September 03, 2025

13 TIP MENJADI ORANG HIDUP DI DUNIA

RENUNGAN HIDUP DI DUNIA

*1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam,* maka
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.

*2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :*
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.

*3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia',* Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.

*4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik'* akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.

*5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan,*  maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.

*6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik,* Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.

*7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik & 'Beramal' hari ini,* Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...

*8. Para Pembohong* akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.

*9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.*
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.

*10. Bila 'Hati Kita Bersih',* 
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.

*11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik',* Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.

*12. Jadikanlah setiap 'Kritik'* bahkan 'Penghinaan'/penganiyayaan yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'. /Kesempatan di beri doa emas/mustajab dr allah

*13.Kita tdk pernah tahu Kapan* 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu  adalah kematian itu pasti datang & seberapa Banyak Bekal rohani yg Kita Miliki untuk Menghadapinya..


RENUNGAN UNTUK KITA SEMUA, TERUTAMA UNTUK DIRI SAYA PRIBADI...πŸ™πŸ™πŸ™

KUMPULAN ARTIKEL PENDIDIKAN

Pendidikan memang sangat perlu untuk membekali generasi berpengetahuan yang mumpuni sehingga anak yang terdidik mampu bersaing di dunia kerja maupun menghadapi tantangan hidup.
Dalam mendidik disamping pemberian ilmu tapi harus juga diberikan pendidikan moral, mental dan etika sehingga akan membentuk sebuah katakter.
Berikut adalah artikel bagaimana mrnguji sebuah kejujuran, silahkan dibuka :
dan hal yang harus dimengerti bahwa pendidikan dimulai dari keluarga, untuk menjadikan anak cerdas agar tidak ketinggalan saat mengikuti pelajaran di dalam kelas, berikut ini adalah artikel silahkan buka :
yang perlu diingat pula adalah jangan sampai orang tua justru malah merusak anak dalam melakukan pendidikan, berikut artikel yang justru bisa merusak anak :
Latihlah anak agar bisa mencintai diri, sehungga akan tumbuh rasa percaya diri, artikel berikut silahkan buka dan baca :
Tentu saja dalam lingkungan sekolah akan bergaul dengan banyak teman juga setelah menyelesaikan pendidikan akan terjun di dunia kerja entah menjadi karyawan, pegawai atau bahkan memiliki usaha sendiri, maka anak harus dibekali keterampilan memimpin, artikel berikut adalah cara membekali anak jadi pemimpin : 
Adapun ternyata pendidikan di Indonesia berbeda dengan di Amerika, berikut artikel silahkan buka n baca :
Berikut artikel menyajikan perbedaan dasar sistem pendidikan ,silahkan dibuka :

#pendidikan
#Anak
#keluarga
#Indonesia
#Amerika


September 02, 2025

JADWAL DAN AGENDA SEPAK BOLA INDONESIA MINGGU INI

Penyisihan group kualfikasi piala Asia kelompok umur U-23 telah di mulai.


Timnas garuda muda yang dibawah asuhan pelatih Gerald Vanenburg dari Belanda akan bertanding mulai hari Rabu 3 September 2025 di stadion Delta Sidorajo, dan rencananya akan disiarkan langsung oleh televisi swasta Indosiar dan SCTV dan streaming video, pada pukul 19.30 WIB sebagai pertandingan perdana melawan Laos,Timnas Garuda muda bergabung dalam group J yang diisi oleh tim dari negara Laos, Macau,Korea Selatan dan Indonesia, selanjutnya Garuda muda akan melawan Macau pada hari Sabtu tanggal 6 September 2025.
Timnas senior yang dipersiapkan untuk melaju ke putaran 4 penyisihan piala Dunia 2026 akan melakoni pertandingan agenda FIFA menjamu China Taipei ( Taiwan )pada hari jumat tanggal 5 September 2025, dan akan dilaksanakan di stadion gelora Bung Tomo, Surabaya pada pukul 20.30 yang akan disiarkan langsung oleh stasion televisi swasta Indosiar dan streaming video.
Sebenarnya Timnas Indonesia awalnya akan menghadapi Kuwait, akan tetapi dengan alasan yang tidak jelas,Kuwait mengundurkan diri dan diganti oleh Taiwan meskipun sebenarnya ini ada kerugian bagi Indonesia, karena ini merupakan persiapan untuk menghadapi Arab Saudi dan Iraq,berhubung Kuwait juga merupakan tim dari Timur Tengah,yang memiliki gaya bermain identik dengan Arab maupun Iraq, sehingga para oemain asuhan Petrick Kluivert diharapkan bisa beradaptasi.
Taiwan saat ini berada pada posisi peringkat 172 FIFA,Kuwait berada pada peringkat 138 ,sedangkan Indonesia menduduki peringkat 118, memang jarak Indonesia dengan Taiwan cukup jauh, bisa jadi Kuwait khawatir bila kalah dengan Indonesia peringkatnya akan semakin melorot.
Sedangkan untuk agenda Liga 1 minggu ini tidak ada pertandingan.


CARA SIKAP SAAT ANDA DIREMEHKAN

Disclimer : Artikel ini kami cooy dari Acun Kasih Tulus 

Diremehkan oleh orang lain memang hal yang tidak menyenangkan. Hal ini bisa membuat Anda merasa kesal, marah, atau bahkan terluka. Namun, penting untuk Anda ingat bahwa kita tidak bisa mengendalikan tindakan orang lain.

Yang dapat Anda kendalikan adalah bagaimana menanggapinya dan menghadapinya. Salah satu tips untuk menghadapi orang-orang yang sering meremehkan adalah dengan cara sikap berkelas dan elegan.

Berikut adalah 7 cara berkelas dan elegan saat menghadapi orang-orang yang sering meremehkan:

1. Jangan tanggapi dengan emosi. 
Emosi adalah hal yang wajar, tetapi penting untuk Anda bisa mengendalikan emosi. Jika Anda menanggapi orang yang meremehkan kita dengan emosi, hal itu hanya akan membuat kita terlihat lemah dan tidak mampu mengendalikan diri.

Oleh karenanya Anda harus memiliki sikap berkelas dan elegan untuk menghadapi orang-orang yang meremehkan.

2. Jangan tunjukkan bahwa Anda terluka. 
Jika orang yang meremehkan Anda berhasil membuat Anda terluka, jangan tunjukkan kepada mereka. Tunjukkan sikap berkelas dan elegan kepada mereka bahwa Anda tidak terpengaruh oleh kata-kata mereka.

