Sunday, 27 October 2019

Saturday, 26 October 2019

ALMARI ASAM ALIAS FUME HOOD, JENIS DAN MACAM-MACAM

BERMACAM-MACAM TYPE ALMARI ASAM ATAU FUME HOOD

    Calon analis, yang masih menempuh dibangku sekolah menengah kejuruan jurusan kimia maupun perguruan tinggi, analis yang sedang / sudah bekerja baik di Industri, maupun lembaga-lambaga independent yang berkecimpung di bidang Laboratorium kimia, mesti tahu, paham, dan tidak asing apa itu Almari Asam atau dalam bahasa asing di sebut Fume Hood.

    Almari Asam adalah tempat dimana seorang analis melakukan proses reaksi yang menimbulkan gas/ asap ataupun memerlukan suhu tinggi, sehingga gas berbahaya atau beracun bisa di buang ke luar ruangan sehingga tidak menyebabkan bahaya bagi Analis atau Laboran, untuk itu mestinya Almari Asam dilengkapi Exhoust fan atau bower pembuang gas yang cukup kuat.

     Almari Asam terbagi menjadi 3 bagian, ruang bawah meja yang berguna untuk menyimpan bahan-bahan kimia, ruang kerja yang dilengkapi meja kerja dimana meja kerja kalau zaman dahulu hanya dilapisi keramik namun seiring dengan kemajuan teknologi, meja kerja sekarang dilapisi Phenolic resin , yaitu sebuah bahan polymer resin yang tahan bahan kimia maupun suhu tinggi, pada ruang kerja ini dilengkapi kaca anti pecah ( tempered Glass ) yang bisa di slidingkan naik dan turun,bagian atas merupakan ducting yang dilengkapi Blower jenis keong dengan kemampuan sedot tinggi untuk membuang gas ke luar ruangan serta dilengkapi pipa PVC 6 "

TYPE DAN JENIS ALMARI ASAM :
   Mengenai type dan jenis Almari asam dibedakan dari :
1. Ukuran
2. Bahan

Untuk ukuran Almari asam bermacam-macam diantaranya :
100 x 60 x 200 Cm yang mana 100 adalah 100 cm lebar, 60 adalah 60 cm ke dalam, dan 200 adalah 200 cm ketinggian dan ini biasa di beri kode Type FH 100.

120 x 80 x240 ( 1200 x 800 x 2400 mm ) yang mana 120 adalah lebar nya 120 cm, 80 adalah 80 cm kedalman, dan 240 adalah 240 cm ketinggian, dan di beri kode FH 120

150 x 80 x 240  biasa di beri kode type FH 150 demikian juga untuk Type FH 180

Sedangakan berdasarakn dari bahan di bedakan antara lain :
1. Wooden
2. Metal
3. Polymer

Untuk Wooden biasanya Frame  dibuat dari bahan Massif wood coated Epoxy dan pintu laci terbuat Multiplek / Playwood berlapiskan HPL sedangkan ruang asam dibuat lapisan resin tahan kimia.

Untuk bahan Metal, kerangka bodi di buat dari Mild Steel , lapisan Bodi terbuat dari Stainless steel ruang asam dilapisi Resin tahan kimia.

Untuk jenis Polymer, full body terbuat dari Poly propelyne , karena bahan ini benar-benar tahan bahan kimia.

Kadang almari asam dilengkapi dengan asesoris seperti kran air, kran gas, Zink ini apabila diperlukan saat proses reaksi memerlukan gas, air .

Berikut adalah gambar contoh-contoh Almari asam :



 Apabila memerlukan Alamari Asam bisa kontak :
WA : 082137320434
Hp ; 081329036646
email : sun_elarta@yahoo.com
            membagiilmuolehsunarta@gmail.com
CV.Putra Pertiwi bangkit








   

Wednesday, 23 October 2019

CARA MENANGANI MASALAH YANG SERING TERJADI BAGI ANALIS ATAU LABORAN

APA SAJA YANG SERING DIALAMI SEORANG LABORAN / ANALIS ?

Ini beberapa perilaku para anlis atau Laboran yang bekerja di Laboratorium :

1. Suka bersenda gurau saat sedang menjalankan pekerjaan.

    Anda sebagai kepala Labortaorium  atau manager mungkin seringa mnejumpai atau melihat beberapa Analis atau Laboran  sering bergerombol, bercerita-cerita atau ngobrol pada hal-hal yang tidak ada hubunganya dengan pekerjaan, untuk mengisi waktu saat menunggu proses reaksi atau malah sebenarnya sedang mengerjakan suatu proses analisa namun disambi untuk mengobrol.

