Agustus 31, 2016

RAMALAN KIAMAT, TANDA-TANDA KIAMAT.. TAPI MLESET.. SEMUA DAN PERTANGGUNG JAWABAN SELAMA HIDUP MANUSIA DI DUNIA



RAMALAN KIAMAT SELALU MELESET

Kepastian Datangnya Kiamat, Tanda-Tandanya & Pertanggungjawaban

Banyak orang meramal kapan kiamat akan terjadi. Dukun, peramal, bahkan "ilmuwan" internasional pun sudah berkali-kali salah. Semua ramalan itu meleset.

Sebelum Allah menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi, para Malaikat bertanya:
"Ya Allah, mengapa Engkau akan menciptakan manusia yang nantinya akan saling menumpahkan darah?"
Allah menjawab: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."

Sejak Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke bumi, pertikaian dimulai. Dari masalah jodoh hingga pembunuhan pertama. Sejak saat itu, peperangan dan perebutan kekuasaan tidak pernah berhenti.

1. Mengapa Ada Kiamat? Kapan dan Apa Tandanya?

Hanya Allah yang tahu kapan kiamat terjadi. Setelah kiamat akan ada hisab - perhitungan amal. Siapa yang timbangan kebaikannya lebih berat, akan dibalas dengan Surga.

2. Tanda-Tanda Kiamat

  1. Munculnya hewan-hewan aneh dari bumi
  2. Wanita menyerupai laki-laki dan sebaliknya
  3. Perzinaan dilakukan terang-terangan
  4. Jumlah perempuan jauh lebih banyak dari laki-laki
  5. Orang tua lebih sayang hewan peliharaan daripada anak
  6. Manusia menjadi kaya raya semua
  7. Waktu terasa semakin cepat

3. Bagaimana Proses Terjadinya Kiamat?

Sebelum kiamat, Nabi Isa AS akan diturunkan untuk membunuh Dajjal dan mengajak manusia ke "La ilaha illallah". Dalam Al-Qur'an: gunung-gunung akan beterbangan seperti kapas.

4. 4 Pertanyaan di Hari Kiamat - HR. Tirmidzi

  1. Umur: Untuk apa dihabiskan?
  2. Harta: Dari mana dan untuk apa dibelanjakan?
  3. Ilmu: Sudahkah diamalkan?
  4. Jasad: Untuk apa raga ini digunakan?

"Mumpung masih ada waktu, mari berbenah dan memperbanyak amal baik sebelum terlambat."

Sumber: Al-Qur'an, Hadis HR. Tirmidzi | 2026

Agustus 11, 2016

WANITA ATAU ISTRI... TOLONG DENGARKANLAH..

WANITA ATAU ISTRI... TOLONG DENGARKANLAH.......


Ketika diri dihadapkan pada suatu masalah, maka tak jarang gelapnya hati dan buntunya logika menuntun kita pada sebuah sikap yang justru lebih memperunyam suasana. Tak jarang pula, entah tanpa sadar atau tidak, kita mengeluarkan kata- kata makian dan penuh dengan nada- hujatan serta merendahkan. Dan sangat disayangkan, ketika obyek alias sasaran yang kita harapkan untuk menerima kerendahan itu ternyata adalah suami kita sendiri.

Wahai wanita…

Lalu apakah yang kau peroleh setelah menghujat? Apakah yang kau peroleh setelah kalimat “margasatwa” itu telah habis- habisan kau paksaan bagi suamimu untuk mendengar? Legakah batinmu atas keadaan itu?

Sesalah apakah suamimu sehingga kau berani menentangnya, sesalah apakah suamimu sehingga kau berani melawanya, sekurang apakah suamimu sehingga kau menjatuhkanya dihadapan keluargamu dan orang terdekatmu. Kau tuntut suamimu untuk menjadi lebih baik tanpa kau sadari bahwa sifatmu juga penentang suamimu, kau kelurkan seluruh amarahmu dengan sifat pelawanmu untuk menghujat suamimu.

