Sunday, 17 November 2019

JADWAL TIMNAS INDONESIA ,MELAWAN MALAYSIA TINGGAL MEMPEREBUTKAN GENGSI

Dalam kualifikasi piala dunia 2022 di Qatar, Timnas Indonesia ibaratnya sudah melempar Handuk, bagiamana tidak ? bayangkan 5 kali bertanding dengan 3 laga kandang ( Home ) dan 2 laga tandang ( away ) semua berakhir dengan tragis, kami seluruh penggila bola Indonesia menangis.

Kekalahan yang sangat telak dan belum mencatat kemenangan satu kalipun jelas ini sudah menutup pintu menuju piala Dunia, pelatih Mr. Simon Mc menemy yang sudah di gaji tidak sedikit ternyata tidak bisa memberikan kontribusi terhadap bangsa ini.

Meski demikian pertandingan sisa mesti harus dilanjutkan, besok malam ( 19 November 2019 )Timnas Indonesia akan melawan Harimau Malaya untuk sebutan Timnas Malaysia, di Stadion Bukit Jalil, Malaysia, tentu saja tuan rumah merasa optimis menekuk Garuda , karena saat laga tandang di Gelora Bung Karno mampu menekuk Timnas Indonesai dengan skor 3-2.

Rencananya pertandingan akan di siarkan langsung oleh TVRI pada pukul 19.00 WIB, dan menurut kabar yang beredar bahwa pelatih Simon Mc Menemy tidak mau ikut dalam rombongan squad Garuda, karena sudah tahu akan dipecat oleh PSSI, akan tetapi bagi pecinta sepak bola Indonesia itu bukanlah masalah yang harus dirisaukan.

Pertandingan melawan Malaysia kali ini sudah tidak memperebutkan apa-apa, tinggal menjaga gengsi saja, apabila bisa menaklukan Malaysia di kandang lawan maka gengsi kita akan naik ,karena kita semua tahu bahwa aroma persaingan antara Timnas Indonesia dengan Malaysia selalu membangkitkan tensi tinggi.

Kita doakan semoga Timnas kita bisa menang.

TIMNAS U-22 MENGALAHKAN JUARA ASIA 2 KALI IRAN

Persiapan Timnas sepak bola Indonesia U-22 dalam rangka mempersiapakna diri untuk berlaga di ajang Sea Games 2019 di philipina , sudah diangkap cukup oleh sang Pelatih Indra Sjafri.
Dari hasil uji coba saat mengikuti kejuaran  di China beberapa waktu lalu, melwan-tim-tim kuat seperti Arab saudi, Yordania, dan tuan rumah China, hasilnya tidka mengecewakan, kerjasama antar lini sudah terbentuk, dan terkhir telah melakoni uji coba dengan Timnas U-23 IRAN yang notabene pernah menjadi juara Asia 2 kali, dalam Uji coba pertama yang dilakukan di Stadion I Wayan Dipta , Gianyar, Bali Timnas Indonesia mampu menahan imbang 1-1, walupaun dalam permainan sebenarnya Timnas kita selalu di tekan, karena memanga para pemain Iran memiliki beberapa keunggulan selain memilki postur tubuh lebih tinggi juga memiliki teknik permaina baik dari segi individu maupun kerjasama tim lebih baik.

Dari laga pertama memang Indra Sjafri belum menampilkan formasi terbaiknya, masih melakukan percobaan pemain, namun berbeda saat laga ke 2 di Stadion Pakansari, Bogor.
Dalam laga ke 2 Iran tidak mau kecolongan di awal babak pertama langsung mencoba melakukan tekanan, namun para punggawa Garuda Muda rupanya sudah cukup siap, sehingga mampu meladeni permainan dengan sabar, sudah ada peningkatan cara membaca lawan, dan tim yang diturunkan olah Coach Idra Sjafri berbeda dengan yang diturunkan saat bermain di Gianyar, kali ini menurunkan Witan Sulaiman , yang memeiliki teknik tinggi dan dahulu biasa diduetkan dengan Eggy maulana Vikri, rupanya strategi menyimpan Witan Sulaiman ini sangta tepat, terbukti ini bisa membuat tim Iran terkejut dengan tusukan-tusukan yang dilakukan Witan Sulaiman pada menit ke 31, sang penjaga gawang Iran Meraj Esmaeili Esfahani mencoba menghalau , justru bola rebound mampu dimaksimalkan oleh Muhammad Rafli untuk dikonversi menjadi Goal, pada laga pertama di Bali goal Timnas Indonesia juga dicetak oleh Muhammad Rafli.

Dengan ketertinggalan 0-1 maka para pemain Iran meningkatkan serangan, sehingga karena dalam tekanan yang sangat berat, yang akhirnya pada menit ke 37 dengan terpaksa Febby Eka Putra menjatuhkan Youne Delfi di kotak terlarang, dan wasit memberikan hadiah pinalti untuk Iran, sang algojo Reza Shekari tidak menuia-nyiakan kesempatan dan melakukan tugas dengan sempurna sehingga mampu menyamakan kedudukan 1-1, sampai peluti babak pertama ditiup wasit kedudakan tetap berimbang.

Memasuki babak ke 2, rupanya Iran tidak ingin pulang dengan tangan hampa, sang pelatih langsung menginstruksikan para pemainya untuk mneggempur pertahanan Indonesia, untuk merespon ini maka Indra Sjafri memasukan pemain pilar , Eggy Maulana Vikri, Sadil Ramdani, dan Zulfiandi, ke tiga pemian ini memiliki kelebihan masing-masing yang sepertinya tidak diantisipasi oleh pelaith Iran, kita semua tahu Eggy Maulana Vikri adalah pemain Licia Gdank yang merupakan pemuncak klaseman di Polandia, Sadil memiliki Gocekan pecel lele dan tendangan Canon Ball, Zulfiandi memiliki mental kuat dalam meredam serangan lawan, strategi ini cukup ampuh, sehingga pada menit ke 85 Eggy Maulana Vikri berhasil menceploskan bola ke gawang setelah mendapat umpan manis dari Rahmat Iriyanto, setelah bekerjasama apik satu dua dengan Muhammad Rafli, saat mendapatkan trough pass , sebenarnya Iriyanto sudah lolos dari kawalan pemain belakang Iran, namun keputusan yang sangat tepat mengirim bola ke Eggy Maulana Vikri yang tidak terkawal, dan Eggy mampu menjawab dengan menciptakan goal, dan sampai menit terakhir maka kedudukan 2-1 untuk kemenangan Timnas Garuda muda.

Tentunya ini sebuah hasil positif dan memupuk kepercayaan para pemain muda kita dalam menghadapi laga perdana dengan Thailand.

LOWONGANN DI PT.YUMMY FOOD

 MENERUSKAN INFORMASI LOWOWNGAN KERJA:  1. PT. YUMMY FOOD UTAMA - JAKARTA Urgently need position: "PRODUCTION SUPERVISOR" Qualific...