2. Masih lalai menggunakan alat-alat safety/keselamtan kerja.

    Tidak sedikit Analis atau Laboran yang belum sadar sepenuhnya tentang keselamtan kerja, meskipun mereka mengetahui, mungkin kalian masih sering melihat para anlis ataupun Laboran saat berada di dalam laboratorium dan sedang menangani bahan-bahan kimia berbahaya dengan santainya tidak menggunakan alat pelindung seperti jas laboratrium, apron, sarung tangan seperti sarung tangan karet ( untuk melindungi cipratan bahan kimia yang krorsif ) sarung tangan asbes  atau Cotton untuk melindungi dari bahan panas, Masker ( untuk melindungi dari terhirupnya gas berbahaya ), kacamata pengaman Gogle ( untuk melindungi mata dari cipratan bahan kimia ), Face protektor ( untuk melindungi wacah dari cipratan bahan kimia ) dan lain sebagiany, semua itu mereka beralasan terlalu ribet, sehingga merasa terganggu apabila menggunakan alat-alat pelindung diri tersebut.

3. Kurang memperhatikan kebersihan

    Kebersihan adalah hal yang sangat vital di dunai laboratorium karena apa ? tidak sedikit Analis maupun laboran yang kurang peduli tentang kebersihan, misalnya sehabis menimbang bahan-bahan kimia , ada bahan tercecer tidak segera di bersihkan, padahal kemungkinan bahan bersifat korosif sehingga bisa merusak timbangan, debu-debu di meja kerja atau Intrument ( alat-alat Laboratorium ) debu yang menempel pada komponen elektronic apabila kena udara yang lembab maka akan menjadikan bad contact antar komponen sehingga bisa menjadikan alat korsluiting atau eror, masih juag Analis atau laboran tidak peduli dengan cipratan bahan kimia saat mengerjakan analisa seperti terciprat ke meja kerja, ke lanati yang kadanga akan membahayakan Analis laian atau malah Analis itu sendiri,juga kebersihan alat setelah digunakan tidak dilakukan pencucian dengn bersih sehingga bahan kimia yang tersisa akan mengontaminasi bahan lain saat alat itu digunakan untuk yang lainya sehingga hasil analisa menjadi tidak akurat.

4. Kurang hati-hati saat menangani atau menggunakan alat-alat laboratorium berbahan glas/kaca.

    Kita sering menjumpai ujung buret, atau pipet cuil, atau sering mendengar suara prang karena glass ware ( alat dari kaca ) pecah, ini sering dialami oleh Analis ataupun Laboran saat mengerjakan proses analisa ataupun saat mencuci peralatan tersebut.

SOLUSI DARI PERMASALAHAN DALAM LABORATORIUM :
1. Diberikan training cara menggunakan alat-alat.
2. Diberikan training tentang keselamatan kerja di dalam laboratorium.
3. Dibuatkan S.O.P atau standart kerja dalam Laboratorium.
4. Dilakukan pengawasan setiap melakukan proses analisa terutama penggunaan alat-alat.

Wednesday, 16 October 2019

KESALAHAN DALAM DAUR ULANG PLASTIK

                          BISAKAH KITA TERLEPAS DARI PLASTIK ?


Sehari-hari kita selalu berhadapan dengan plastik, mulai dari anak-anak samapai embah-embah, bayangkan saja mainan anak-anak sebagian besar tersusun dari bahan plastik, ibu-ibu, embah-embah, belanja di warung pulang membawa plastik untuk wadah belanjaan.

Sejauh mana pengertian kita tentang plastik ? ada berapa jenis plastik ? apa sebenarnya plastik ?
Sebenarnya plastik dari segala macam turunanya terbuata dari bahan dasar naphta-naphta minyak bumi, yang dengan proses kimiawi, dipisah-pisahkan , kemudian direaksikan kembali tergantung jenis plastik yang akan dibuat misalnya Polyethylene Terepthalate ( PET ) , Poly Butil Terepthalate ( PBT ), Polyprophilene ( PP ), Polyethylene ( PE ) dll.

Semua plastik memilki sifat Thermoplastik yaitu bisa dilakukan pembentukan ulang setelah dilakukan  pemanasan, makanya plastik bekas pakai bisa didaur ulang untuk keperluan proses lagi atau proses lain produk, misalnya bahan plastik bekas botol minuman mineral yang terbuat dari PET bisa didaur ulang ( recycle ) untuk pembuatana benang synthetics seperti fiber ( kapas buatan ) benang texture yang akhrinya bisa di bikin kain atau karpet, Plastik bekas air minum mineral gelasan yang terbuat dari Polyprophilene bisa didaur ulang menjadi bahan dasar untuk pembuatan karung beras dll.