3. Tunjukkan bahwa Anda lebih baik dari mereka. 
Cara terbaik untuk menghadapi orang yang meremehkan Anda adalah dengan menunjukkan bahwa Anda lebih baik dari mereka. Lakukan hal-hal yang menunjukkan bahwa Anda memiliki kualitas yang lebih baik, seperti prestasi, perilaku, atau kepribadian.

4. Abaikan saja. 
Jika Anda merasa bahwa orang yang meremehkan Anda tidak layak untuk ditanggapi, Anda bisa mengabaikannya saja. Hal ini menunjukkan sikap berkelas dan elegan bahwa Anda tidak peduli dengan kata-kata mereka.

5. Berikan respon yang bijak. 
Apabil Anda ingin memberikan respon kepada orang yang meremehkan Anda, berikan respon yang bijak. Jangan menyerang mereka secara personal, tetapi tunjukkan kepada mereka bahwa kata-kata mereka tidak benar.

6. Tunjukkan bahwa Anda tidak peduli. 
Salah satu cara terbaik untuk menghadapi orang yang meremehkan adalah dengan menunjukkan bahwa Anda tidak peduli. Anda bisa melakukan sikap berkelas dan elegan ini dengan tidak menanggapi komentar mereka atau bahkan mengabaikan mereka sama sekali.

7. Belajar dari pengalaman. 
Dari pengalaman menghadapi orang-orang yang meremehkan, Anda bisa belajar untuk menjadi lebih kuat dan lebih percaya diri. Anda juga bisa belajar untuk lebih selektif dalam memilih lingkungan pertemanan.

Agustus 27, 2025

BERITA VIRAL PERCERAIAN PRATAMA ARHAN MENDAPAT DUKUNGAN NETIZEN

Pratama Arhan semua masyarakat Indonesia mengetahuinya, salah satu pemain sepak bola nasional kelahiran Blora, Jawa Tengah ini memang memiliki spesiailsasi lemparan ke dalam yang maut, dan tidak jarang membuat kerepotan pertahanan lawan bahkan bisa menjadi sebuah skema terjebolnya gawang lawan
Note : Gambar diambil dari acun IG Pratama Arhan 

Anak dari desa bertalenta dalam mengolah bola dan perposisi sebagai bek kiri ini,memilki gaya penampilan yang kalem, ganteng tentu banyak cewek yang ngiler, bahkan saat dinikahkan dengan Azizah atau terkenal dengan sapaan Zize putri dari Adre Rosiade anggota DPR RI pada tanggal 20 Agustus 2023 awalnya banyak yang mendoakanya, akan tetapi seiring berjalanya waktu para penggemar sepak bola tanah air mulai meragukan kelanggengan pernikahan tersebut itu ditengok dari sikap sang istri terhadap Pratama Arhan ,mereka membaca sepertinya cinta Arhan bertepuk sebelah tangan, ditambah isu-isu miring tentang yang beredar di mas medis online tentang perilaku sang istri.
Waktu demi waktu rupanya Pratama Arhan sudah tidak tahan dan tidak ada kecocokan, sehingga melayangkan gugatan cerai terhadap Azizah pada tanggal 1 Agustus 2025 jadi pernikahanya baru berjalan 2 tahun, ke Pengadilan Agama Tigaraksa dan telah diputuskan pada tanggal 25 Agustus 2025, meskipun tergugat masih diberi kesempatan pembelaan dalam kurun 14 hari, tentunya perceraian ini membuat kaget kebanyakan orang, akan tetapi mayoritas pecinta sepakbola nasional mendukungnya, mereka justru merasa lega, memberi support untuk Pratama Arhan, apabila anda mengikuti komen-komen di chanel-chanel youtube, Instagram, X dll semua mendukung positif, ada yang memberi komentar Pratama Arhan tepat dalam mengambil keputusan meskipun dinilai  terlambat mungkin dia mencoba memberikan kesempatan kepada sang istri barangkali bisa merubah sikap dan sifat, mayoritas netizen mereka mendoakan semoga Pratama Arhan  mendapat ganti wanita Solehah,taat kepada suami, bahkan banyak sekali cewek yang menawarkan diri untuk menjadi pengganti dan berjanji akan setia....
ini menunjukan bahwa Pratama Arhan dikenal pria yang baik, berbakat dan tentu saja memilki keistimewaan, sehingga mereka menyemangati bahkan ada komentar dari netizen pria yang menyatakan bahwa gadis-gadis seluruh Indonesia mengantrimu, ayo semangat , fokuslah ke prestasi sepakbola ..akan datang waktunya pendamping hidupmu yang setia...
Pratama Arhan masih muda, perjalanan masih panjang, diharapkan pengalaman hidupnya bisa menjadi semakin dewasa dan matang, bisa meningkatkan performa sehingga bisa kembali bergabung dengan Timnas.
Membina rumah tangga memang tidak mudah, harus ada komitmen, memahami dan menyadari bahwa pernikahan merupakan ritual yang sakral, harus dijaga bukan untuk main-main,memang latar belakang keluarga sangatlah besar pengaruhnya, bagaimana orang mendidik putra putrinya,bagaimana orang tua bisa mendidik akhlak, sehingga saat tumbuh dewasa dan menuju jenjang pernikahan guna membangun mahligai rumah tangga benar-benar menjadi kelyarga yang sakinah mawadah wa rahmah.
meninjau dari banyaknya dukungan terhadap Pratama Arhan,seolah-olah menyalahkan Azizah.
#sepakbola
#Pratama Arhan
#Azizah salsha
#Timnas
#Berita perceraian Pratama Arhan
#viral



Agustus 25, 2025

CARA TES DAN MENDIDIK KEJUJURAN SISWA ALA AWAN GUNAWAN

Artikel dari copas pengalaman guru Awan Gunawan :
Dulu waktu masih ngajar di SMA, tiap gue ngadain ulangan di kelas gue bilang gini ke murid2. "Silahkan kerjakan soal2 yang saya kasih dengan jujur ya kids, coz saya gak akan mengawasi kalian. Waktunya satu jam, dannn, dimulai dari sekarang." Abis itu gue langsung ninggalin kelas menuju perpus.

