Wednesday, 16 October 2019

KESALAHAN DALAM DAUR ULANG PLASTIK

                          BISAKAH KITA TERLEPAS DARI PLASTIK ?


Sehari-hari kita selalu berhadapan dengan plastik, mulai dari anak-anak samapai embah-embah, bayangkan saja mainan anak-anak sebagian besar tersusun dari bahan plastik, ibu-ibu, embah-embah, belanja di warung pulang membawa plastik untuk wadah belanjaan.

Sejauh mana pengertian kita tentang plastik ? ada berapa jenis plastik ? apa sebenarnya plastik ?
Sebenarnya plastik dari segala macam turunanya terbuata dari bahan dasar naphta-naphta minyak bumi, yang dengan proses kimiawi, dipisah-pisahkan , kemudian direaksikan kembali tergantung jenis plastik yang akan dibuat misalnya Polyethylene Terepthalate ( PET ) , Poly Butil Terepthalate ( PBT ), Polyprophilene ( PP ), Polyethylene ( PE ) dll.

Semua plastik memilki sifat Thermoplastik yaitu bisa dilakukan pembentukan ulang setelah dilakukan  pemanasan, makanya plastik bekas pakai bisa didaur ulang untuk keperluan proses lagi atau proses lain produk, misalnya bahan plastik bekas botol minuman mineral yang terbuat dari PET bisa didaur ulang ( recycle ) untuk pembuatana benang synthetics seperti fiber ( kapas buatan ) benang texture yang akhrinya bisa di bikin kain atau karpet, Plastik bekas air minum mineral gelasan yang terbuat dari Polyprophilene bisa didaur ulang menjadi bahan dasar untuk pembuatan karung beras dll.

Hal yang perlu diketahui adalah saat proses reaksi pembuatan plastik tersebut, karena pengaruh suhu tinggi, maka ada senyawa-senyawa lain yang terbentuk, bahkan senyawa itu ada yang bersifat karsinogen atau bisa menyebabkan kanker, seperti terbentuknya aldehyde, oxolane dll, ini terjadi karena pecahnya struktur hidrokarbon dan membentuk ikatan kimia, makanya kita sering mencium bau kurang sedap pada plastik yang masih baru.

Demikian juga untuk plastik-plastik bekas pakai yang dilakukan daur ulang, dikarena oleh proses pembuatan plastik dari biji plastik saat pelelhan memerlukan suhu tinggi maka ada senyawa tersebut terbentuk, karena proses degradasi ikatan rantai atom-atom pada molekulnya, dan lebih lagi saat di daur ulang plastik-plastik bekas biasanya sudah tercampur baur dengan sampah lain sehingga timbul bau yang semakin menyengat, maka mestinya plastik-plastik bekas sebelum didaur ulang harus dicuci benar-benar bersih.

Seperti kita ketahui untuk melakuakn daur ulang kita mesti melelhkan kembali plastik bekas tersebut, nah disisnilah sering terjadi kegagalan, proses dan kegagalan itu disebabkan beberpa faktor yaitu :
1. Suhu yang tidak optimal , karena masing-masing jenis plastik memilki karekateristik titik leleh ( melting Poin ) yang berbeda-beda, jadi dalam proses pelelhan ulang harus memperharikan nilai titik leleh sehingga ikatan polymernya tidak rusak ( terdegradasi ) akibat suhu yang tidak tepat.
2. Tercampurnya atau terkontaminasi jenis plastik yang berbeda, ini juga sangat fatal, dikarenakan faktor perbedaan titik leleh.

Untuk menghindari tercampurnya bahan jenis satu dengan yang lainya, mungkin department perindustrian mengeluarkan peraturan agar setipa produk plastik diberi ode bahan, misalnya PET atau PP dsb.



LOWONGANN DI PT.YUMMY FOOD

 MENERUSKAN INFORMASI LOWOWNGAN KERJA:  1. PT. YUMMY FOOD UTAMA - JAKARTA Urgently need position: "PRODUCTION SUPERVISOR" Qualific...