Anak-anak zaman sekarang bermain HP. Anak-anak tahun 80-an bermain di tanah lapang, di halaman, di bawah pohon. Tidak perlu modal besar, yang penting ada teman, sudah bahagia seharian. Berikut jenis-jenis permainan legendaris yang mungkin sudah dilupakan.
1. Dakon / Congklak
Bahan: Papan kayu panjang dengan 14 lubang kecil dan 2 lubang besar di ujung sebagai lumbung, bijinya pakai biji sawo, biji nangka, atau kerang kecil.
Cara main: 2 orang berhadapan, biji dibagi rata 7 di tiap lubang. Jalan berputar memasukkan biji satu persatu. Siapa lumbungnya paling banyak, dia menang. Melatih berhitung dan strategi.
2. Bola Bekel
Bahan: 1 bola karet kecil dan 6-10 biji bekel dari kuningan berbentuk seperti cangkang keong.
Cara main: Bola dilempar ke atas, saat bola melayang harus ambil biji bekel sesuai tingkatan (1, 2, 3 sampai habis) lalu tangkap bola sebelum jatuh. Kalau gagal, ganti pemain. Ini permainan favorit anak perempuan.
3. Egrang
Bahan: 2 batang bambu panjang sekitar 2 meter, diberi pijakan dari kayu sekitar 30cm dari tanah.
Cara main: Naik di atas pijakan bambu dan berjalan sambil menjaga keseimbangan. Biasanya lomba balap egrang saat 17-an. Jatuh itu biasa, lucunya di situ.
4. Engklek / Taplak Gunung
Bahan: Kapur tulis untuk gambar kotak di tanah dan gacuk dari pecahan genteng atau batu pipih.
Cara main: Gambar 8-10 kotak, lempar gacuk ke kotak 1 sampai 10 tanpa keluar garis, lalu lompat dengan satu kaki mengambil gacuk kembali. Melatih keseimbangan.
5. Gobak Sodor
Bahan: Hanya kapur dan lapangan tanah.
Cara main: 2 tim, 5 vs 5. Satu tim jaga garis, satu tim berusaha menerobos sampai garis akhir tanpa tersentuh penjaga. Kalau tersentuh, ganti jaga. Butuh kecepatan dan kerjasama.
6. Kasti
Bahan: Bola kasti dan pemukul dari kayu.
Cara main: Mirip baseball kampung. Satu tim memukul, satu tim jaga. Kalau bola bisa dipukul jauh, pemukul lari ke pos-pos yang sudah ditentukan. Seru sekali kalau sore hari.
7. Mobil-mobilan dari Kulit Jeruk Bali dan Kulit Kelapa
Ini kreativitas luar biasa. Kulit jeruk bali yang tebal dibentuk jadi mobil truk-trukan, rodanya dari tutup botol atau sandal jepit bekas. Kalau mobil dari pelepah dan kulit kelapa, biasanya ditarik pakai tali. Bunyinya seret-seret di tanah tapi bangga karena buat sendiri.
8. Pesawat Terbang dari Kertas
Bahan: Kertas buku tulis bekas.
Cara main: Dilipat jadi pesawat, ujungnya kadang diberi lidi biar terbang lebih jauh. Lomba siapa paling jauh terbangnya.
9. Egrang Batok / Tempurung Kelapa
Bahan: 2 batok kelapa tua dilubangi tengahnya diberi tali.
Cara main: Kaki naik di atas batok, tali dipegang tangan sebagai kendali. Bunyinya tok-tok-tok kalau jalan di semen. Lebih susah dari egrang bambu karena licin.
10. Gasing / Gangsingan
Ini rajanya permainan adu skill.
- Gasing biji karet: Biji karet tua diberi lidi sebagai as, diputar pakai tangan.
- Gasing bambu: Ujung bambu kecil diraut lancip, diputar pakai tali.
- Gasing Paton / Panggal: Dari kayu bulat oval ujungnya dipaku. Cara main pakai tali yang dililitkan lalu dihentak. Adu lama berputar, siapa paling lama dia juara. Kadang diadu sampai gasing lawan mental.