Satu jam kemudian, gue balik ke kelas dan meminta murid2 buat mengecek jawaban di kertas ulangan mereka sendiri. Kertas ulangannya gratis ya gaes bukan selembar poto kopian yang setiap siswa harus bayar dua ribu, padahal modal poto kopi cuman dua ratus. Gue yang bacain jawabannya, mereka yang mengecek sendiri bener atau salahnya. Kemudian, mereka sendiri juga yang ngasih nilai atas hasil ulangannya.

Kelar itu semua, gue meminta murid2 buat mengumpulkan lembar ulangan di meja gue. Dan setelah semuanya terkumpul gue bilang pada mereka, bahwa yang barusan ngerjain ulangannya dengan cara gak jujur, gue tunggu di ruang guru. Sebagian murid langsung terlihat gelisah, sementara gue keluar dari kelas menuju ruang guru, lalu menunggu siapa2 aja yang bakal dateng menghadap gue. Karena jujurly, sebenernya gue sama sekali gak tau murid mana yang gak ngerjain ulangan dengan jujur selama gue tinggal tadi.

Sepuluh menit kemudian, lima orang murid dateng menghadap di ruang guru. Tiga cowok, dua cewek. Mereka minta maap ke gue, karena waktu ulangan ternyata nyontek dan bekerjasama.

Gue bertanya ke salah satu murid cewek, kenapa dia ngelakuin itu. Dia menjawab, "saya takut diomelin orang tua saya Kak, kalo dapet nilai jelek." 

"Kalo kamu?" tanya gue ke salah satu murid yang cowok.

"Sama Kak," jawabnya.

Gue membetulkan posisi duduk gue, lalu bilang gini ke mereka. "Kids, kalo orang tua kalian tau nilai ulangan kalian jelek, mungkin mereka akan marah. Tapi percaya sama saya, mereka bakal lebih marah, bahkan sedih, kalo tau anaknya gak jujur."

Kelima murid gue tertunduk.

"Kalian mungkin dapet nilai yang bagus dari menyontek, dan bikin orang tua bangga. Tapi, nilai yang kalian dapet adalah nilai yang haram, yang nantinya dari nilai haram ini akan jadi raport, jadi ijazah, dan dengan ijazah itu, kalian akan kuliah, kerja, lalu punya penghasilan kids. Punya uang. Yang mungkin uang itu akan kalian berikan ke orang tua. Terus, apa kalian tega ngasih uang yang diperoleh dengan cara kek gitu ke orang tua yang udah sayang banget sama kalian?" tanya gue.

Aer mata mulai mengalir dari sudut mata murid2. Bahkan ada yang dari telinga.

"Apa mereka akan bangga?" tanya gue lagi.

Sebagian murid mulai terisak. Sebagian lagi kejang2 dan keluar busa dari mulutnya.

"Ya. Mereka akan bangga sama kalian kids. Karena kalian adalah anak2 yang jujur, dan berani mengakui kesalahan. So, selamat ya, kalian hebat," kata gue sambil tersenyum.

Salah seorang murid tiba2 langsung menghampiri gue dan sungkem. "Maapin saya Kakkk. Saya janji bakalan jadi orang jujur kek yang Kakak bilanggg."

Murid2 yang laen mengikuti. "Maapin saya ya Kakkk..." Suasana jadi kek lagi lebaran. Hampir aja mereka gue kasih angpaw.

"Iya iya iya, gakpapa. Yang penting jangan diulangi ya," kata gue sok bijak.

"Baik Kak," jawab mereka sambil menghapus aer matanya pake kanebo.

"Terus nilai ulangan kita gimana Kak?" tanya salah satu murid cewek, dengan wajah yang kembali ceria.

"YA ENOL!" jawab gue singkat.

"HUAAAAAAAAA!" murid2 langsung pada kejer lagi wkwkwk!

...

Waktu gue diminta buat ngisi seminar pendidikan terhadap anak oleh panitia khilaf, yang dihadiri oleh guru2 PAUD dan guru2 SMA, gue kaget banget karena ternyata beberapa dari pesertanya adalah murid gue yang udah jadi guru. 

"Kak, dulu saya murid Kakak loh waktu di SMA," katanya. Dalem hati gue, "lah, serius dulunya murid gue? Kok muka kita kek sepantaran sih wkwkwk?!" Awet muda banget ya gue wkwkwk!

Di acara itu sekelar memaparkan materi, moderator bertanya ke gue tentang gimana caranya biar anak2 bisa deket sama orang tuanya, dan mao cerita soal apapun ke orang tuanya. "Karena anak sekarang kan lebih seneng maen hape ya Bang," lanjutnya.

Lalu gue jawab, "mmm, gue ini kan bisa dibilang seleb pesbuk ya, yang keknya wajar banget deh kalo seharian maen hape karena banyak konten yang harus diposting dan banyak komen yang harus dibalesin. Tapi kalo lagi sama anak2, ya gue gak maen hape. Diri gue full buat mereka yang lagi bersama gue. Karena, gue gak mao menyia2kan kebersamaan yang singkat ini cuma demi hape. Gue ceritain apa yang lagi gue rasa ke mereka, gue mintai mereka pendapat soal apa yang baiknya gue lakuin, sehingga mereka pun begitu ke gue. Kalo guenya ngedeket, anak2 pun ngedeket. Kalo guenya cerita, anak2 pun cerita. Dan kalo gue menyontohkan, anak2 pun melakukan."

...

Sejatinya, kita semua adalah guru bagi anak2 kita di rumah. Karena apapun yang kita lakukan akan digugu dan ditiru oleh mereka. So prinsip gue, kalo gue pengen ngeliat bangsa ini lebih baik ke depannya, dipimpin oleh orang2 jujur profesional dan punya empati terhadap rakyatnya, maka gue bisa memulainya, dari diri gue sendiri. 

Ah, jadi kangen ngajar di kelas lagi. Tapi udah terlanjur jadi artis wkwkwk!

Demikian, gue Bret Pitt.

#pacorstory
#alhamdulillah
Hari ini terakhir promo Piyuy Honey Lemon paket hemat 99K dan 199K, semoga gak keabisan πŸ‘‰wa.me/6281818180855.

AL QUR'AN ADALAH KEBENARAN

ULASAN AL QUR'AN 

KATANYA KITAB KUNO, TAPI ISINYA MELAMPAUI ZAMAN:

Kamu kira Al-Qur’an cuma kitab doa? Salah besar! Dari dulu udah kasih clue soal alam semesta, jauh sebelum ilmuwan pakai teleskop mahal. Big Bang? Qur’an udah bilang bumi dan langit dulu nyatu, terus dipisahin. Lah, sains baru tau ribuan tahun kemudian. Jadi siapa duluan, hah? Jangan sok pintar kalau Qur’an udah kasih spoiler!

