TBC (Tuberkulosis) adalah penyakit yang sangat berbahaya jika tidak diobati dengan benar. Berikut beberapa alasan mengapa TBC sangat berbahaya:
- *Penyebab Kematian*: TBC adalah salah satu penyebab utama kematian di dunia, terutama di negara-negara berkembang. Pada tahun 2023, TBC menyebabkan sekitar 1,25 juta kematian.
- *Penyebaran Cepat*: TBC dapat menyebar dengan cepat melalui udara, terutama di daerah yang padat penduduknya.
- *Kerusakan Organ*: TBC dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ tubuh, seperti paru-paru, ginjal, dan otak.
- *Resistensi Antibiotik*: TBC dapat menjadi resistensi terhadap antibiotik, sehingga pengobatan menjadi lebih sulit.
- *Pengaruh pada Sistem Imun*: TBC dapat melemahkan sistem imun, sehingga membuat penderita lebih rentan terhadap penyakit lain.
- *Dampak Sosial dan Ekonomi*: TBC dapat memiliki dampak sosial dan ekonomi yang signifikan, terutama pada keluarga dan masyarakat.
Namun, TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat dan lengkap. Penting untuk melakukan tes TBC jika Anda memiliki gejala-gejala TBC, seperti batuk yang berkepanjangan, demam, dan penurunan berat badan.
Mari kita deteksi dengan mengidentifikasi gejala-gejalanya :
GEJALA TBC PADA ANAK ( 0-14 th )
1. Batuk 2 minggu atau lebih, namun batuk seringkali bukan gejala utama TBC pada anak.
2. Demam hilang timbul 2 minggu atau lebih.
3. Berat badan turun/ tidak naik dalam 2 bulan.
4. Lesu.
GEJALA TBC PADA ORANG DEWASA ( 15 th ke atas )
1. Batuk lebih dari 2 minggu ,atau
2. Segala bentuk batuk ( berdahak atau tidak berdahak ) tanpa melihat durasi dan disertai gejala tanda tambahan lainya.
GEJALA TAMBAHAN LAINYA :
1. Nafsu makan menurun.
2. Berat badan menurun.
3. Lemah/letih, lesu
4. Berkeringat malam hari tanpa kegiatan fisik.
5. Demam meriang hilang timbul tanpa sebab,batuk darah,sesak nafas,badan lemas.
Berdasarkan riwayat pengobatan :
a. Pasien baru TBC
Pasien yang belum pernah mendapatkan pengobatan TBC sebelumnya atau sudah pernah menelan OAT ( Obat Anti Tuberkulosis ) namun kurang dari 1 bulan.
b. Pasien yang pernah diobati TBC
Pasien yang sebelumnya pernah menelan OAT selama 1 bulan ,pasien ini selanjutnya dikelompokan lagi berdasarkan hasil pengobatan TBC terakhir .
Berdasarkan kepekaan / Sensitivitas obat
a. TBC Sensitif Obat (SO)
* Masih bisa diobati atau senstif terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) TBC SO
* Lama pengobatan pasien TBC SOBsekitar 6-12 bulan.
b. TBC kebal Obat atau Resisten Obat ( TBC RO )
* Keadaan di mana bakteri TBC sudah kebal terhadap OAT TBC SO.
* OAT TBC kebal obat relatif lebih lama, sekitar 6-20 bulan tergantung pada petunjuk dokter.
* Efek samping pengobatan TBC kebal obat biasanya lebih berat.
Sumber penularan TBC terjadi melalui udara.
Siapa yang berisiko sakit TBC ?
* Orang yang kontak serumah dan erat dengan pasien TBC
* Orang usia lanjut
* perokok
* Orang dengan HIV ( ODHIV )
* Orang dengan diabetes millitus.
* Bayi,Anak-anak dan lansia yang memilki interaksi dengan pasien TBC.
*Warga binaan Pemasyarakatan ( WBP)/Tunawisma/Pengungsi.
*Populasi rentan dan marjinal seperti pemukiman kumuh - padat dan kumuh-miskin.
Bagaimana cara mencegah penularan TBC ?
* Menutup mulut saat batuk atau bersin.
* Penggunaan masker teritama di tempat ramai.
* Istirahat yang cukup dan rutin berolahraga.
* Mengatur ventilasi udara yang baik di rumah atau tempat tinggal
* Makan makanan dengan gizi seimbang,terutama tinggi kalori dan tinggi protein.
* Tidak membuang dahak atau meludah sembarangan.
*Pemberian terapi pencegahan TBC ( TPT )
* Vaksinasi BCG pada bayi untuk mencegah TBC berat pada bayi dan anak.
BAGAIMANA METODE PEMERIKSAAN TBC ?
1 . TBC dapat diketahui melalui pemeriksaan dahak
2. Pemeriksaan TBC diutamakan menggunakan Tes Cepat Molekuler ( TCM ) atau pemeriksaan mikroskopis apabila terdapat kesulitan mengakses fasankes TCM.
3. Dibutuhkan 2 kali pengambilan dahak per pasien :
- Saat datang ke layanan ( sewaktu ) dan dahak pagi sesaat setelah bangun tidur atau sebaliknya.
- Pagi sewaktu ( saat pasien mengantar dahak pagi ke layanan ) atau sewaktu-waktu dengan jeda 1 jam .
4. Kader dapat membantu petugas kesehatan untuk mengedukasi dan mengumpulkan dahak terduga TBC untuk dikirim ke Fasyankes.
BAGAIMANA PENGOBATAN TBC ?
Pasien diberikan obat selama minimal 6 bulan,diminum secara teratur,sesuai dengan dosis yang diberikan dan sebaiknya obat diminum dalam keadaan perut kosong dipagi hari.
Tahap pemberian obat :
* Tahap awal : Obat diminum setiap hari selama 2 bulan.
* Tahap Lanjutan : obat diminum setiap hari selama minimal 4 bulan.
Bila tidak patuh dapat menyebabkan pasien menjadi resistan terhadap Obat Anti Tuberkulosis ( OAT ) atau kemungkinan terburuk menyebabkan kematian.
Obat TBC disediakan gratis oleh pemerintah dan swasta,dapat diperoleh di Puskesmas,RS,Klinik atau DPM ( Dokter Praktek Mandiri ) yang sudah berjejaring dengan program nasional ( petugas dapat memberikan informasi Fasyankes yang menyadiakan obat TBC gratis dan berkualitas ) .
* mengikuti anjuran dokter
Catatan :
Obat TBC diminum satu kali setiap hari pada waktu yang sama.
INGAT 3 T : Tepat waktu,Tepat cara,Tepat dosis.
PENGOBATAN TBC KEBAL OBAT
Paduan pengobatan untuk pasien TBC kebal obat yang tersedia di Indonesia :
1. Paduan Pengobatan 6 bulan
a. Paduan BPaLM
b. Paduan BPaL
c. Paduan pengobatan TBC monoresistan INH
2. Paduan pengobatan 9 bulan
a. Paduan variasi etionamid.
b. Paduan variasi linezaolid.
3. Paduan pengobatan jangka panjang ( 18-20 bulan ).
Catatan :
Paduan dan lama pengobatan ditentukan oleh dokter berdasarkan kondisi masing-masing pasien.
PENANGANAN EFEK SAMPING OBAT TBC
Quality Control Engineer – Laboratory (XRF & EOS)
Deskripsi Pekerjaan:
- Bertanggung jawab memastikan akurasi, stabilitas, dan keandalan hasil analisa yang digunakan untuk proses produksi dan kontrol kualitas di smelter nickel.
- Mengoperasikan dan melakukan preventive maintenance pada XRF & EOS/OES.
- Menangani troubleshooting alat seperti drift, vacuum error, spark instability, dan detector issue.
- Melakukan kalibrasi, drift correction, validasi metode, dan evaluasi control chart.
- Mengawasi proses preparasi sampel (drying, grinding, pelleting, fusion).
- Melakukan analisa unsur ore, slag, matte, dan alloy menggunakan XRF & EOS.
- Menyusun laporan hasil analisa, logbook maintenance, dan QC report.
- Menjamin kepatuhan terhadap standar ISO 17025, K3 laboratorium, dan keselamatan radiasi.
Kualifikasi:
- Pendidikan minimal S1 Kimia, Teknik Kimia, Metalurgi, Fisika, atau bidang terkait.
- Pengalaman minimal 2–4 tahun di laboratorium mineral/metal, smelter, mining, atau geoscience lab.
- WAJIB berpengalaman mengoperasikan dan merawat: XRF Bruker, XRF ARL 9900, XRF PANalytical, EOS/OES ARL 8860
- Memahami prinsip spektroskopi, sample preparation, CRM, dan evaluasi QC data.
- Mampu menggunakan software instrument (OXSAS, SuperQ, SpectraPlus, dsb.).
- Teliti, mampu bekerja cepat, dan memiliki kemampuan problem-solving yang baik.
- Sertifikasi ISO 17025 (nilai tambah)
- Pengalaman di smelter nickel / ferronickel / NPI
- Familiar dengan LIMS dan integrasi data laboratorium
- Penempatan di Pulau Obi, Maluku Utara.
- Sistem Kerja Roster 9 minggu onsite & 2 minggu offsite
Kirimkan profile terbaru Anda ke email: recruitment@kpsnickel.com dengan subject: Nama Lengkap_QC Lab
*Note: hanya kandidat yang memenuhi kualifikasi, yang akan diproses lebih lanjut. Terima kasih
Hati-hati Penipuan!