Monday, 9 December 2019

STRATEGI TIMNAS U-23 : SIAP 86 BALAS DENDAM DENGAN VIETNAM

Analisa strategi ini sengaja saya tulis sebelum parati puncak final Sea games antara Indonesia VS Vietnam yang akan di gelar hari ini pukul 19.00 WIB dan akan disiarkan oleh stasiun swasta RCTI.

Vietnam telah mengalahkan Indonesi dengan skor 2-1 saat pertandingan penyisihan group, sebenarnya saat itu Indonesia sudah unggul 1-0 di babak pertama, karena kesalahan taktik dan strategi sehingga Vietnam mampu membalikan keadaan, saat itu Evan Dimas tidak diturunkan dan posisi digantikan oleh Rahmat Iriyanto, yang sebenarnya memilki karekater lebih bertahan, dan Irham juga yang ditutunkan sepertinya kurang efektif, padahal Vietneam memiliki kecepatan, dan daya gedor tinggi, dengan taktik cenderung bertahan maka para pemain Vietnam sangat leluasa memainkan bola mengurung daerah perthanan Indonesia.

Dengan gempuran yang bertubi-tubi akhirnya pertahanan Indonesia jebol juga, kesalahan yang bisa dipetik dari fase Group ini adalah tidak adanya kreator serangan pemain tengah, biasanya Evan Dimas pada posisi ini sangat brilian sebagai pengatur serangan, bahkan tidak segan-segan untuk membuka ruang guna menciptkana goal.

Padahal Vietnam yang memilki permainan menyerang mestinya diimbangi dengan serangan, sehingga tidak punay kesempatan untuk mengatur serangan, lagipula, para pemain Indonesia selalu mebiarkan para pemain Vietenam menciptakan ruang, mestinya saat membawa bola segara dilakukan penyergapan, dan harus dipatahkan saat bola akan dipassing ke kawan.

Untuk strategi malam nanti saya sarankan Indra Sjafrie memasang formasi seperti saat melawan Myanmar, jangan samapai mencadangkan Evan Dimas, Osvaldo Hay, Eggy Maulana Fikri, Sadil Ramdani, bisa juga peran Zuldiandi digantikan Rahmat iriyanto, karena ke 5 pemain tersebut memiliki daya gedor dan teknik Individu juga kerjasama Tim yang sudah menyetel.

TMNAS KALAHKAN MYANMAR 4-2 MYANMAR JADI AMBYAR DENGAN MAJU TAK GENTAR

Semifinal pertama cabang sepak bola Sea Games 2019 mempertemukan Timnas Garuda Muda Indonesia sebagai runner up Group B dengan Myanmar sebagai juara Group A , sedangkan pertemuan ke dua mempertemukan Vietnam yang menjuarai Group B ,melawan Runner Up Group A yaitu Kamboja.

Jalanya pertandingan babak pertama sangat seru walaupun masih saling menjajagi pada menit-menit awal,  tekanan demi tekanan dari dari Timnas Indonesia yang di motori Evan Dimas, Eggy Maulana Fikri, Sadil Ramdani dan Osvaldo Hay, mengobrak-abrik barisan pertahanan Myanmar, beberapa peluang Osvaldo Hay yang mestinya bisa membuahakn Goal selalu bisa dipatahkan Oleh Penjaga Gawang Myanmar yang bekerja cukup baik.
Myanmar yang memilki pola permainan mirip dengan Vietnam, terus selalu melakuakn pressing ketat terhadap para pemain Indonesia saat menguasai bola.

Memasuki babak ke dua , pelatih Indra Sjafrie sepertinya sudah mengantongi permasalahan di babak pertama karena tidak bisa mencetak Goal, maka di babak ke dua pemain Indonesia  lebih Fokus, dan melakukan serangan dengan skema sangat rapi, mulai dari Evan Dimas, yang mengirim umpan ke Eggy Maulna Fikri, dan Eggy melakukan tusukan pada sisi kiri pertahanan Myanmar, lolos dari hadangan beberpa pemain, masuk ke kotak pinalti, mengirim umpan silang mendatar saat mengetahui pergerakan Evan Dimas masuk, dan sodoran Eggy dimanfaatkan dengan baik oleh Evan Dimas, untuk mencetak goal, ini terjadi pad manit ke 57.

Setelah kemasukan Goal, Myanmar mencoba bangkit untuk menyerang, namuan justru pada menit ke 70 Eggy Maulana Fikri mampu menggandakan keunggulan seteleah mampu menyundul bola dari service sepak pojok, maka kedudukan menjadi 2-0 untuk Timnas Indonesia.

Merasa di atas angin para pemain Indonesia lebih banyak melakukan ball position dan bermain-main di daerah pertahanan sendiri, ternyata ini membawa sebuah petaka, pada menit ke 79 saat Zuldiandi mencoba mendealy permianan dengan main-main, mampu diserobot pemain Myanmar, dan dengan cepat melakukan umpan mendatar terukur mengarah ke Aung Kaung Mann yang merupakan pemain pengganti, melakuakn penetrasi ke jantung pertahanan Indonesia, dan melakukan tembakan yang tidak bisa dijangkau oleh NAdeo.

Baru saja berjalan 1 menit kik off habis goal tersebut, lagi-lagi kecerobohan dilakuakn para pemain Indonesia, para pemain Myanmar mengandalakan kecepatanya melakukan tendangan jarak jauh mendatar, Nadeo melakukan kesalahan dengan tidak lengketnya menangkap bola , dan Win Naing tun nomor punggung sepuluh yang sudah lari mengejar akhirnay mendapatkan bola liar, menendang ke gawang yang sudah kosong, sehingga Myanmar menyamkan kedudukan menjadi 2-2, para pemain Indonesia seperti terhenyak, dengan sisa waktu 9 menit terus melakukan serangan bertubi-tubi, sayangnya sampai peluit dibunyikan tanda berakhirnya babak ke dua kedudukan sam kuat 2-2, sehingga dilakukan perpanjangan waktu 2x 15 menit.

DAlam babak perpanjangan waktu pasukan Garuda Muda terus melancarkan serangan demi serangan, sehingga membuat pertahanan Myanmar porak poranda, nampak sekali para pemain Myanmar keawalahn dan terkuras staminanya.

Kondisis seperti itu dimanfaatkan dengan baik , melalui kerjasama yang rapi akhirnya Osvaldo Hay mempu mencetak Goal pada menit ke 101, dan ditiutup Goal oleh Evan Dimas pada menit ke 115.

Dengan demikian Indonesia unggul 4-0 dan bertemu Vietnam di Final karena Vietnam mengalahkan Kamboja dengan Skor 4-0, sedangkan pertandiangan akan disiarkan secara langsung pada hari Selasa tanggal 10 Desember 2019 oleh RCTI pukul 19.00

CARA BLOKIR PENIPUAN SMS BERHADIAH.

 Generasi four point zero ( 4.0 ) memang serba canggih, diiringi adanya aplikasi Android yang memudahkan segala aktifitas bisnis, dunia seol...