Mau bukti lain? Nih, Qur’an bilang alam semesta itu meluas. Kamu kira cuma NASA yang tau? Ayat itu udah turun ribuan tahun lalu. Sementara orang dulu masih mikir bumi datar, Qur’an udah ngomong soal ekspansi kosmos. Jadi yang bilang Qur’an ketinggalan zaman, jelas salah alamat. Justru sains yang ngejar Qur’an, bukan sebaliknya!

Eh tunggu, masih ada lagi. Qur’an bilang matahari, bulan, semua punya orbit. Bukan diem kayak lampu tempel di langit! Dan bener aja, astronomi modern bilang planet, bintang, semuanya muter sesuai jalur. Jadi, jangan remehkan. Qur’an itu bukan buku dongeng, tapi peta realita semesta. Kalau kamu nggak percaya, mending belajar lagi deh.

Gunung? Qur’an sebut kayak pasak. Dulu orang mikir itu cuma kiasan. Eh ternyata geologi bilang, gunung punya akar dalam yang bikin bumi stabil. Lah, gimana Qur’an bisa tau detail kayak gitu kalau bukan wahyu? Coba kamu jawab! Jangan-jangan sains sekarang cuma ngebuktiin apa yang Qur’an udah kasih tau ribuan tahun lalu.

Dan yang paling epic: Qur’an bilang semua makhluk hidup asalnya dari air. Biologi modern setuju! Air jadi pondasi kehidupan. Jadi, siapa duluan nemuin? Qur’an atau lab riset? Udah jelas kan, Qur’an selalu selangkah di depan. Jadi masih mau bilang ini kebetulan? Atau kamu berani bilang Qur’an kalah sama teori-teori buatan manusia?

πŸ”₯ Kalau kamu berani, coba bantah. Kalau nggak bisa, ya akui aja: Qur’an itu petunjuk yang melampaui zaman.

Agustus 24, 2025

CARA MEMBUAT ANAK CERDAS, ULASAN OLEH LOGIKA FILSUF

Anak adalah hasil buah cinta, dan menjadi banggaan bagi orang tua apabila berhasil dalam pendidikan maupun kebaikan akhlaknya.


berikut tip ulasan dari acun fb Logika filsuf,bagaimana menjadikan anak cerdas : 

Banyak orang tua salah paham: kecerdasan anak bukan ditentukan dari banyaknya les tambahan, melainkan dari kebiasaan sederhana yang mereka lakukan sejak pagi hari.

Dalam buku Brain Rules for Baby karya John Medina, dijelaskan bahwa rutinitas kecil yang konsisten di pagi hari mampu meningkatkan fokus, kreativitas, bahkan regulasi emosi anak. Artinya, cara anak memulai hari akan berpengaruh langsung pada kualitas otaknya sepanjang hidup.

Anak-anak kerap meniru pola hidup orang tuanya. Jika pagi mereka dipenuhi dengan tergesa-gesa, amarah, atau distraksi gadget, otak mereka belajar pola stres yang sama. Sebaliknya, jika pagi dimulai dengan kebiasaan sehat, otak mereka terlatih untuk lebih tenang, teratur, dan terbuka pada pembelajaran. Pertanyaannya, apa saja kebiasaan sederhana yang bisa menumbuhkan kecerdasan sejak pagi?

1. Tidur yang cukup sebelum bangun pagi

Menurut The Sleep Revolution karya Arianna Huffington, tidur adalah fondasi utama bagi perkembangan otak. Anak yang kurang tidur lebih sulit berkonsentrasi, mudah tantrum, dan cenderung kesulitan menyerap informasi baru. Ini bukan sekadar soal jam tidur, melainkan kualitas tidur yang ditentukan dari rutinitas malam sebelumnya.

Banyak anak yang terbiasa begadang karena orang tua sibuk dengan gawai atau televisi. Akibatnya, pagi hari mereka dimulai dengan rasa malas dan otak yang belum siap bekerja. Jika otak dipaksa belajar dalam kondisi ini, hasilnya jauh dari optimal. Anak yang terbiasa tidur cukup justru bangun lebih segar, lebih ceria, dan lebih mudah menerima stimulasi baru.

Cara paling sederhana adalah membuat rutinitas tidur yang konsisten. Alih-alih membiarkan anak mengantuk di depan layar, biasakan ritual tenang sebelum tidur. Dengan begitu, pagi mereka dimulai dengan energi penuh yang secara langsung meningkatkan kapasitas kognitif.

2. Sarapan bernutrisi

Dalam Mind, Brain, and Education Science karya Tracey Tokuhama-Espinosa, dijelaskan bahwa sarapan berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah yang memengaruhi fokus dan daya ingat. Anak yang sarapan sehat terbukti memiliki kemampuan akademik yang lebih baik.

Namun di banyak keluarga, sarapan sering diabaikan atau diganti dengan makanan instan. Anak mungkin merasa kenyang, tetapi otaknya tidak mendapat bahan bakar yang tepat. Hasilnya, mereka lebih cepat lelah, sulit konsentrasi, dan mudah tergoda distraksi.

Sarapan bukan berarti harus mewah. Roti gandum, buah, atau telur sudah cukup memberi energi seimbang. Kebiasaan sederhana ini membuat anak terbiasa menghargai tubuh dan pikirannya sejak pagi.

3. Membaca sebentar sebelum beraktivitas

Menurut The Read-Aloud Handbook karya Jim Trelease, membaca di pagi hari meski hanya sepuluh menit dapat merangsang imajinasi dan memperluas kosakata anak. Otak mereka seperti dipanaskan sebelum menghadapi pelajaran di sekolah.

Banyak orang tua hanya membacakan cerita malam hari, padahal pagi bisa jadi momen emas. Saat otak masih segar, anak lebih mudah menangkap nuansa bahasa dan ide-ide baru. Bahkan satu halaman cerita bisa memicu diskusi kritis sepanjang hari.

Membaca pagi bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga membangun kedekatan emosional. Di sela rutinitas ini, orang tua bisa menyelipkan nilai dan logika sederhana yang nantinya memperkuat cara berpikir anak.

