Thursday, 27 May 2021

Teknologi Polyester : SKEMA PROSES PEMBUATAN BENANG SYNTHETICS POLYESTER

 Manusia selalu membutuhkan pakain , baik itu sebagai pelindung terpaan angina dingin atau sebagai penutup aurat bahkan juga sebagai mode untuk mempercantik diri, sehingga menambah daya pikat dalam berpenampilan.

Kalau zaman dahulu kebanyakan bahan pakain berasal dari alam, misalnya kapas, namun dengan seiring perkembangan zaman, terciptalah pembuatan bahan pakaian dari benang Synthetics, da nada beberapa macam benang synthetics, namun yang akan kami bahas disini adalah berbahan Polyester.

Devinisi Polyester dan bahan dasar pembuatanya kami bahas di artikel teori dasar reaksi kimia Polyester pada web ini juga www.bagi-bagiilmusunarta.com,.silahkan klik

 Reaksi dasar secara kimia

Pada artikel ini kami akan sajikan skema urutan proses pembuatan benang synthetics Polyester secara global, adapun langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.       Persiapan

Dalam proses persiapan dimana adalah pembuatan PTA/EG Slurry dengan ratio 1:2 ini juga kami bahas di artikel lain berjudul pembuatan Polyester skala Industri.

PTA adalah para Terepthalic Acid ( Asam Terepthalate  ) berupa serbuk dan ini sebagai Asam.

EG adalah Ethylene Glycol berfungsi sebagai Alkohol. Untuk detailnya silahkan klik dan buka link ini :

Persiapan PTA Slurry

2.       Esterifikasi

Dari PTA/EG Slurry yang sudah tercampur homogen, ditransfer ke tangki reactor Esterifikasi, yaitu proses pembentukan ester-ester ( ini juga kami bahas di basic reaksi polymerisasi ).

Dalam proses estirifikasi ada 2 type, apabila system batch maka hanya memerlukan 1 tangki reactor sedangkan apabila system kontinyu menggunakan 4 tingkatan proses pada tangki reactor.

Klik link Esterifikasi ini :

 Tahapan Esterifikasi

Klik juga tahap pembentukan pre Poly pada Esterifikasi : 

Pemebentukan Pre Poly 

Klik juga link pengujian hasil esterifikasi : 

Pungujian esterifikasi

3.       Polymerisasi polykondensasi.

Hasil dari proses esterifikasi dengan rentang derajat polyester 80-90 % dikirim ke tangki rekator Polimerisasi, dalam tangki ini akan terbentuk ikatan polymer secara sempurna di kisaran 97-100 %, yang berbentuk polymer cair kemudian dilakukan kondensasi menggunakan air dingin ,sehingga polymer mengeras sehingga bisa dilakukan pemotongan menjadi bentuk butiran kecil-kecil sebesar beras, namun ada juga polymer cair yang langsung dikirim ke proses pembuatan benang setengah  jadi yaitu POY Line.sedangkan yang bentuk butiran dilakuakn baging dan bisa dijual atau dipakai untuk pembutan POY dengan system Batch. 

 Untuk Proses pembentukan dan kondensasi Polyester silahkan klik :

Pembentukan Chips dan Polymer cair

4.       Pembuatan benang mentah POY

Benang mentah POY ( Partially Oriented Yarn ) dibuat dengan cara lelehan polymer dilewatkan pada logam berbentuk lingkaran dengan lobang-lobang kecil yang disebut Spinneret, agar terbentuk filament kemudian digulung, untuk jelasnya silahkan buka artikel “ Proses POY line “  

 Buka / klik link ini :

Benang mentah POY

5.       Pembuatan benang DTY ( benang Texture )

Benang POY selanjutnya diproses menjadi DTY ( Draw Texture Yarn ) di mesin TX ( Texturizing )  ,juga FOY /DT ( Fully Oriented Yarn/Draw Twisted  ) di mesin Draw Winder atau Draw Twist dengan bermacam-macam type sesuai kebutuhan konsumen, dari produk ini merupakan produk jadi siap untuk dibikin kain.

Buka / klik Link proses pembuatan DTY :

Pembuatan benang DTY 

6.       Proses pengepakan

Produk jadi setelah melalui pengujian Laboratorium dan disegragasi berdasarkan kualitasnya dilakukan pengepakan, berdasarkan type, ukuran dan kualitasnya, kemudian dikirim ke ware house atau pergudangan.demikian juga dalam penyimpanan harus dikelompokan berdasarkan type dan kualitas serta nomor Lot atau merge dengan system FIFO


 

7.       Pengiriman

       Pengiriman ke Customer berdasarkan order yang diterima oleh Marketing

 

 

LOWONGAN HES (Health, Environment, Safety) K3 MANAGER di HUTAHAEAN GROUP

Status is reachable Untung ...