Sunday, 21 October 2018

EGY DKK HANYA KALAH 1 DARI QATAR

PERJUANGAN TIMNAS GARUDA MUDA

Saya harus bilang Woooowww.... bagaimana tidak perjuangan militan para garuda muda sangat militan dan ngotot, yang sudah ketinggalan 5 goal mampu memperkecil ketinggalan bahkan hampir menyamakan kedudukan, apabila bung Indra Safri sempat membaca kupasan di blog saya sebelum bertanding tadi pagi tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa menang, tadi pagi sedah saya bahas bahwa Rafli tidak dalam top performance , mestinya Toddfere di pasang sejak babak awal, terbukti setelah masuknya Toddfere permainan berubah, dia mampu mengobrak-abrik pertahanan lawan bahkan 4-5 pemain mampu ditaklukan dan mencetak 3 buah goal.
pada babak-babak awala sangat jelas para pemain belakang sangat grogi dalam tekanan, para pemain Qatar terus melakukan presing2 terhadap para pemain belakang kita, sehingga sering terjadi salah antisipasi, juga kami soroti kemampuan penjaga gawang Muhammad Riyandi seperti masih demam panggung , tidak sigap dan sering salah koordinasi, di babak pertama koordinasi serangan tim kita juga sangat kacau, tidak seeprti biasanya , sering salah passing, salah antisipasi, dan yang sangat mendasar saat membawa bola justru menunggu dipresing lawan , saat mengontrol bola juga sangat tidak lengket,yang sering salah adalah pemain suka pasing ke rekan yang justru dalam tekanan lawan, sehingga tidak leluasa mengontrol bola dan mudah direbut.
Untung di babak ke dua ada perubahan setelah toddfere masuk, kita tahu Feby juga bagus namun mestinya Saddil jangan diganti dulu, karena masih segar dan fit.
Malam ini sepertinya bukan harinay Egy dan Witan, mestinay saat witan mendapat umpan terobosan Egy bisa dikonversikan menjadi goal, sayang tendanganya mampu diblog penjaga gawang Qatar.
Menyoroti permainan Qatar saat terkejar goal menjadi 6-3 sebenarnya sudah mulai panik, mulai memainkan sandiwara dengan berlaku lebay, menjatuhkan dirir di lapangan saat permainan sedang berlangsung, mestinya Wasit bisa lebih tegas , untuk mengeluarkan kartu kuning para pemain sandiawara lapangan, dan mestinya pelatih Stress Qatar yang masuk lapangan diganjar kartu merah.
Tinggal sekali timnas akan menghadapi UEA, mestinya bung Indra Safri harus memainkan pemain-pemain yang tepat untuk meredam kecepatan UEA, sebenarnya secara kualitas individu dan Tim UEA masih kalah dengan Qatar, tinggal bagaimana nanti bung Indra Safri menentukan strategi, kalau seri atau kalah dengan UEA jelas pupus harapan...maka kemenangan adalah target mutlak yang harus dipatok.

Adakah yang minat ? : Training Ahli K3 Umum & MIGAS Utama Sertifikasi BNSP

  Dikirim dari Yahoo Mail di Android Pada Rab, 22 Okt 2014 pada 7:57, Training ISO & OHSAS trainingiso_ui@yahoo.co.id [tk_ubh] <t...