4. Olahraga ringan atau peregangan

Dalam Spark: The Revolutionary New Science of Exercise and the Brain karya John J. Ratey, terbukti bahwa aktivitas fisik meningkatkan suplai oksigen ke otak, menumbuhkan neuron baru, dan memperbaiki suasana hati.

Anak yang berangkat sekolah setelah duduk diam cenderung lesu, sementara anak yang sempat bergerak lebih aktif dan ceria. Tidak perlu olahraga berat, bahkan berjalan kaki atau peregangan ringan sudah cukup memberi efek positif.

Selain menyehatkan tubuh, kebiasaan ini melatih anak mengenali ritme tubuhnya. Mereka belajar bahwa otak yang sehat tidak bisa dipisahkan dari tubuh yang bugar.

5. Berbicara tentang rencana hari itu

Dalam How Children Succeed karya Paul Tough, komunikasi sehari-hari terbukti meningkatkan grit, rasa percaya diri, dan pemahaman anak tentang tujuan. Menyusun rencana kecil di pagi hari membantu mereka mengembangkan pemikiran strategis.

Anak yang terbiasa mendengar “Hari ini kita mau apa?” belajar memproyeksikan diri ke depan. Mereka tidak hanya menjalani rutinitas, tetapi juga memahami makna di baliknya. Ini membentuk kebiasaan refleksi sejak dini.

Selain itu, komunikasi sederhana ini memperkuat ikatan keluarga. Saat anak merasa didengar dan dilibatkan, mereka tumbuh lebih percaya diri menghadapi tantangan hari itu.

6. Membatasi paparan gadget di pagi hari

Dalam Glow Kids karya Nicholas Kardaras, paparan layar berlebihan terbukti mengganggu perkembangan korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas konsentrasi dan pengendalian diri. Pagi yang dipenuhi layar justru membuat anak sulit fokus di sekolah.

Banyak orang tua memberi gadget agar anak tenang sarapan atau menunggu berangkat. Padahal, kebiasaan ini melatih otak untuk mencari distraksi sejak pagi. Anak pun lebih mudah bosan ketika tidak ada layar.

Menggantinya dengan interaksi sederhana, membaca, atau sekadar bercakap-cakap, jauh lebih bermanfaat. Anak belajar mengisi waktu dengan hal yang memberi stimulasi nyata pada otak, bukan sekadar hiburan pasif.

7. Melatih rasa syukur sejak pagi

Menurut The Optimistic Child karya Martin Seligman, melatih anak untuk menyebutkan hal-hal yang disyukuri dapat menumbuhkan optimisme dan resiliensi. Ini bukan hanya soal moral, tetapi juga strategi psikologis yang memperkuat kecerdasan emosional.

Anak yang terbiasa bersyukur lebih mudah menghadapi kegagalan, karena mereka belajar melihat sisi positif dari situasi. Pagi hari adalah waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan ini.

Cukup dengan mengajak anak menyebutkan tiga hal yang membuatnya bahagia hari itu. Kebiasaan kecil ini menguatkan pola pikir yang sehat, sekaligus membentuk otak yang lebih tahan terhadap stres.

Di akhir pembahasan ini, ada baiknya sesekali Anda membaca konten eksklusif di logikafilsuf. Bukan sekadar tips, melainkan wawasan yang membantu orang tua memahami logika mendidik anak dengan cara yang lebih dalam.

Pada akhirnya, kecerdasan anak tidak lahir dari hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang konsisten. Lalu bagaimana dengan Anda? Kebiasaan pagi apa yang sudah berjalan di rumah Anda? Tulis di kolom komentar dan bagikan agar lebih banyak orang tua bisa terinspirasi.
Catatan : Kecerdasan bukan hanya melulu hebatnya nilai akademik, akan tetapi harus diringi dengan kecerdasan akhlak budi pekerti yang membentuk sebuah karakter berbudi yang luhur. 
Baca juga artikel di bawah ini :
Anak cerdas sering kali dicap bandel, sulit diatur, atau terlalu banyak maunya. Label ini muncul bukan karena mereka kurang sopan, melainkan karena cara berpikir mereka tidak selalu cocok dengan standar ketaatan yang diharapkan orang dewasa. Fenomena ini sudah lama menjadi perhatian psikologi perkembangan: anak dengan kecerdasan tinggi umumnya memiliki rasa ingin tahu besar, keberanian mempertanyakan aturan, dan dorongan kuat untuk mengekspresikan diri. Sayangnya, dalam pola asuh yang menekankan kepatuhan mutlak, sikap ini dianggap sebagai pembangkangan.

Di kehidupan sehari-hari, hal ini terlihat ketika anak yang pintar terus bertanya, menolak jawaban dangkal, atau mencoba mencari jalannya sendiri. Misalnya, saat diminta tidur siang, ia justru bertanya mengapa harus tidur kalau masih merasa segar. Orang tua yang lelah bisa menganggap ini bentuk keras kepala, padahal sebenarnya anak sedang mengasah logikanya. Pertanyaan pentingnya adalah apakah kita benar-benar melihat bandel, atau kita hanya kesulitan menerima cara anak berpikir yang lebih kritis dari usianya.

1. Rasa Ingin Tahu yang Tidak Pernah Padam

Anak cerdas memiliki dorongan alami untuk memahami dunia lebih dalam daripada anak seusianya. Mereka tidak puas dengan jawaban sederhana, sehingga akan terus bertanya bahkan sampai membuat orang tua kewalahan. Dari luar, perilaku ini tampak seperti membangkang. Namun dari sisi perkembangan kognitif, ini adalah tanda otak yang aktif bekerja.

Contohnya, seorang anak bisa terus menanyakan mengapa langit biru, mengapa listrik bisa menyala, atau mengapa manusia harus belajar. Bagi orang tua yang sibuk, pertanyaan bertubi-tubi ini bisa terasa seperti tantangan. Tetapi bila diperhatikan, setiap pertanyaan adalah pintu masuk ke proses berpikir yang lebih matang.

Jika orang tua menolak menjawab dengan alasan remeh, anak bisa kehilangan motivasi bertanya. Tetapi ketika rasa ingin tahu dihargai, anak belajar bahwa eksplorasi adalah hal positif. Di sinilah kita melihat bahwa kesan bandel sesungguhnya hanyalah energi intelektual yang belum diarahkan.

2. Keberanian Mempertanyakan Aturan

Tidak semua aturan logis di mata anak. Ketika orang tua mengatakan “tidur jam delapan karena itu aturan”, anak yang cerdas bisa merasa perlu alasan yang lebih masuk akal. Ia ingin tahu hubungan antara tidur cepat dengan kesehatan atau aktivitas keesokan harinya. Jika orang tua tidak sabar, sikap ini mudah dicap sebagai melawan.

