan tim asuhan coach Fachri Husaini anak-anak yang bermain di kompetisi AFC U-16 kemarin sore sangatlah menakjubkan, seolah-olah timnas Garuda Muda selevel dengan Australia,nyatanya walaupun diserang habis-habisan justru mampu mencuri Goal terlebih dahulu melalui tendangan terukur dan terarah pemain muda berbakat Sutan Zico pada menit 16, sampai babak pertama berakhir kedudukan 1-0 untuk Indonesia.
 Secara teknik, kerjasama dan kekompakan tim Indonesia cukup bagus mampu meladeni pola permainan Australia, bahkan berkali-kali mengancam gawang Australia yang di motori Supriyadi , ini sangat merepotkan pertahanan Australia, tak jarang Supriyadi yang ditempel sangat ketat oleh 3 bahkan 4 pemain Australia masih saja bisa meloloskan diri dan mengancam gawang Australia, sehingga membuat para pemain Australia tegang , dan panik lebih-lebih ketinggalan 1 goal.
Memasuki paruh babak ke 2 rupanya pelatih Australia jeli dan sudah mempelajari kondisi pertahanan Indonesia, berkali-kali melakukan serangan melalui sisi kanan Indonesia, dan mereka melakukan umpan-umpan silang memanfaatkan keunggulan tinggi postur tubuh ke jantung peertahan Indonesia disisi kanan, maka tercipta goal balasan juga melalui serangan dari sisi kanan.
Terjadinya goal ke 2 adalah jelas menunjukan keunggulan postur tubuh, ssebuah umpan silang dari servis bola mati yang sangat terukur mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Pemain Australia yang datang tiba-tiba dari belakang tidak terantisipasi, karena jelas pemain belakang Garuda Muda kalah langkah karena panjang kaki pemain Autralia.
Adapun terjadinya goal ke 3 lagi-lagi pemain Australia mampu mengekploitasi sisi pertahanan sebelah kanan timnas Indonesia, sehingga mampu unggul 3-1, walaupun sudah unggul rupanya tim Australia tidak mengendorkan serangan, berkali-kali mamsih mampu mengancam gawang lawan, namun Indonesia tidak patah semangat, bahakan juga melakukan serangan-serangan berbahaya,dan hasilnya pada menit 92 dalam tambahan waktu mampu melesakan goal tambahan untuk memperkecil ketinggalan, sayangnya waktu terus berjalan, semisal masih ada waktu tidak menutup kemungkinan timnas Indonesia untuk menyamakan kedudukan atau malah bisa memballikan keadaan, namun dengan berkahinya waktu Indonesia kalah 2-3 dan secara otomatis gagal melangkah ke Semifinal dan Tiket menuju putaran piala Dunia U-17 yang akan di gelar di Peru, diambil oleh Australia.
Sebenarnya ad titik lemah yang masih bisa diperbaiki untuk Timnas kita yaitu cara memblokir pemain lawan, coba perhatikan, apabila pemain Indonesia membawa bola maka 2 atau 3 bahakan 4 pemain lawan langsung mengepung, dan disaat terkepung tidak ada pemain indonesia yang mendekat untuk mengganggu pengepung atau minta bola, sedangkan apabila pemain Australia membawa Bola pemain kita tidak melakukan pressing sebagaimana pemain Australia melakukan, kemudian dari segi teknik dan skil, sebenarnya para pemain kita tidak kalah, namun cuman kadang mudah tertipu oleh pergerakan badan tipuan lawan sehingga tidak mampu merebut bola, nah ini pelatih harus melatih pemain bagaimana menipu pergerakan kaki untuk menipu tipuanlawan sehingga bisa merebut bola.
Secara keseluruhan timnas Indonesia cukup bagus, punya harapan ke depan, ini adalah bibit dan cikal bakal Sepak bola Indonesia, tinggal bagaiman PSSI bisa mengoptimalkan, dengan pembinaan, pemberian prasarana, untuk melatih fisik, dan yag tidak ketinggalan bagaimana bisa menambah tinggi badan pemain, karena postru tubuh juga merupakan salah satu keunggulan bagi pemain.
BRAVO SEPAK BOLA INDONESIA >>> AYO MAJU TERUS>>>

JANGAN LUPA.... FOLLOW, SUBSCRIBE DAN SHARE

CARA BLOKIR PENIPUAN SMS BERHADIAH.

 Generasi four point zero ( 4.0 ) memang serba canggih, diiringi adanya aplikasi Android yang memudahkan segala aktifitas bisnis, dunia seol...