Pernah kepikiran nggak, kenapa dari bangun tidur sampai tidur lagi, uang kamu seolah "terhisap" ke satu orang yang sama?
Makan mie instan? Dia yang punya. Belanja di minimarket depan komplek? Milik dia. Lewat jalan tol atau isi bensin? Dia ada di sana.
Kenalin, Anthony Salim: The Real Silent Ruler of Indonesia. ---
🔥 Tragedi '98: Dari Istana ke Titik Nol
Tahun 1998 adalah neraka buat keluarga Salim. Saat itu, Om Liem (Liem Sioe Liong) adalah orang terkaya di RI sekaligus sahabat dekat Soeharto. Begitu Orde Baru tumbang, Grup Salim jadi sasaran kemarahan massa.
• Rumah dibakar & dijarah.
• Keluarga terpaksa mengungsi ke luar negeri.
• Utang membengkak Rp55 TRILIUN (Angka gila di zaman itu!).
• BCA & Indocement lepas dari tangan.
Bayangin punya utang 55 Triliun sementara aset-aset berharga disita negara. Orang normal mungkin sudah menyerah, tapi Anthony Salim memilih "Pasang Badan".
👊 Gertakan Maut yang Bikin IMF Gemetar
Ada satu momen legendaris saat Anthony dikepung oleh bankir global (JP Morgan & Lehman Brothers) dan perwakilan IMF. Mereka ingin mempreteli sisa-sisa hartanya.
Di ujung tanduk, Anthony mengeluarkan ultimatum dingin yang bikin ruangan mendadak senyap:
"Kalau kalian mau bunuh saya, silakan. Tapi ingat, kalau grup ini mati, kalian akan kehilangan 100.000 lapangan pekerjaan seketika."
Boom! IMF sadar: Salim Group terlalu besar untuk dibiarkan runtuh (Too big to fail). Jika Anthony jatuh, ekonomi Indonesia bisa kiamat.
🍜 Strategi "Sekoci" Indofood: Comeback Paling Jenius
Anthony terpaksa menyerahkan 107 perusahaannya ke negara lewat BPPN untuk melunasi utang. Tapi, dia mati-matian mempertahankan satu permata: Indofood.
Logikanya simpel tapi mematikan: "Mau krisis atau perang, orang bakal tetap butuh makan."
Dari "sekoci" Indofood inilah dia membangun kembali kekaisarannya. Indomie dibawa mendunia hingga ke 100+ negara, menjadi global currency yang lebih berharga dari uang di beberapa negara Afrika!
🐙 Gurita Bisnis yang Tanpa Celah
Kalau ayahnya dulu dikenal dengan gaya bisnis Network-Based (mengandalkan koneksi penguasa), Anthony mengubahnya menjadi Market-Based (sangat profesional & efisien).
Coba cek "jejak" Anthony Salim di hidupmu hari ini:
1. Lapar? Indomie, Sarimi, Supermi, Bogasari (Tepung terigu terbesar).
2. Haus? Club, Pepsi (dulu), hingga susu Indomilk.
3. Belanja? Indomaret (23.000+ gerai, hampir ada di setiap pengkolan).
4. Transportasi? Indomobil (Suzuki, Nissan, dll) & Jalan Tol (Nusantara Infrastructure).
5. Masa Depan? Data Center khisus AI (bersama Elon Musk di Starlink) & Tambang Bumi Resources.
👑 The Silent Dragon
Anthony Salim jarang muncul di TV. Dia nggak butuh panggung politik atau sorotan kamera. Dia adalah Silent Dragon yang mengatur irama dari balik layar.
Nasihatnya yang paling terkenal kepada penerusnya adalah:
"Carilah kuda yang cepat, dan biarkan dia berlari."
Artinya? Jangan kerjakan semuanya sendiri. Temukan bisnis potensial, tunggangi ombaknya, dan kuasai pasarnya.
Kesimpulannya:
Tahun '98 dia dianggap "selesai", tapi tahun 2026 dia justru jadi orang yang memegang urat nadi kebutuhan pokok satu negara.
Coba hitung, dari tadi pagi sampai detik ini, sudah berapa rupiah saldo kamu yang pindah ke kantong Pak Anthony Salim?
Pernah sadar nggak, dari bangun tidur sampai malam, uang kita sering mengalir ke nama yang sama?
Indomaret menjamur di tiap sudut kota.
Bisnisnya bukan lagi soal koneksi kekuasaan, tapi sistem, pasar, dan cara pikirannya bekerja.
Pelajaran pentingnya bukan soal modal besar.
Melainkan cara berpikir yang benar.
Saat banyak orang reaktif, ia strategis.
Saat orang panik, ia membuat peluang pada kebutuhan dasar dan jangka panjang.
Inilah yang sering saya sampaikan:
hidup dan bisnis tidak ditentukan oleh kerasnya keadaan, tapi oleh cara berpikir yang benar dan tenang saat keadaan menekan.
Dan itulah inti dari Alpha Mind Control.
Bukan sulap, bukan motivasi sesaat.
Melainkan melatih pikiran agar tetap tenang, selaras, dan benar terutama ketika hidup sedang tidak ramah.
Kalau selama ini kamu merasa sudah bekerja keras tapi hasilnya belum sepadan,
mungkin yang perlu dibereskan bukan usahanya…
melainkan cara berpikir yang mengarahkan usaha itu.
TANGGAPAN DARI NETIZEN SANGAT BERVARIASI ;
#Ada yang menganggap karena tinggalan kekayaan orang tuanya Sudono Salim ( Liem Siu Long )
#Tapi tidak sedikit yang mengagumi daya juangnya.
Memang zaman Orde baru siapa yang biasa dekat dengan penguasa maka usahanya akan mudah sekain Sudono salim contoh Lain adalah H.Lukminto pemilik PT.Sri Tex, namun sangat di sayangkan sang penerus tidak bisa melanjutkan kejayaan malah PT.Sri Tex harus kolap dan bangkrut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter