Berikut ini tanggapan intelek para netizen dari tulisan LOGIKA FILSUF yang membahas 3 tokoh Soekarno,Musso,Kartosuwiryo
Hanya drama dan novel bahwa yang baik selalu nenang dan yang jahat selalu kalah dan musnah. Tapi di kehidupan nyata tidak sesimpel itu, banyak variabel yang mempengaruhi sejarah
Ada yang di luar lingkaran, dan dia mendunia, Tan Malaka, dialah konseptor Republik Indonesia yg sesungguhnya.
Tentunya ajaran gurunya, lingkungan juga turut berpengaruh tetapi pilihan pribadi yang paling menentukan. Ajaran guru memberikan pondasi dan teori, lingkungan memberi infut dan pengalaman dari luar tetapi mental , kepribadian, prinsip dan pendirianlah yang akan menentukan siapa orang tersebut.
Terlepas dari belajar di 1 guru yg sama, sulit untuk memiliki gagasan yg sama. Itu berlaku di semua lini kehidupan. Bukan karena ego. Tapi memang otak setiap manusia memiliki keunikan tersendiri dalam melihat sesuatu. Ketiganya memang cerdas, tapi Soekarno dgn segala pengalaman hidup dan pergaulannya mampu memiliki gagasan yg lebih bisa menyatukan Indonesia. Musso hidup di atas buku-buku dan teori dari Russia.
Menarik untuk diperdebatkan, karena tujuannya sama, jalan yang ditempuh berbeda, itu hal yang wajar. Kondisi saat itu yang dibutuhkan Pemimpinnya tipe Soekarno.
3 tokoh bangsa 1 guru namun beda melandasari perbedaan itu antara lain adalah ego status ego seseorang tidak pernah sama karena itulah sudut pandang selaluberbeda
menurut sy mungkin krn kekuasaan menghianati teman nya itu demi kekuasaan , ketika kekuasaan dipegang maka teman kritis dianggap ancaman kepada kekuasaannya itu sendiri
Alfatiha untuk ke 3 orang Almarhum Perbedaan itu fitrah tetapi Rejeki,jodoh dan kematian hanya Milik Allah, Indonesia Memiliki banyak Tokoh bangsa Tetapi kehendak Allah, Akan Memilih siapa yang akan Merubah bangsa nya dan Sejarah mencatat itu, Semua akan indah pada masanya, yang terpenting kita anak bangsa harus bersatu padu untuk kemakmuran indonesia yang akan datang
Saya akan pilih menjadi Soekarno nasionalis tapi jg tetap religius,karena Cinta tanah air sebagian dari iman.Mencintai tanah air TDK harus memaksakan untuk mngikuti faham² pemikiran kita,ambisi kita jg dngn cara² yg sesuai kykinan/agama kita...
Dari ketiga konsep tsb, kenapa gak digabung aja karna klo terpisah pasti ada kelemahannya, nasionalisme n sosialisme yg diiperkuat dgn ketuhanan sbg benteng keimanan
Aku lebih condong ke pemikiran mereka masing-masing. Guru hanya menurunkan ilmu .
Pribadi yg baik, mengedepankan rakyat. Jiwa persatuan nya kuat,
Tapi gangguannya juga tidak sepele.
Akan banyak fitnah bermunculan. Namanya juga bangsa berbeda. Kalau disatukan harus dengan satu tujuan. Saling menguatkan satu sama lain. Bukan saling tentang yang akhirnya lemah dan rapuh..
Manusia punya ambisi dan nafsunya Masing-masing sehingga itulah yg tidak bisa di cegah oleh siapapun dengan cara apapun karena pada dasarnya manusia hanyalah ciptaan bukan Tuhan
Mau sejauh dan sebagus apapun pemikiran akan ada yang bertentangan dan pembelaan atas pemikiran masing-masing logikanya seperti nasi, ada nasi uduk, nasi kuning, nasi goreng, nasi basi tetap saja namanya nasi jadi kita pilih saja mau yg mana dan tidak usah berdebat karna setiap orang memiliki seleranya masing-masing... Selamat makan 😁
Tan Malaka pernah berkata. Aku, Tuhan dan Komunis. Dipahami di mengerti dan didalami makna dari kata itu.
Kita bisa merangkum semuanya. Namun gambaran umum yg perlu diikuti pertama adalah pemikiran soekarno lalu kemudian dalam rumah tangga dn status sosial mengikuti pemahaman kemerdekaan dr Musso tanpa mengesampingkan nilai- nilai agama yg sesuai dg pendapat/atau pemikiran cokroaminoto..
inilah yg disebut ego intelktual, jalan keluarnya adalah kompromi, menarik ego yg terlalu tinggi untuk sebuah kebersamaan
Semua merujuk pd.pribadi masing masing dan cara pandang perbedaan ialah satu hal kolektif tapu tujuan berbeda yg satu.bicara rakyat.yg satu bicara mengenai.negara.yg secara de vakto.diakui secara internasional...semoga para pejuang.tidak kecewa.dgn keadaan .bangsa.yg besar ini.. benar kata soekarno.perjuangan yg melahirkan pengorbanan tidak melulu menjadikan kita Pupuk tai sapi ...... FATIHAAH..BUAT PARA PEJUANG..AMIN AMIN AMIN YAA ROOOBB..
Klo Kartosoewirjo yg menang Indonesia akan menjadi negara yg kaya dan kuat sprti iran..
Saya sudah terdoktrin jadi antikomunis sejak belajar membaca di era Suharto, tetapi bila saat itu saya jadi murid keempat HOS.Cokroaminoto, mungkin saya akan sefaham dengan Musso tanpa menghilangkan fitrah lahir saya sebagai Pribumi Muslim.
Kalau bulih memilih mending Indonesia gak usah merdeka. Biar saja dipimpin Jepang atau Belanda, mungkin Indonesia sekarang jadi lebih maju
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Buka terus info, ambil artikel bermanfaat,sebarkan ke semua orang,
Untuk mencari artikel yang lain, masuk ke versi web di bawah artikel, ketik judul yang dicari pada kolom "Cari Blog di sini " lalu enter