Masyaallah, lihatlah ternyata kau sama sekali tidak terlihat lebih indah. Demi Allah, memanglah sangat sakit mungkin, sakit yang kau rasakan saat kau penuh amarah. Namun semua kata- kata arogan yang kau lontarkan itu, ternyata tidak akan pernah sama sekali memuliakanmu di hadapan Allah, dan atau memberi celah untukmu mendapatkan jalan keluar atas masalahmu itu.

Maka bersabarlah….

Bersabar itu bukan berarti kau tak boleh sama sekali marah. Bersabar itu berarti kau tetaplah boleh marah, tetapi tidak menggunakan rasa marah yang kau rasakan itu, untuk merendahkan diri suamimu dan melukai hati beliau, sehingga beliau terasa sangat terendahkan dan sedih, sedang dirimu sendiri telah berhasil mengikhlaskan diri untuk tidak menjadi mulia.

Maka ingatlah para wanita, suamimu adalah tetap dan akan selamanya menjadi ladang ibadah bagimu untuk meraih surga, penentu surga nerakamu, hak suami berada diatas hak siapapun manusia termasuk hak kedua orang tuamu. Hak suami bahkan harus didahulukan oleh seorang istri daripada ibadah-ibadah yang bersifat sunnah.

Beliau adalah penyelamat kehormatanmu, dan karenanya kau juga tak mendapat julukan perawan tua ataupun janda yang dipandang sebelah mata oleh manusia. Kau memang sangat dan teramat bebas mengekspresikan kemarahan dan kata- kata kerasmu kepada suamimu, saat kau marah. Namun yakinlah bahwa kau tak akan pernah bebas dari efek samping yang akan kau terima di kemudian hari, atas semua yang telah kau lakukan itu.

Ketika kau marah dan protes atas sebuah keadaan, maka ingatlah bahwa keadaan yang sedang tersedia di hadapanmu itu, sesungguhnya sedang menantangmu untuk menunjukkan jati diri terbaikmu. Maka jangan kau sia- siakan kehadirannya, dengan justru menghadirkan serendah- rendahnya kualitas diri lewat lidahmu yang jahat.

Dan ketahuilah wahai wanita, lisanmu itu adalah nikmat dari Allah, namun bisa menjadi bencana terbesar bagi hidupmu jika kau telah lepas kendali. Maka kendalikanlah dia, dan jangan serahkan kekuasaan itu kepada selera dan keadaan perasaanmu saja yang setiap saat bisa berubah dan berbeda. Apakah kau tahu, banyak para suami dan mungkin termasuk suamimu, yang sebenarnya menginginkan untuk selalu berlaku mesra dan menjadikan istrinya “pos” terakhir dari petualangan hidupnya. Namun… istrinya kasar, pemarah, penentang, pelawan, perendah bagi suaminya sendiri, tidak menghormati mereka.

Wahai wanita, kau adalah pemilih dari keadaan yang selanjutnya kau hadapi dan kau rasakan sendiri. Sekuat- kuatnya seorang laki- laki, maka pun akan patah juga, pertahanan mereka saat telah tidak terasa lagi sebuah penghormatan dan perlakuan baik atas diri dan harga dirinya.

Ingat,,, sekurang kurangnya suami itu tetap suamimu yg harus kau hormati dan kau taati selagi perintahnya tdk menyeleweng Qur'an hadist, sekeras kerasnya hati suami akan luluh juga dengan kelembutan kasih sayangmu yg begitu ikhlas.

Semoga bermanfaat, semoga menjadi istri sholehah
yang bisa menjadi damba'an suami.

POLYESTER,KESEHATAN,PENGOBATAN,SEPAKBOLA,CARA DAN TIP

Perbedaan Jambu Mete dan Kacang Mete: Ternyata Ini Bagian yang Berbeda

Pernah bingung gak paman? Kok ada "jambu mete" ada "kacang mete". Padahal pohonnya cuma 1. Banyak yang salah sangka. ...