Contohnya, anak yang enggan memakai seragam rumah saat belajar online. Orang tua menganggap itu tidak disiplin, tetapi bagi anak, logikanya sederhana: kalau tidak ke sekolah, mengapa harus berpakaian seperti sekolah? Perdebatan kecil seperti ini sering memicu konflik, padahal anak sedang menguji konsistensi aturan.

Sikap mempertanyakan aturan adalah tanda berpikir kritis. Bila diarahkan dengan dialog, anak bisa belajar bahwa aturan ada alasannya, bukan sekadar bentuk kekuasaan. Ini jauh lebih sehat daripada ketaatan buta yang hanya membuat mereka patuh tanpa memahami esensi.

3. Energi Tinggi yang Sulit Dikendalikan

Anak dengan kecerdasan tinggi sering kali punya energi fisik dan mental yang meluap-luap. Mereka cepat bosan dengan aktivitas monoton dan mencari tantangan baru. Di mata orang tua, tingkah ini terlihat seperti tidak bisa diam atau tidak mau mengikuti instruksi.

Contoh yang sering terjadi adalah anak yang terus bergerak saat kelas daring. Ia menggambar, menyusun balok, atau bertanya di luar konteks. Guru atau orang tua bisa menganggapnya tidak fokus, padahal otaknya membutuhkan stimulasi lebih. Energi mental yang tinggi sulit dikurung dalam rutinitas biasa.

Daripada melabeli anak hiperaktif atau bandel, energi ini bisa diarahkan pada aktivitas produktif. Memberikan mereka ruang bereksperimen, berdiskusi, atau membuat proyek kecil akan jauh lebih bermanfaat dibanding menuntut kepatuhan total.

4. Sensitivitas Tinggi terhadap Ketidakadilan

Anak cerdas sering peka terhadap hal yang menurut mereka tidak adil. Mereka bisa langsung protes ketika melihat perlakuan yang berbeda atau aturan yang terasa tidak konsisten. Masalahnya, protes mereka sering dianggap sebagai pembangkangan.

Misalnya, anak bisa bertanya kenapa kakaknya boleh tidur lebih malam sementara ia tidak. Atau kenapa orang tua bisa bermain ponsel saat makan, sementara anak dilarang. Kepekaan ini sering menimbulkan kesan keras kepala, padahal ia sedang berlatih memahami logika keadilan.

Jika sensitivitas ini diabaikan, anak bisa tumbuh sinis atau merasa tertekan. Tetapi bila dijelaskan secara jujur, mereka akan belajar bahwa keadilan itu kontekstual. Menariknya, banyak tokoh besar justru lahir dari sensitivitas tinggi terhadap ketidakadilan sejak kecil.

5. Kebutuhan Otonomi dalam Membuat Keputusan

Anak cerdas ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan, bahkan dalam hal kecil. Mereka merasa perlu memahami dampak dari pilihan yang dibuat. Orang tua yang terbiasa memerintah tanpa menjelaskan sering merasa anak terlalu banyak menuntut kebebasan.

Contohnya, ketika memilih pakaian, anak bisa menolak pilihan orang tua dan ingin menentukan sendiri. Hal ini terlihat remeh, tetapi sebenarnya bagian dari latihan otonomi. Jika ditolak mentah-mentah, anak bisa merasa terjebak dalam aturan yang tidak mereka pahami.

Memberikan ruang terbatas untuk mengambil keputusan akan membantu anak belajar bertanggung jawab. Alih-alih menganggapnya bandel, ini justru latihan berpikir mandiri. Di logikafilsuf sering dibahas bagaimana pola kecil seperti ini membentuk mentalitas dewasa yang kuat.

6. Tidak Puas dengan Jawaban Dangkal

Anak cerdas tidak puas dengan jawaban yang sifatnya klise. Mereka bisa terus menggali sampai mendapatkan penjelasan yang logis. Orang tua yang lelah bisa menilai anak terlalu ribet atau susah diatur. Padahal yang terjadi adalah proses berpikir mendalam.

Contoh sederhana adalah saat anak bertanya mengapa manusia harus belajar matematika. Jika dijawab “supaya pintar”, itu tidak cukup memuaskan. Anak ingin tahu bagaimana matematika dipakai dalam kehidupan nyata. Inilah yang membuat mereka terlihat rewel dan tidak bisa puas.

Daripada merasa diserang dengan pertanyaan, orang tua bisa menganggapnya sebagai kesempatan belajar bersama. Mengajak anak mencari jawaban di buku atau sumber lain justru memperkuat ikatan emosional sekaligus menumbuhkan sikap ilmiah.

7. Ketidaksabaran terhadap Hal yang Membosankan

Anak cerdas biasanya ingin segera memahami hal baru. Mereka cepat frustasi jika harus mengulang hal yang sudah mereka kuasai. Dari luar, sikap ini terlihat seperti malas atau enggan belajar. Namun sebenarnya, mereka hanya bosan dengan repetisi.

Contohnya, anak yang sudah bisa membaca akan merasa jenuh jika terus diberi latihan dasar. Ia mungkin mulai mengobrol, menggambar, atau melakukan hal lain saat kelas berlangsung. Guru bisa menganggap ini bandel, padahal anak hanya butuh tantangan baru.

Memberikan materi tambahan atau aktivitas kreatif bisa mengubah sikap ini. Ketidaksabaran bukanlah masalah disiplin, melainkan tanda otak yang ingin terus berkembang. Jika diarahkan dengan tepat, sifat ini bisa menjadi modal besar untuk inovasi di masa depan.

Jadi, benarkah anak cerdas itu bandel, atau justru kita yang belum siap menghadapi cara berpikir mereka? Tulis pendapatmu di kolom komentar, dan bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tua menyadari bahwa “bandel” bisa jadi tanda kecerdasan yang sedang tumbuh

#Anak
#Cara
#Sukses 

TEKNOLOGI ADALAH SKENARIO TUHAN BAGI MANUSIA UNTUK MENGISI NERAKA

Manusia diciptakan sempurna dibanding makhluk hidup lain, dan yang paling mencolok adalah otak manusia dibekali daya fikir untuk melakukan terobosan-terobosan dalam berinovasi. 

