Tuesday, 8 October 2019

MEMBUAT LARUTAN STANDART UNTUK TITRASI MAUPUN KALIBRASI

PENTING DIKETAHUI OLEH PARA ANALIS/LABORAN DI  LABORATORIUM

    Di dalam proses analisa pada Laboratorium kimia, baik Laboratorium pendidikan jurusan kimia maupun industri, pasti tidak lepas dari penggunaan bahan kimia yang memerlukan larutan standart untuk titrasi maupun kalibrasi.

   Larutan-larutan standart pastilah sudah diketahui konsentrasinya dengan tepat dan  digunakan untuk mengetahui konsentrasi atau kandungan sejumlah materi yang ada dalam bahan uji dengan metode perbandingan, serta ada larutan stndart yang dibuat untuk membuat kurva kalibrasi suatu Intrumen / alat sehingga kandungan matrei dalam bahan saat dilakukan pengujian menggunakan alat tersebut tingggal melakukan ploting dari grafik kurva kalibrasi untuk mendapatkan hasil, namun kurva kalibrasi harus juga dicari regresi liniernya agar faktor koreksi alat bisa diketahui, sehingga bisa memperoleh data hasil analisa yang tepat, tonton ( klik video ini ) untuk contoh pembuatan faktor koreksi alat dengan Regresi Linier : 
https://youtu.be/Dfp6bU3my2A

   Dalam membuat Larutan standart mestinya kita memerlukan bahan kimia induk, ada beberapa jenis bahan kimia untuk membuat Larutan standart berdasrkan Grade nya , namun secara umum ada dua yaitu :
1. Teknis 
2. Pro Anlyat ( Pure Analyst ) dalam Laboratorium dikenal dengan sebutan p.a
Yang membedakan dari ke duanya adalah dari sisi kemurnian dan kualitas bahan, jelas yang Pro Analyst memiliki kemurnian lebih tinggi sehingga tingkat akuratan untuk melakukan uji bahan sangta kaurta dan tepat, namun ini juga dipengaruhi ketelitian dalam membuat larutan standart, kadang Laboran / Analis saat membuat larutan Stndart kurang memperhatikan impurities yang terkandung dalam bahan, misalnya bahan induk mengandung air kristal X H2O, ini suka terlupakan dalam perhitungan penentuan konsentrai Larutan Standart, sehingga nantinya saat untuk melakukan pengujian bisa memberikan hasil yang salah.

Untuk bahan induk Teknis, ini biasanya digunakan di dunia pendidikan terutama setingkat SLTA kejuruan, dikarenakan harganya yang murah, namun sebenarnya tingkat kemurnianya sangat rendah bahkan kandungan impuritisnya tinggi, yang bisa menyebabkan kesalahan dalam memberikan data hasil analisa.

Ini contoh Bahan kimia yang pure analis :