Saturday, 15 June 2019

LEBARAN KOQ MALAH NUMPUK DOSA ?

MERAYAKAN HARI RAYA IDUL FITRI KOQ MALAH MENAMBAH DOSA ?

Menurut sabda Rosululloh S.A.W ada dua hari raya bagi orang Islam yaitu hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri.
Hari raya idul Adha adalah yang dilaksanakan pad bulan Dzulhijah, di mana beretepatan dengan Musim Haji, sedangkan hari raya Idul Fitri adalah dilaksanakan pada tanggal 1 syawal setelah satu bulan umat muslim melaksanakan ibadah puasa Romadhon satu bulan penuh.
Bagi kaum Muslimin menyebut dengan istilah lain juga juga sebagai hari kemenangan, yah... bisa juga dikatakan demikian karena kita sebagai umat muslim telah berperang melawan hawa nafsu, baik nafsu makan, nafsu minum ( sebagai perintah ) dan nafsu amarah, nafsu jahat, namun layakah yang tidak bisa mengendalikan/ mengalahkan hawa nafsu memperoleh dan merayakan kemenangan ?  nyatanya tidak sedikit orang yang mengaku Islam akan tetapi dalam puasa masih saja tidak bisa mengendalikan hawa nafsu , misalnya sedang berpuasa akan tetapi masih suka menggunjing orang lain, suka bercerita bohong ( HOAX ),maka mereka hanya mendapatkan lapar dan dahaga.
Setiap tahun untuk merayakan kemanangan di hari Raya atau lebaran selalu saja ada fenomena yang menarik, yang selalu menjadi berita utama hampir semua mas media baik elektronik maupun cetak yaitu prosesi Mudik alias pulang kampung, dengan adanya mudaik ini tak lepas dengan mobilisai alat transportasi baik melalui darat , udara dan laut, terutama jalur darat akan sangat padat oleh volume kendaraan baik kendaraan pribadi misalnya mobil, sepeda motor, maupun angkutan umum seperti Kereta Api, Bus, untuk kendaraan Umum frekwensi keberangkatan akan meningkat dibanding dngan hari biasa, sementara untuk kendaraan pribadi berupa Mobil tertutama dari jakarta ke daerah-daerah sangatlah padat namun dengan adanya infrastruktur berupa jalan TOL dan hal yang lebih lagi pemerintah cukup tanggap bisa memperbaiki system dengan cara One way yaitu dengan contra Flow, dimana saat arus mudik jalan Tol hanya dilalu satu arah dari jakarta menuju daerah jawa Tengah, ini sngat efektif dan bisa menekan angka kecelakaan, tentunya ini perlu diapresiasi baik aparat kepolisian yang bekerja keras tanpa mengenal lelah.
Nah mereka para pemudik yang berbondong-bondong menuju kampung halaman masing-masing penuh harapan untuk bisa berkumpul keluarga masing-masing dn sanak saudara serta tetangga kampung, untuk saling bersilaturahim, hal yang tidak terlewatkan saat setelah melaksanakan Solat Ied,mereka berkumpul ada yang dengan tradisi sungkeman yaitu yang muda sungkem kepada yang lebih tua untuk mengucapkan Selamat Idul Fitri dan memohon maaf atas segala kesalahan baik disengaja maupun tidak disengaja, dengan prosesi ini diharapkan semua dosa akan dilebur sehingga kembali fitr,setelah bersungkeman atau saling memaafkan tidak ketinggalan budaya makan bersama dengan menu spesial Lebaran yang terkenal yaitu Kutupat dan sayur opor ayam, biasanya untuk menambah kespesialan ayamnya adlah ayam kampung, memang sangat lezat dan nikmat, ada juga setelah berlebaran dengan keluarga biasanya berkeliling kampung menjumpai para kerabat, saling bersalaman sambil mengucapkan Taqoballallohu minna wa minkum ada yang mengucapakan Minal A'idzin wal faidzin, malah ada juga yang mengucapkan kosong-kosong atau Nol-nol... ini semu tentunya dengan maksud agar semua dosa terampuni antara satu dengan yang lain, namun justru ada yang malah menambah dosa yiatu saat bersalaman, dimana bagi laki-laki dan perempuan yang bukan makhrom justru itu akan menciptakan dosa, karena dalilnya yang artinya : bagi laki-laki yang bersentuahn dengan wanita bukan makhromnya maka besok akan ditusuk jarum nerka yang membara dari ubun-ubun sammpai ujung kaki, nah ini yang tidak banyak disadari , kalau berjabat tangan dengan makhrom misal laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan dan sat berjabat tangan sambil mengucapkan Alkhamdulillah-Astaghfirulloh, maka dosa akan rontok, yang masalah apabila bersalaman bukan dengan makhromnya, lebih-lebih remaja laki-laki ( tak ketinggalan Bapak-bapak ) apabila bersalaman dengan wanita yang cantik, senengnya minta mpun malah dilama-lamakan, nah ini yang sebenarnya berlebaran ingin menebus dosa akan tetapi malah menumpuk dosa.
Hal yang tidak kalah parah yaitu setelah hari raya biasanya teman-teman sekolah dahulu suka mengadakan acara reunian, dan tidak menutup kemungkinan dalam acara tersebut justru malah menciptakan dosa, karena dalam reuni diisi acara-acara yang bisa melanggar norma agama, misalnya karena dahulu waktu sekolah pernah menjadi pacarnya atau saling naksir, namun terputus atau karena masih cinta monyet, seiring dengan berjalanya waktu berpish sekian lama, maka saat acara reuni mereka melakukan kencan, istilahnya adalah CLBK ( Cinta Lama Belum Kelar ) ini sangat berbahaya, karena tidak menutup kemungkinan mereka malah melakuakn Zina, karena saat mengadakan reuni ada syarat tidk boleh membawa pasangan.
Inilah yang merusak makna lebaran, karena sebenarnya yang di maksud Labaran adalah bebas dari Dosa, namun dengan cara seperti ini malah justru menumpuk dosa.

CARA JITU MENGHADAPI TES WAWANCARA ATAU INTERVIEW

  Di masa pandemi ini terasa sangtlah tidak mudah menghadapi hidup karena tidak sedikit perusahaan yang merugi karena omset penjualan menuru...