Dalam manusia berinovasi tentu saja didasari kemampuan teknologi, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu techne dan logos dengan artian secara harfiah adalah seni atau keterampilan dan ilmu, namun secara luas teknologi adalah metode, sistem atau ilmu pengetahuan yang digunakan untuk menciptakan alat, jasa, produk dengan tujuan untuk mempemudah, meringankan pekerjaan, memecahkan masalah sehingga menjadikan meningkatnya kenyamanan manusia.
Dalam kehidupan manusia moderen ternyata teknologi bisa tergolong menjadi dua hal yang berlawanan yaitu ;
1.Postif
2.Negatif.

DAMPAK POSITIF TEKNOLOGI 
Tentu saja teknologi yang positif yang tujuan utamanya untuk mempermudah hal-hal yang mendukung kebutuhan primer maupun sekunder manusia untuk pengadaan pangan,sandang, papan yang merupakan kebutuhan sehari-hari.
sebagai contoh :
Mesin traktor, mesin pembajak sawah, pompa diesel air untuk pertanian.
Crane untuk mengangkat material pembangunan gedung- gedung bertingkat, boormill yang digunakan untuk mengebor tanah yang akan dipasang pancang tiang,Komputer dengan pemrogaman yang cerdas bisa untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, mesin-mesin industri tekstil yang bisa untuk memproduksi pakaian skala besar yang dahulunya orang membuat pakaian dengan tenun manual sehingga tidak bisa mengimbangi kebutuhan pakaian dengan pertumbuhan penduduk.
Mobil, Sepeda motor ,kapal laut, pesawat terbang yang merupakan moda transportasi sehingga orang bisa bepergian jauh dengan waktu yang lebih singkat dan tidak melelahkan bila dibandingkan dengan jalan kaki, alat komunikasi berupa Handphone yang dimanfaatkan untuk mempermudah hubungan bisnis,dan masih banyak lagi teknologi yang bisa diciptakan untuk hal bermanfaat positif.
GALI JUGA INFO BERMANFAAT DENGAN MENULUSURI DI ICON INI : 


DAMPAK NEGATIF TEKNOLOGI.
Ternyata kemajuan teknologi juga menghasilkan dampak negatif,yang justru bisa menggiring manusia untuk melakukan kejahatan, berbuat dosa.
Dengan dalih untuk membela diri apabila diserang musuh,maka manusia membuat senjata canggih, pesawat tempur canggih, yang bisa untuk membunuh lawan secara masal dan mudah,dengan tujuan untuk menjadi pemenang sehingga musuh takut,akan tetapi realitanya detelah memiliki senjata canggih bukan untuk bertahan namun sebaliknya karena didasari rasa sombong mampu membuat senjata canggih dan ingin menguji kecanggihanya maka melakukan penyerangan kepada orang lain seperti merebut wilayah negara lain,sehingga tentu saja bagi yang wilayahnya akan melawan maka terjadilah peperangan dan menimbulkan banyak korban jiwa orang-orang yang tidak berdosa.
Internet, dengan adanya internet dan perangkat alat komunikasi yang canggih berupa handphone, dunia hanya sebesar saku, karena dengan handpone yang bisa dibawa ke mana-mana dalam saku sekarang sangat mudah untuk mengakses informasi seluruh dunia, dan sayangnya banyak sekali informasi negatif yang bisa diakses oleh siapa saja tanpa memandang kelompok umur,tidak ketinggalan pula dengan kecanggihan teknologi aplikasi yang bisa digunakan untuk melakukan penipuan, yang lebih parah adalah munculnya AI ( artificial Intelegence ) atau kecerdasan buatan, yang awalnya kecanggihan ini bertujuan untuk memoermudah, menghemat , praktis menunjang dalam menyekesaikan peketjaan, nyatanya justru digunakan untuk hal-hal negatif berupa penipuan,dan yang jelas teknologi ini orang cenderung berbuat bohong karena bisa membuat video-video yang tidak ada kejadian sesungguhnya,bahkan untuk penipuan,si penipu bisa membuat video seorang tokoh terkenal atau publik figur yang seolah-olah memberikan hadiah uang atau giveway yang mana sebenarnya untuk menjebak, sehingga korban terpedaya.
Dari pembahasan di atas masih banyak sekali hal-hal kehidupan yang ditopang oleh teknologi, memang dengan adanya teknologi menjadakan hal yang dulunya tidak mungkin bisa mrnjadi mungkin, akan tetapi seiring dengen kenegatifan ini akan mendorong manusia selalu berbuat dosa, yang akhirnya setelah meninggalkan dunia akan ada perhitungan pengamalanya,sehingga gara-gara teknologi orang bisa menjadi penghuni neraka, sehingga kami berpendapat bahwa Tuhan memberikan kecerdasan kepada manusia merupakan skenario untuk melakukan seleksi manusia yang akan dgunakan untuk mengisi neraka.
 

Ikuti artikel ini masih akan berlanjut

Agustus 21, 2025

CARA ORANG TUA MERUSAK ANAK DALAM MENDIDIK

ARTIKEL DICOPY DARI LOGIKA FILSUF :

Orang tua sering yakin bahwa apa yang mereka lakukan untuk anak sudah benar. 


Namun, banyak kebiasaan kecil yang tanpa disadari justru merusak perkembangan emosional, mental, bahkan moral anak. Ironisnya, niat baik terkadang menjadi racun dalam jangka panjang.

Fakta menariknya, dalam The Drama of the Gifted Child karya Alice Miller, dijelaskan bahwa anak-anak yang tumbuh dengan “kasih sayang penuh syarat” seringkali menjadi dewasa yang terjebak dalam kebutuhan untuk selalu menyenangkan orang lain, bahkan mengorbankan diri sendiri. Artinya, apa yang tampak sebagai kebiasaan wajar bisa menanam luka batin yang mendalam.

Maka mari kita bedah tujuh kebiasaan orang tua yang diam-diam merusak anak, dengan mengaitkannya pada kajian para ahli, lalu menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari kita.

1. Selalu Membandingkan Anak dengan Orang Lain

Dalam Parenting from the Inside Out karya Daniel J. Siegel, dijelaskan bahwa membandingkan anak memicu perasaan rendah diri yang menetap. Anak yang selalu disandingkan dengan “si A yang lebih pintar” atau “si B yang lebih rajin” akhirnya tidak belajar menghargai keunikan dirinya.

