*AKHIR ZAMAN SEMAKIN DEKAT, BAGAIMANA MENYIKAPINYA..?*
======================================
Tak terasa tahun 2025 sudah di pengujung tahun dan akan berganti ke tahun berikutnya, tahun 2026.
Pergantian tahun sejatinya tidak ada yang istimewa. Seperti pergantian waktu dari detik ke detik berikutnya, menit ke menit selanjutnya, jam ke jam selanjutnya dan seterusnya. Yang membedakan pada setiap pergantian tahun baru adalah perayaan dan bagaimana seharusnya menyikapinya.
Di sekeliling kita, masyarakat merayakan pergantian tahun baru dengan berbagai macam kegiatan dan acara. Kembang api, terompet, pesta dan hal-hal lain yang berbau kesenangan, hura-hura semata, dan lebih banyak mudaratnya — seperti lazimnya euforia merayakan pergantian tahun.
Secara kasat mata, dari tahun ke tahun dunia berkembang semakin maju dan semakin canggih. Salah satunya, dengan kehadiran era digital yang menjadikan hidup manusia malin mudah dan terbantu. Tapi ada yang luput, yaitu dari sisi moralitas dan spiritualitas. Kita diuji, apakah semakin tahun iman dan moral kita semakin baik atau justru sebaliknya..?
Menyinggung hal tersebut, diriwayatkan dalam sebuah hadist yang sangat familiar di telinga kita, ketika menjelang pergantian tahun baru. Seakan hadist ini menjadi pengingat dan renungan bagi kita umat Islam, agar dapat mempertahankan dan istiqomah dalam menjalankan syariat agama,
```berikut pertikannya:```
لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ. البخاري
_“Tidak akan datang suatu zaman kecuali zaman setelahnya lebih buruk dari sebelumnya.” *(HR. Bukhari)*_
.
Berdasarkan hadist tersebut, zaman yang datang setelahnya adalah lebih buruk dari sebelumnya.
Fenomena kerusakan menuju akhir zaman sudah tampak jelas di sekeliling kita, miras, narkoba, free sex, pembunuhan seakan-akan tidak ada habisnya dan menjadi bahan pemberitaan di media.
Anggota Majelis Taujih Wal Irsyad dan Ketua Departemen Pendidikan Keagamaan dan Dakwah DPP LDII KH. Aceng Karimullah mengatakan, pada pergantian malam tahun baru itu banyak orang-orang yang mengaku sebagai umat Islam, tapi ikut merayakan tahun baru.
Secara syariat Islam tidak ada namanya perayaan tahun baru, apa yang diselenggarakan pada tahun baru melanggar rambu-rambu syariat Islam, seperti kemubaziran sumberdaya, hura-hura, pesta miras, pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan, “Pada akhirnya bermuara pada ajang maksiat dan ajang dosa,” ucapnya.
*Lantas bagaimana menghindari ajang maksiat dan dosa yang lekat pada setiap perayaan malam tahun baru..?*
Kyai yang identik dengan songkok berwarna merah itu menambahkan, LDII sangat khawatir bila generasi mudanya terlibat dengan kemaksiatan yang terjadi pada perayaan tahun baru, “Maka usaha para pengurus LDII di seluruh tingkatan adalah membuatkan acara yang produkktif dan positif untuk generasi muda,”
Misalnya, dengan mengadakan pengajian, tausiyah, diskusi, atau jika ingin yang lebih menghibur mengadakan keakraban dan makan bersama. “Agar generasi kita terkontrol, tidak liar di pinggir jalan yang justru malah banyak mudharatnya,”
KH. Aceng Karimullah menambahkan, setiap datang masa yang baru selalu diiringi dengan penurunan kualitas iman dan akhlak. Kita prihatin dengan fenomana itu. Rasulullah mengingatkan fenomena tersebut dalam sebuah hadits, agar umat Islam harus tetap konsisten dan istiqomah.
```Rasulullah SAW bersabda:```
_“Tidak henti-hentinya segolongan dari umatku konsisten (istiqomah) di atas kebenaran dan tetap dalam pertolongan Allah dan menang sampai datang akhir zaman dalam kemenangan.” *(HR al-Bukhari)*_
Hikmah dari hadits tersebut adalah Allah SWT akan terus memberikan pertolongan kepada orang-orang yang selalu dalam kebenaran,
“Kenyataan mengenai degradasi moral adalah keniscayaan yang tidak bisa disangkal lagi. Maka kita jangan fokus berada pada posisi tersebut. Kita harus terus istiqomah dan konsisten menjaga akhlak sampai akhir zaman,” pungkasnya.
IBADAH KHUSUK TUMAKNINAH..
YG BENAR &
SEMOGA KITA BISA BISA HUSNUL KHOTIMAH...
AAMIIN..
🤲🤲🤲🤝🙏🙏🙏
#LDII
#ISLAM











Quality Control Engineer – Laboratory (XRF & EOS)
Deskripsi Pekerjaan:
- Bertanggung jawab memastikan akurasi, stabilitas, dan keandalan hasil analisa yang digunakan untuk proses produksi dan kontrol kualitas di smelter nickel.
- Mengoperasikan dan melakukan preventive maintenance pada XRF & EOS/OES.
- Menangani troubleshooting alat seperti drift, vacuum error, spark instability, dan detector issue.
- Melakukan kalibrasi, drift correction, validasi metode, dan evaluasi control chart.
- Mengawasi proses preparasi sampel (drying, grinding, pelleting, fusion).
- Melakukan analisa unsur ore, slag, matte, dan alloy menggunakan XRF & EOS.
- Menyusun laporan hasil analisa, logbook maintenance, dan QC report.
- Menjamin kepatuhan terhadap standar ISO 17025, K3 laboratorium, dan keselamatan radiasi.
Kualifikasi:
- Pendidikan minimal S1 Kimia, Teknik Kimia, Metalurgi, Fisika, atau bidang terkait.
- Pengalaman minimal 2–4 tahun di laboratorium mineral/metal, smelter, mining, atau geoscience lab.
- WAJIB berpengalaman mengoperasikan dan merawat: XRF Bruker, XRF ARL 9900, XRF PANalytical, EOS/OES ARL 8860
- Memahami prinsip spektroskopi, sample preparation, CRM, dan evaluasi QC data.
- Mampu menggunakan software instrument (OXSAS, SuperQ, SpectraPlus, dsb.).
- Teliti, mampu bekerja cepat, dan memiliki kemampuan problem-solving yang baik.
- Sertifikasi ISO 17025 (nilai tambah)
- Pengalaman di smelter nickel / ferronickel / NPI
- Familiar dengan LIMS dan integrasi data laboratorium
- Penempatan di Pulau Obi, Maluku Utara.
- Sistem Kerja Roster 9 minggu onsite & 2 minggu offsite
Kirimkan profile terbaru Anda ke email: recruitment@kpsnickel.com dengan subject: Nama Lengkap_QC Lab
*Note: hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi, yang akan diproses lebih lanjut. Terima kasih
Hati-hati Penipuan!