Ditulis oleh: Kebun Sunarta | Kategori: Laboratorium Kimia | Update: November 2026
Melanjutkan artikel terdahulu tentang Laboratorium Kimia, diantaranya mulai dari Pembuatan Ruang Laboratorium, Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Alat Keselamatan Kerja, Kebiasaan Buruk Analis, untuk kali ini kita akan bahas secara lengkap kebutuhan, kegunaan dan macam air yang harus tersedia dalam Laboratorium Kimia.
Banyak analis pemula mengira semua air itu sama. Padahal dalam kimia analitik, air adalah reagen yang paling banyak dipakai sekaligus paling sering jadi sumber kontaminasi. Kalsium, magnesium, klorida, bahkan CO2 dari udara bisa mengubah hasil titrasi, spektrofotometri, dan AAS. Karena itu, laboratorium industri wajib punya instalasi air bertingkat.
1. Kenapa Air Laboratorium Harus Dibedakan?
Air PDAM atau air sumur mengandung mineral terlarut 200-500 ppm. Kalau dipakai untuk membuat larutan standar NaOH 0,1 N, mineral itu akan bereaksi dan mengubah normalitas. Hasilnya, seluruh batch produksi bisa ditolak QC karena data salah.
Karena itu, standar internasional membedakan air laboratorium berdasarkan resistivitas, konduktivitas, dan TOC. Standar yang dipakai adalah ASTM D1193 dan ISO 3696.
| Jenis Air | pH | Konduktivitas | Kegunaan Utama |
|---|---|---|---|
| 1. Raw Water | 6,5 - 8,5 | 200-800 µS/cm | Cuci tangan, cuci glassware kasar, emergency shower |
| 2. Soft Water | 6,0 - 8,0 | 50-150 µS/cm | Bahan baku Aquades, cooling, boiler |
| 3. Demineral Water | 6,5 - 7,5 | < 10 µS/cm | Pengenceran, pelarutan sample, cuci akhir glassware |
| 4. Aquades / Destilasi | 5,5 - 7,0 | < 2 µS/cm | Larutan standar, blanko, kalibrasi |
2. Raw Water - Air Mentah
Raw Water adalah air yang dialirkan dari sumber langsung sebelum dilakukan pemurnian. Bisa dari PDAM, sumur bor, atau sungai yang sudah disaring kasar. Di departemen Utility, air ini ditampung di tangki raw water.
Fungsinya:
- Untuk cuci tangan analis sebelum dan sesudah kerja
- Pencucian awal glassware (gelas beaker, erlenmeyer) yang kotor berat
- Emergency Shower dan Eye Wash - saat kena cipratan asam/basa, harus disemprot raw water dalam 15 detik
- Untuk flushing lantai laboratorium dan selokan
Pantangan: Jangan pernah dipakai untuk membuat larutan atau membilas akhir buret. Mineralnya akan menempel di dinding gelas dan merusak analisa berikutnya.
3. Soft Water - Air Lunak dari Utility
Soft Water adalah air yang disuplai dari departemen Utility, sudah diolah dengan proses softener (penukar ion) untuk menurunkan kesadahan. pH rentang 6-8, akan tetapi belum benar-benar murni, masih mengandung unsur mineral seperti natrium dan silika.
Prosesnya: Raw water dilewatkan resin kation yang menukar ion Ca2+ dan Mg2+ dengan ion Na+. Hasilnya air jadi lunak, tidak meninggalkan kerak di pipa.
Fungsinya:
- Bahan baku utama untuk membuat Aquades / Air Destilasi
- Air pendingin (cooling water) untuk kondensor destilasi dan mesin
- Umpan boiler dan cooling tower
- Pencucian tahap kedua glassware
Kalau soft water habis, destilator akan cepat berkerak dan rusak. Itulah kenapa operator utility harus cek hardness soft water setiap shift.
4. Demineral Water - Air Bebas Mineral
Demineral Water / Demin Water adalah air yang telah dihilangkan kandungan mineralnya seperti Magnesium (Mg), Kalsium (Ca), Besi (Fe), dan Klorida melalui Ion Exchange dan Reverse Osmosis (RO). pH sudah dibilang netral, mendekati 7.
Di pabrik kimia, demin water dibuat di Water Treatment Plant dengan 2 tahap: RO lalu Mixed Bed. Resistivitasnya bisa mencapai 10 MegaOhm.
Fungsi air ini sudah bisa digunakan untuk:
- Pengenceran atau melarutkan bahan-bahan yang akan diuji
- Membuat larutan pereaksi (reagen) yang tidak kritis
- Bilasan akhir glassware agar tidak ada bercak mineral saat kering
- Membuat larutan buffer dan media mikrobiologi
- Umpan untuk mesin destilator agar lebih awet
5. Aquades / Air Destilasi - Air Paling Murni untuk Larutan Standar
Ini yang sering tertukar dengan Demin Water. Aquades adalah air hasil destilasi (penguapan dan pengembunan) dari Soft Water atau Demin Water. Fungsi air destilasi yang paling penting adalah untuk membuat larutan standar.
Contohnya: membuat larutan standar HCl 0,1 N, NaOH 0,1 N, AgNO3, EDTA, dan larutan induk 1000 ppm untuk AAS. Semua harus pakai Aquades, bukan air keran.
Jika memakai air biasa, ion klorida akan mengendapkan perak, ion karbonat akan mengubah pH NaOH. Hasil titrasi bisa meleset 2-5%.
6. Kesalahan Fatal yang Sering Dilakukan Analis
- Cuci buret pakai Raw Water: Buret jadi ada bercak putih, volume titrasi tidak akurat.
- Buat larutan standar pakai Demin Water yang sudah lama terbuka: Air menyerap CO2 udara, pH turun jadi 5,5.
- Menyimpan Aquades di botol plastik kotor: Kontaminasi dari botol bekas reagen.
- Tidak cek konduktivitas harian: Padahal QC air harus dicatat tiap shift di logbook.
FAQ - Pertanyaan yang Sering Dicari di Google
Q: Apa beda Aquades dan Demineral Water?
A: Aquades dibuat dengan destilasi, Demin Water dibuat dengan resin penukar ion dan RO. Aquades lebih murni untuk larutan standar, Demin Water untuk pengenceran umum.
Q: Apakah air hujan bisa dipakai di laboratorium?
A: Tidak. Air hujan mengandung debu, CO2, dan asam, tidak memenuhi standar ISO 3696.
Q: Berapa pH air Demin yang bagus?
A: pH 6,5-7,5 dan konduktivitas di bawah 10 µS/cm.
Jadi, sebelum analisa dimulai, pastikan dulu airnya benar. Air yang benar = data yang benar = produk lolos QC.
Baca juga artikel sebelumnya: Cara Pembuatan Ruang Laboratorium yang Aman | Alat Pelindung Diri Wajib di Lab | 7 Kebiasaan Buruk Analis yang Harus Dihindari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Sebarkan artikel2 ini ke seluruh dunia
Kami berbagi informasi,pengetahuan dan pengalaman,silahkan anda berbagi rezeqi,Semoga anda mendapatkan manfaat, apabila ingin bersodaqoh atau infak/ donasi ( seikhlasnya ) silahkan transfer ke rek BCA : 0152782819
Atas nama Sunarta
yang sudah bersodaqoh / transfer saya doakan sehat selalu banyak rezeqi berlimpah ruah, dimudahkan segala urusanya.