Hal yang perlu diketahui adalah saat proses reaksi pembuatan plastik tersebut, karena pengaruh suhu tinggi, maka ada senyawa-senyawa lain yang terbentuk, bahkan senyawa itu ada yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker, seperti terbentuknya aldehyde, oxolane dll, ini terjadi karena pecahnya struktur hidrokarbon dan membentuk ikatan kimia, makanya kita sering mencium bau kurang sedap pada plastik yang masih baru.

Demikian juga untuk plastik-plastik bekas pakai yang dilakukan daur ulang, dikarena oleh proses pembuatan plastik dari biji plastik saat pelelhan memerlukan suhu tinggi maka ada senyawa tersebut terbentuk, karena proses degradasi ikatan rantai atom-atom pada molekulnya, dan lebih lagi saat di daur ulang plastik-plastik bekas biasanya sudah tercampur baur dengan sampah lain sehingga timbul bau yang semakin menyengat, maka mestinya plastik-plastik bekas sebelum didaur ulang harus dicuci benar-benar bersih.

Seperti kita ketahui untuk melakuakn daur ulang kita mesti melelhkan kembali plastik bekas tersebut, nah disisnilah sering terjadi kegagalan, proses dan kegagalan itu disebabkan beberpa faktor yaitu :
1. Suhu yang tidak optimal , karena masing-masing jenis plastik memilki karekateristik titik leleh ( melting Poin ) yang berbeda-beda, jadi dalam proses pelelhan ulang harus memperharikan nilai titik leleh sehingga ikatan polymernya tidak rusak ( terdegradasi ) akibat suhu yang tidak tepat.
2. Tercampurnya atau terkontaminasi jenis plastik yang berbeda, ini juga sangat fatal, dikarenakan faktor perbedaan titik leleh.

Untuk menghindari tercampurnya bahan jenis satu dengan yang lainya, mungkin department perindustrian mengeluarkan peraturan agar setipa produk plastik diberi ode bahan, misalnya PET atau PP dsb.



Friday, 11 October 2019

TIMNAS SENIOR INDONESIA TERJUNGKAL LAGI

FASE PENYISIHAN GROUP PIALA DUNIA

Tim Sepak bola Senior Indonesia melakoni laga tandang untuk pertama kalinya ke Uni Emirat Arab yang di gelar di Abu Dhabi, atau sudah melakoni 3 kali pertandingan.

Dalam laga yang disiarkan oleh stasion Televisi Nasional TVRI, tanggal 11/10/2019 pukul 23.00 WIB alias pukul 11.00 malam, dengan sangat terpaksa serta menyakitkan harus menela pil pahit digelontor 5 goal tanpa balas.

Untuk menghilangkan trauma dua kali kekalahan saat laga kandang rupanya sang Head Coach Mr. Simon Mc.Menemy melakukan rotasi pemain dimana tidak memasang Andrytani menjadi penjaga gawang dan digantikan oleh Wawan Hendrawan, Evan Dimas tidak di pasang, dan bek kanan yang biasa diisi oleh Pae di ganti Gavin Kwan, sementara pemain depan Irfan Bachdim di pasang sejak menit pertama.

Jalanya pertandingan jelas mulai dari menit awal permainan dikuasai oleh Uni Emirat Arab, para pemain Indonesia hanya bertahan menumpuk setengah Lapangan , ini persis saat menghadapi Thailand waktu itu, rupanya sang pelatih sengaja menerapkan strategi bertahan dan mencoba melakukan counter attack, memang 40 menit babak pertama pemain Uni Emirat Arab tidak bisa menjebol gawang Indonesia, namun pada menit ke 40, terjadi kesalahan Wawan Hendrawan saat mencoba menangkap bola umpan silang dari kiri tengah, boal tidak bisa ditangkap dengan sempurna, jatuhnya bola coba direbut oleh Khalil, dan wawan Hendrawan mencoba untuk meraih bola lagi namun lepas sehingga mampu disontek dengan pelan oleh Khalil sehingga jebolah gawang Indonesia.