Di rumah, kalimat sederhana seperti “Lihat tuh kakakmu lebih rajin belajar” terdengar biasa. Namun efeknya, anak merasa cinta orang tua bersyarat pada prestasi, bukan pada dirinya. Perasaan ini bisa tumbuh menjadi luka psikologis jangka panjang, yang seringkali baru disadari setelah dewasa ketika anak sulit membangun hubungan sehat.

Menghargai keunikan anak sebetulnya lebih membangun daripada memacu lewat perbandingan. Anak butuh validasi bahwa dirinya cukup, bukan dorongan yang dibungkus kompetisi semu.

2. Memberi Kasih Sayang yang Bersyarat

Carol Dweck dalam bukunya Mindset menunjukkan bahwa anak yang menerima cinta bersyarat hanya ketika berprestasi akan mengembangkan fixed mindset. Mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai dirinya hanya setinggi prestasi yang ia capai.

Contoh sederhana terjadi ketika anak pulang dengan nilai buruk. Alih-alih mendukung, orang tua berkata “Mama sayang kamu kalau kamu rajin belajar.” Anak mendengar pesan bahwa kasih sayang bisa dicabut kapan saja. Hal ini melahirkan anak yang tumbuh penuh kecemasan, takut gagal, dan selalu mencari pengakuan eksternal.

Kasih sayang seharusnya menjadi fondasi tanpa syarat, karena dari situlah anak belajar mengenal arti cinta yang sesungguhnya.

3. Melabeli Anak dengan Sebutan Negatif

Dalam The Whole-Brain Child karya Daniel Siegel dan Tina Payne Bryson, label seperti “nakal”, “pemalas”, atau “bandel” membentuk pola pikir internal anak. Ia bukan lagi melihat perilaku yang keliru, melainkan identitas dirinya yang buruk.

Seorang anak yang sering disebut pemalas bisa mulai percaya bahwa ia memang malas, meski sesungguhnya ia hanya lelah atau butuh bimbingan. Label itu menempel dalam memori jangka panjang dan memengaruhi cara ia menilai diri sendiri.

Mengganti label dengan deskripsi perilaku membantu anak belajar tanggung jawab tanpa kehilangan harga dirinya. Kritik bisa diarahkan pada tindakan, bukan pada identitas.

4. Mengontrol Berlebihan dengan Dalih Melindungi

Dalam Hold On to Your Kids karya Gordon Neufeld dan Gabor MatΓ©, dijelaskan bahwa kontrol berlebihan justru mendorong anak menjauh dari orang tua. Alih-alih membangun kedekatan, anak mencari otonomi di luar, yang kadang justru berisiko negatif.

Contoh sehari-hari terlihat ketika orang tua selalu memutuskan semua hal untuk anak, mulai dari pakaian hingga hobi. Anak tidak pernah belajar mengambil keputusan, apalagi menanggung konsekuensi. Lama-kelamaan ia bisa kehilangan kepercayaan diri, bahkan memberontak ketika kesempatan mandiri muncul.

Di titik inilah kita bisa memahami, bahwa kedekatan sejati tidak tumbuh dari kontrol, melainkan dari kepercayaan yang diberi ruang. Dan di ruang-ruang refleksi seperti yang sering saya ulas di LogikaFilsuf, kita bisa menemukan konten eksklusif tentang bagaimana kepercayaan membentuk karakter anak secara lebih mendalam.

5. Mengabaikan Perasaan Anak

John Gottman dalam Raising an Emotionally Intelligent Child menjelaskan bahwa orang tua sering meremehkan perasaan anak dengan ucapan “Ah, itu sepele” atau “Jangan cengeng.” Padahal, anak sedang belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Ketika anak menangis karena mainannya rusak, orang tua yang langsung berkata “Masa begitu aja nangis” tanpa sadar mengajarkan bahwa emosinya tidak valid. Akibatnya, anak kesulitan mengekspresikan diri dengan sehat, bahkan terbiasa menekan emosi.

Mengakui perasaan anak, meski tampak sepele, membantu mereka memahami bahwa emosi adalah bagian alami dari hidup yang bisa diolah, bukan disangkal.

6. Menggunakan Hukuman Fisik atau Verbal Kasar

Dalam No-Drama Discipline karya Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson, dijelaskan bahwa hukuman keras tidak menumbuhkan disiplin, melainkan rasa takut. Anak belajar menghindari perilaku hanya untuk lolos dari hukuman, bukan karena memahami nilai moral di baliknya.

Contoh sederhana, anak yang dipukul karena berbohong mungkin berhenti berbohong di depan orang tua, tetapi tetap melakukannya diam-diam. Hukuman keras membangun tembok, bukan jembatan komunikasi.

Pendekatan disiplin yang penuh empati justru membekas lebih dalam, karena anak belajar bahwa kesalahan adalah kesempatan memahami nilai, bukan hanya menebus rasa sakit.

7. Menekan Anak untuk Selalu Sukses

Dalam The Price of Privilege karya Madeline Levine, anak yang tumbuh dengan tuntutan untuk selalu sukses seringkali tampak baik-baik saja dari luar, tetapi rapuh di dalam. Mereka merasa dicintai hanya ketika berhasil.

Kita bisa melihatnya pada anak yang mengikuti kursus tanpa henti, ditekan untuk ranking satu, hingga kehilangan waktu bermain. Akibatnya, anak tumbuh dengan rasa hampa, karena kebahagiaannya ditukar dengan pencapaian yang membebani.

Mendidik anak memang penting, tetapi ketika tuntutan menyingkirkan kebahagiaan, yang tersisa hanyalah anak-anak yang kehilangan jati dirinya.

Mengasuh anak bukan sekadar memberi makan dan pendidikan formal. Kebiasaan kecil yang tampak remeh bisa berdampak besar bagi jiwa anak. Maka, sudah saatnya kita mengkritisi diri, apakah kebiasaan kita selama ini membangun atau justru merusak.

Menurutmu, kebiasaan orang tua mana yang paling sering terjadi di sekitar kita? Yuk bagikan pendapatmu di kolom komentar dan jangan lupa share agar lebih banyak orang tua bisa belajar dari sini.

POLYESTER,KESEHATAN,PENGOBATAN,SEPAKBOLA,CARA DAN TIP

BAGAIMANA CARA MENCARI HP / SMARPHONE, TABLET ?

Teknologi komunikasi berkembang sangat cepat. Bermunculan produk HP / Smarphone baru dengan fitur-fitur yang semakin cangggih dan lengkap, b...