PROSES PEMBENTUKAN PRE POLY TAHAP 1 DAN 2 PADA INDUSTRI POLYESTER
Pre Poly adalah salah satu tahap paling penting dalam proses pembuatan polyester.
Tahap ini merupakan kelanjutan dari proses persiapan, yaitu pembuatan _slurry_ yang merupakan campuran antara _Ethylene Glycol_ dengan _Asam Terephthalate_.
Untuk detail pembuatan slurry silahkan baca: Tahap Persiapan Industri Polyester
[kamu kasih link ke artikel itu]
1. Alur Proses Esterifikasi Menjadi Pre Poly
Secara umum, reaksi esterifikasi untuk membentuk polyester melalui 4 tingkatan reaktor.
Reaktor 1 dan 2 merupakan tahap awal terjadinya reaksi pembentukan ester.
Sementara itu, pembentukan Pre Poly terjadi pada reaktor 3 dan 4.
Produk dari reaktor 1 dan 2 akan ditransfer ke reaktor 3 dan 4 untuk dilanjutkan proses polimerisasinya.
2. Pre Poly Tahap 1 - Reaktor 3
Pada tahap ini, material yang masuk ke Reaktor 3 akan dipanaskan hingga suhu mencapai kisaran 271°C.
Tekanan di dalam reaktor juga dijaga pada kisaran 180 mBar.
Pada kondisi ini akan terjadi reaksi lanjutan dan terbentuk _derajat polimerisasi_ sekitar 88%.
Produk yang dihasilkan pada tahap ini disebut Pre Poly tahap 1.
3. Pre Poly Tahap 2 - Reaktor 4
Dari reaktor 3, produk Pre Poly tahap 1 kemudian dialirkan ke Reaktor 4 untuk proses lanjutan.
Di reaktor ini suhu dinaikkan lagi menjadi kisaran 280 - 290°C.
Bersamaan dengan itu, tekanan diturunkan drastis menjadi kisaran 16 mBar.
Tujuan penurunan tekanan adalah untuk menarik sisa _Ethylene Glycol_ dan air hasil reaksi.
Dengan kondisi ini, derajat polimerisasi akan naik menjadi antara 90% - 95%.
4. Pengujian Kualitas Pre Poly
Setelah keluar dari reaktor 4, produk Pre Poly wajib diuji di laboratorium.
Pengujian ini bertujuan untuk memastikan reaksi berjalan sempurna dan kualitasnya sesuai standar.
Beberapa parameter pengujian Pre Poly antara lain:
1. Colour : Untuk melihat tingkat kejernihan dan kekuningan produk.
2. Melting Point: Titik leleh untuk mengetahui karakteristik polimer.
3. Carboxyl End Group -COOH : Menunjukkan jumlah gugus asam yang tersisa.
4. %DEG : Kadar Diethylene Glycol yang terbentuk sebagai produk samping.
5. Intrinsic Viscosity : Menunjukkan panjang rantai polimer / berat molekul.
Apabila hasil analisa kurang sempurna, maka perlu dilakukan optimalisasi parameter proses seperti pengaturan suhu, tekanan, dan waktu tinggal di dalam reaktor.
5. Proses Selanjutnya
Setelah lolos uji, Pre Poly akan dilanjutkan ke tahap akhir yaitu pembentukan Polyester Sempurna.
Dari polyester sempurna ini, pabrik bisa melakukan 2 hal:
1. Membentuk Chips Polyester untuk dijual sebagai bahan baku.
2. Direct Proses ke POY Line untuk langsung dibuat benang.
Selain itu, dari proses esterifikasi ini juga dihasilkan _EG sisa reaksi_.
EG tersebut akan divakum dan dikirim ke _kolom destilasi_ untuk dimurnikan.
Setelah murni, EG bisa digunakan kembali untuk proses pembuatan slurry berikutnya.
Dengan demikian, proses Pre Poly tahap 1 dan 2 adalah jembatan penting antara bahan baku slurry menjadi produk polyester siap pakai.