Ball Position pada babak pertama 68 : 32 % untuk U.E.A ini menunjukan betapa tertekanya timna sIndonesia, memasuki babak ke dua, Timnas mencoba keluar dari tekanan, mencoba inisiatif untuk melakukan serngan , namaun saat akan memasuki daerah pertahanan lawan begitu mudah diintersep, dan di gagalkan, hal yang sangat mencolok, saat Beto Goncalves membawa bola langsung di kururng dan tidak bisa melepaskan diri, tidak ada teman yang membantu sehingga saat mencoba melepas passing tidak ada tenaga, saangat lemah.

Suatu kesalahan pelatih, kurang efektifnya Andik Virmansah tidak disupport pemain yang memiliki kecepatan, malah ditarik keluar digantikan Sadil Ramdani, Irfan Bachdim yang masih on Fire malah diganti Lily Pali yang juga tidak begitu efektif, mestinya Sadil masuk justru untuk berkolaborasi dengan Andik.

Sisa pertandingan 3 away dan 2 Home meskipun menang terus jelas tetap telah menutup kesempatan untuk bisa lolos, apalagi kalah, maka akan sangat terpuruklah Timnas.

Tonton juga Video ini klik : https://youtu.be/6mcE46VLHpY

Thursday, 10 October 2019

DOSEN ASING.... PRODUK ASING.... WARGA NEGARA ASING

                                                    ASING ?

Mungkin kita sudah tidak asing lagi mendengar kata ASING , sebuah kata yang kadang juga menimbulkan perasaan Asing.

Akhir-akhir ini kata asing mulai mengorbit, diawalai sejak pemilu pilpres 2019, kata asing bergaung untuk menarik simpati rakyat agar kita tidak tergantung dengan negara asing, agar kekayaan negara tidak lari ke negara asing.

 Asing di kita menyangkut banyak aspek, bahkan sebenarnya dari zaman sebelum merdeka kita sudah dipengaruhi bangsa asing, kita mengalami penjajahan pada zaman belanda adalah orang asing dari negeri Belanda, kemudian dijajah jepang juga merupakan orang asing dari negara Jepang, tidak hanya dalam kekuasaan, bahkan disendi-sendi kehidupanpun setetelah merdeka kita menggunakan prduk-produk asing , sebagai contoh, rakyat Indonesia naik sepeda juga buatan asing seperti Gazela, dan yang paling memasyarakat sepeda RRT yaitu dari China, menganai produk China hampir semua keperluan sehari-hari mulai dari anak-anak sekolah, mainan anak-anakyang ada di toko-toko kelontong merupakan produk China.

Semakin hari produk-produk China memang membanjiri negara kita mulai dari barang Elektronik, alat-alat Industri, bahakan moda transportasi dari Seeda motor, Mobil, Bus, ini sebuah realita yang ada saat ini, memang saat ini perekonomian Indonesia secara tidak langsung ditopang oleh orang asing, karena hampir semua Industri yang ada milik orang asing, mesin-mesin juga masih jarang yang menggunakan produk asli Indonesia, spare part permesinan, teknologi komunikasi dengan maraknya telepon genggam dan teknologi-teknologi yang lain semua masih berasal dari negara asing.

Berita terbaru adalah dicabutnya hambatan Dosen Asing untuk mengajar di Indonesia, tentunya hal ini akan semakin menambah nuansa asing di Indonesia, sebenarnya ada sisi Positif dan negativnya, dari sisi positif menjadikan persaingan para pengajar Indonesia akan semakin ketat dan bisa juga meningkatkan kualitas para lulusan Indonesia, itu apabila diimbangi dengan semangat belajar dari para mahasiswa untuk menggali semua ilmu yag di bawa dosen asing, dan bisa diterpakan untuk memajukan Indonesia, namun yang menjadi masalah adalah apabila Dosen asing ternyata sudah diterima mengajar namun berjalanya waktu kualitas Dosen tersbut tidak memenuhi harapan, dan tidak sepenuhnya mentransfer ilmunya kepada para mahasiswa indonesia.

Kalaupun toh harus menggunakan tenaga dosen asing, mestinya Dosen yang benar-benar qualified yang khusus bisa menrapkan dan mengembangkan teknologi mutakhir, sehingga nantinya bangsa Indonesia tidak ketinggalan jauh dibidang teknologi, kalau hanya ilmu-ilmu dasar sebagaimana yang ada di perkulihan saat ini jadi tidak akan berarti dan tidak mendapatkan keuntungan apa-apa, bahkan bisa dikatakan akan benyak kerugian karena telah menggelontorkan uang untuk menggaji dosen asing tersebut.

Tuesday, 8 October 2019