Kalau tadi sudah ada dakon dan egrang, sekarang kita lanjutkan 3 mainan yang paling dirindukan dan hampir punah.
11. Peluit Tanah Liat Berbentuk Burung
Ini mainan seni.
Bahan: Tanah liat asli dari sawah atau kali, dibentuk menyerupai burung kecil, perutnya dilubangi kopong, ekornya jadi tempat tiup.
Cara buat: Setelah dibentuk burung, dijemur 2-3 hari sampai kering, lalu dibakar di perapian. Kalau sudah matang bunyinya nyaring.
Cara main: Diisi air sedikit di dalam perutnya, lalu ditiup dari ekornya. Bunyinya bukan hanya "prit" tapi "kruwuk-kruwuk" seperti burung berkicau karena ada airnya. Biasanya dijual pedagang keliling seharga 25 perak atau 50 perak. Anak-anak menggantungkan di leher pakai tali.
12. Otok-Otok / Othok-Othok
Mainan bunyi paling rame.
Bahan: Dari bilah bambu tipis yang dianyam bentuk kotak segi empat, di dalamnya ada kotak kecil tertutup kertas minyak, dan ada batang pemukul dari bambu kecil.
Cara main: Ada gagang putar di atasnya. Kalau gagangnya diputar, batang kecil di dalam akan memukul kertas "plak-plak" dan bunyinya jadi "otok-otok-otok" terus menerus. Semakin cepat putar, semakin cepat bunyinya. Ini biasanya untuk balita, tapi anak SD juga suka adu kencang putarannya. Tidak ada yang jual, semua bikin sendiri pakai pisau bambu.
13. Kapal-Kapalan / Kapal Otok-Otok Minyak
Ini mainan insinyur kampung.
Bahan: Kaleng bekas susu atau seng bekas yang dilipat jadi perahu panjang 15cm, di belakangnya diberi rumah-rumahan kecil dari kaleng. Bahan bakarnya minyak goreng bekas atau minyak tanah. Di dalam rumah-rumahan itu ada wadah kecil untuk minyak dan sumbu dari kain. Di bawahnya ada pipa kecil dari kaleng yang masuk ke air.
Cara main: Kapal ditaruh di baskom, ember, atau kubangan yang diisi air. Minyak diisi sedikit, sumbu dinyalakan pakai korek. Begitu panas, air di dalam pipa menyembur ke belakang "cess-cess" dan kapal jalan sendiri keliling baskom sambil bunyi "tok-tok-tok" karena uapnya. Ajaib, tanpa baterai bisa jalan sendiri! Kami dulu lomba kapal siapa paling jauh jalannya sampai minyaknya habis.
Penutup:
Lihat kek, anak tahun 70 - 80-an itu sebenarnya sudah belajar Fisika, Seni, dan Teknik tanpa sadar. Dari tanah liat belajar ukir, dari otok-otok belajar bunyi dan mekanik, dari kapal kaleng belajar tenaga uap.
Semua dari barang bekas: tanah, bambu, kaleng, minyak goreng. Tidak ada yang beli di mal, tapi bahagia dan kenangannya sampai tua tidak hilang.
Dulu semua permainan itu tidak dibeli, tapi dibuat sendiri. Dari situlah anak 70 - 80-an belajar kreatif, mandiri, dan sosial. Tidak ada yang main sendirian, semua harus ada teman.
Dari ketiga tambahan ini, mana yang kakek masih simpan atau pernah buat sendiri? Kalau peluit burungnya masih ada, itu sekarang jadi barang antik harganya mahal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sebarkan artikel2 ini ke seluruh dunia
Kami berbagi informasi,pengetahuan dan pengalaman,silahkan anda berbagi rezeqi,Semoga anda mendapatkan manfaat, apabila ingin bersodaqoh atau infak/ donasi ( seikhlasnya ) silahkan transfer ke rek BCA : 0152782819
Atas nama Sunarta
yang sudah bersodaqoh / transfer saya doakan sehat selalu banyak rezeqi berlimpah ruah, dimudahkan segala urusanya.