Friday, 27 March 2020

CARA ANALISA COD ( CHEMICAL OXYGEN DEMAND ) DENGAN PRAKTIS

Saya yaqin semua yang berkecimpung di dunia Laboratorium kimia baik itu Sekolah menengah kejuruan, Universitas maupun Industri besar maupun kecil mengetahui atau memahami apa itu yang maksud penecmaran air limbah dengan parameter C.O.D merupakan hal utama yang harus dilakkukan pengujian.

Okey, kita review, COD adalah Chemical Oxygen Demand yang mana itu merupakan oksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidai polutan dalam limbah,dan biasanya satuan yang digunakan adalah ppm ( part per million )atau seper satu juta dalam11 liter larutan,  kita semua tahu bahwa Oksigen memiliki sifat oksidator.

Apakah saat ini anda melakukan pengujian COD masih dengan cara konvensional( titimetri ) ? yaitu dengan cara mengoksidasi sampel menggunakan K2Cr2O7 sebagai oksidator kemudian menambahkan H2SO 4 sebagai katalisator dan Ag2SO4 sebagai penindas, dengan sistem di panasi di bawah Ruflux selama 2 jam , kemudian baru didinginkan 30 menit setelah dingin baru dititrasi menggunakan garam ferro bantuan indikator feroin, proses ses ini mungkin membutuhkan waktu sekitar 3-3.5 jam itupun apabila semua larutan sudah tersedia,dan cara konvensional Titrimetri ini masih juga dipenagaruhi oleh Human error, di samping itu penggunaan bahan kimia dengan jumlah yang cukup banyak bisa di bandingkan dengan sistem Photometri, belum lagi H2SO4 merupakan precursor yang penggunaanya di awasi dan dibatasi oleh regulasi dari BNN.


Seiring dengan kemajuan teknologi yang selau diperlukan segala sesuatuanya serba cepat dan akurat, maka pengujian COD sekarang menggunakan Instrumen Photometer atau spectrophotometer baik single beam maupun double beam, maka sistem ini adalah metode Photometri,cara ini sangat praktis ,cepat dan lebih akurat.

Adapun prinsip analisa COD menggunakan metode ini sangat simpel , yaitu sampel diambil 2 ml dimasukan ke dalam vial reagen yang sudah berisi K2C2O7, H2SO4 dan Ag2SO4 dengan jumlah hanya sekitar 10 ml, hasil dari pabrikan. jadi penggunaan bahan kimia jauh lebih sedikit bila dibandingkan dengan metode Titrimetri, disamping itu juga tidak memerlukan Titrator, dan bahan kimia Titran garam Frro dan indikator feroin.sampel yang sudah ada dalam vial ( tabung reaksi ) dipanaskan pada suhu 140 C, selama 2 jam dalam Thermoreaktor, setelah 2 jam dikeluarkan dinginkan selam 15 menit, setelah dingin masukan pada pembacaan Photometer atau Spektrophotometer, tentunya juga kerjakan blanko, hasil didapatkan langsung menunjukan nilai COD dalam unit ppm, namun apabila ternyata nilai Over perlu dilakukan pengenceran.

Ingin lebih jelas alat ini silahkan hubungi kami
Sunarta
WA : 082137320434
email: sun_elarta@yahoo.com



CARA BLOKIR PENIPUAN SMS BERHADIAH.

 Generasi four point zero ( 4.0 ) memang serba canggih, diiringi adanya aplikasi Android yang memudahkan segala aktifitas bisnis, dunia seol...